pada zaman dahulu sekitar 1019 M, ada seseorang yang terkenal akan Ilmu dan kekejaman nya.
pada zaman itu ada sebuah kerajaan bernama Daha yang di pimpin oleh Raja Airlangga ia berkarakter adil dan bijaksana, rakya merasa hidup tentram di masa kepemimpinan nya.
tetapi ketentraman tersebut tidak berlangsung lama dengan adanya seseorang paru baya, yang di mana ia adalah pengikut dari ajaran dewi durga (sang dewi kesengsaraan) dia tinggal di ujung sebuah desa.
ia pun di takuti oleh penduduk desa dan ia tidak segan mencelakai peduduk menggunakan ilmu Hitam.
ia bernama Ki Rangda dengan julukan dari penduduk sekitar Calon Arang.
ia tinggal dengan seorang anak perempuan yang bernama Ratna Manggali, ki rangda adalah sesosok wanita sinis dan selalu merasa curiga dengan orang lain yang mendekat.
di karena kan suami dari ki rangda di bunuh oleh seseorang dengan ilmu hitam, maka dari itu ki rangda belajar ilmu Hitam untuk membalas dendam kematian suaminya.
sedangan anak dari ki rangda yaitu ratna manggali adalah sesosok gadis dengan paras cantik dan baik hati, tapi ratna manggali merasa kesepian karena banyak warga yang takut mendekati nya karna sosok dari ki rangda yg begitu menakutkan.
pada suatu hari ki rangda tidak sengaja melihat melihat wajah anaknya yang murung karana kesepian, karna di umur yang sekarang adalah waktu yang pas untuk seorang gadis menikah.
sebenarnya banyak pemuda yang jatuh hati ke pada ratna manggali tapi mereka takut akan kekuatan ki rangda yg beredar di sekitar mereka.
"ki rangda berkata pada anaknya...
" sebenarnya ibu prihatin melihat mu nak....
banyak pemuda yang takut kepadamu...
dan kapan jodoh mu akan menghampirimu, anaku....
katanya dengan raut kesedihan dan penyesalan.
meski begitu ratna manggali hanya bisa menenangkan hati seorang ibu yang sudah merawat nya dari kecil hingga sekarang, dan memeluk agar kesedihan nya hilang.
pada suatu ketika ada seseorang pemuda yang memberikan diri unduk datang ke rumah ki rangda guna belajar ilmu hitam. dan menurut ki rangda dalam hatinya, pemuda ini cocok di jadikan pendamping anakku dan aliran ilmu yang sama dengan ku...
dan menurut ki rangda pemuda ini bisa mengikat hati anakku., padahal pemuda ini sebut saja widiasta memiliki hal buruk karna dia suka merayu gadis desa dengan kasarnya.
pada suatu ketika widiasta merayu seseorang gadis di desa dan melakukan hal yang tidak terpuji dan memancing amarah pemuda desa, dan pada akhirnya widiasta di hajar hingga tidak sadarkan diri.
meski sudah Di hajar oleh banyak pemuda desa, dan anehnya tubuh dari widiasta tidak terluka sedikitpun,
mereka pun panik dan mebuang widiasta ke sebuah sungai.
awalnya mereka bisa menutupi, tapi berita tersebut sampai terdengar hingga ke telinga ki rangda, ianpun marah karna calon menantu nya di perlakukan seperti itu.
Benar-benar tidak tahu diri. Tunggu saja pembalasanku dan rasakan ganasnya ilmuku. Ha.. ha.. ha..” ucapnya penuh amarah. Ia lalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan meditasi dan penyembahan kepada dewi durga.
Ratna Manggali yang mengetahui kejadian sebenarnya berusaha menghentikan sang ibu, tapi usahanya gