Cerita kali ini dimulai saat sma ternama dikota ini akan melaksanakan kemah akhir taun selama 3hari 2malam.
tetapi acara tersebut mendapatkan pro dan kontra dikalangan orangtua siswa mengingat lokasi kemah tersebut jauh kearah gunung dan hampir memasuki provinsi lain , yang lebih mengerikanya lagi lokasi tersebut sudah terkenal angker oleh sekolah-sekolah yang memang sudah dulu berkemah dilokasi itu.
tetapi balik lagi ini adalah acara tahunan dan akhir semester yang memang rutin diadakan.
jadi pihak sekolah tetap akan kemah tetapi lokasinya diubah tidak dilokasi sebelumnya tetapi disebrang jalan raya dari situ.
.
.
Jumat pagi para siswa/i sudah berkumpul dilapangan sekolah untuk diberi pengarahan dan untuk berlaku sopan disana setelah itu mereka memasukan perlengkapan kemah ditruk dan berangkat.
ditengah perjalanan tiba-tiba ada anak kelas lain tengah membicarakan lokasi kemah tersebut.
"kau tau kita kan pindah lokasi kemah kan"
tanya anak itu
"iya, memangnya ada apa " jawab anak lain
"kau tau kan lokasinya dipindah karna apa?"
"karna orangtua siswa banyak yang tidak setuju"
"ya memng benar dan juga karna angkernya tempat itu hihihi" jawab anak itu
"iya aku juga pernah dengar disana banyak yang kesurupan waktu api unggun dan saat ada yang memfoto apinya akan ada sosok putih didekat api itu, dan yang paling penting kita harus sopan dimanapun tempatnya dan mengucapkan salam saat masuk kesuatu tempat" ucapan itu seakan wejangan untuk berlaku sopan.
.
.
ina dan putri adalah anak yang tadi mengucapkan itu mereka dikenal pemberani dan tidak percaya akan hal tersebut sebelum mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri.
.
.
sesampainya dilokasi para siswa pun langsung mendirikan tenda ditempat yang memang sudah disediakan.
lokasi kemah terdapat dilapangan balai desa dan disebelahnya ada bangunan sekolah, jika berjalan sedikit keatas akan ada bukit yang biasanya digunakan outbound.
saat siswa tengah mendirikan tenda ada intruksi jika toilet terdapat dibelakang balai desa tersebut tetapi ada salah satu warga yang tengah bisik-bisik bahwa
"JANGAN MELAMUN DAN JANGAN BERFIKIR YANG TIDAK TIDAK"
ucapan itu menyebar disiswa/i dan semakin membuat ina dan putri penasaran ada apa dibalik ini semua? ina pun memutuskan untuk abai toh kita disini juga banyak orang.
.
.
setelah bangun tenda selesai siswa dibolehkan istirahat dan masak makanan untuk makan peregu setelah itu mandi dan istirahat malam pertama.
tetapi kejadian dimulai saat ina dan putri akan mandi mereka memang beramai-ramai masuk toilet itu tetapi yang mencuri perhatian ina adalah ruang disebelah toilet itu didalamya nampak jelas ada ranjang hitam yang ina tau itu adalah tempat tidur pasien dirumah sakit.
tapi kenapa ada disebelah kamar mandi? apa dulu sebelum dijadikan balai disini adalah rumah sakit? pertanyaan itu terus terngiang-ngiang dipikiran ina.
.
.saat malam tiba para siswa pun tidur dengan lelap begitupun dengan ina dan putri. ya mungkin karna tadi siang terlalu bersemangat.
.
Keesokan harinya agenda siswa/i adalah outbound start dimulai pukul 7pagi dari regu pertama dan seterusnya ina beserta regunya yang berjumlah 8 orang kebetulan mendapatkan posisi terakhir.
lama menunggu regu-regu sebelumnya jalan akhirnya regu terakhir jalan dengan mengandalkan petunjuk arah yang sudah diberi warna putih.
pos pertama dan kedua sudah dilalui saat menuju pos tiga betapa terkejutnya ketua regu saat jalan yang akan dilalui posisinya berdekatan dengan kuburan.
"ingat tetap sopan dan berdoa terus saat berjalan okee" ucap ketua regu yang tampak mulai tidak nyaman
karna posisi ketua regu didepan memimpin jalan dan kebetulan ina dibelakang sendiri, ina tidak keberatan karna pada dasarnya ia berani.
ketua mulai berjalan disusul anggota dan ina dibelakang saat sudah melewati makam ina mulai merasakan ada yang tidak beres dibelakangnya tetapi ia acuh saja.
tetapi semakin lama langkah dibelakang ina semakin cepat seperti mengejar ina dan teman-temanya, karna ina sudah menduga ada yang tidak beres dengan berani ia menghentikan langkahnya dan berbalik betapa terkejudnya ina melihat sosok hitam besar seperti manusia pada umumnya tetapi yang menjadikan ina terkejud adalah sosok itu melayang dan tengah tersenyum kepada ina.
reflex ina menjerit dan jeritan ina menghentikan langkah regu ina
"ina kenapa we, kenapa pucat kau" tanya teman ina yang kebetulan tidak jauh dari ina
"enggak aku hanya reflex teriak aja maaf ya mari jalan lagi" bohong ina karna tidak mau membuat teman-temanya ketakutan.
sesampainya dipos 3 wajah ina yang memang pucat sempat ditawarkan balik lagi ketenda untuk istirahat saja tetapi ina tidak mau dan memilih ikut menyelesaikan misi sampai akhir.
diakhir misipun ina tampak diam saja, teman-temanya pun sempat bingung .baru setelah selesai. outbound putri memberanikan diri tanya ke ina
"kamu kenapa na, sakit atau apa? soalnya dari tadi kamu diam saja " tanya putri sambil ngasih air minum ke ina
"kau tau tadi saat reguku berjalan dari pos 2 menuju pos 3 aku melihat sosok manusia besar tetapi dia melayang dan senyum ke arahku put entah kamu akan percaya ka tidak tapi aku terkejud put " jawab ina sedikit takut jika mengikat kejadian tadi
" hah kau serius na, kenapa tadi tak cerita ke aku" tanya putri
"sudahlah itukan tadi, sekarang kan kita sudah disini jadi jangan dipikirkan oke"
"kau memang hebat na" batin putri
.
.
Malamnya siswa/i menyalakan api unggun ditambah lagi penampilan kreatif dari masing² regu.
tetapi berbeda dengan ina dia nampak pucat dan tidak nyaman saat api unggun dinyalakan.
ina tanpa sengaja melihat sosok yang tadi siang dilihatnya tengah berdiri didepan api unggun tetapi sosok itu ada banyak bahkan seperti mengelilingi tenda² para siswa dan yang paling membuat ina kaget saat melihat sosok tinggi dibalai desa tengah mengadap kearah ina dengan kepala terpotong dan ditaruhnya ditangan sosok itu wajahnya hancur darahnya dimana² ina yang melihat sosok itu semakin mendekat dan ina tidak sadarkan diri.
.
.
Saat ina sudah sadar ina ditanya oleh wali kelas ina
"Ada apa ina? apa kamu sakit sampai pucat begini? atau belum makan nak" tanya wali kelas ina khawatir akan keadaan ina
"saya takut bu sosok itu menyeramkan hiks"
jawab ina dengan ketakutan
" Ada apa pak? " tanya walikelas kepada kepala dusun yang tengah khawatir
"Mungkin murid ibu melihat sosok yang selama ini tinggal dibalai desa ini sosok itu kepalanya putus dan digengam ditanganya -" jawab kepala dusun
"Iya benar pak, emang ada apa pak sampai²saya ketakutan "jawab ina sambil menatap takut
"dulu salah satu pekerja disini dibunuh oleh temanya sendiri dikamar mandi balai ini lebih tepatnya dikasur pasien itu, kepalanya dipenggal mukanya ditusuk²sampai hancur dan semua itu dilakukan atas dasar tersangka iri akan korban dan sampai saat ini sosoknya selalu ditempat tidur disebalah kamar mandi
Semenjak kejadian itu ina lebih hati-hati dan selalu berdoa setiap saat.
Mohon maaf jika ada salah kata dan bahasa yang kurang berkenan dihati pembaca.
mohon maaf bila cerita ini ada kemiripan Nama, dan waktu kejadian.
Semua ini adalah kejadian nyata yang dialami penulis. Terimakasih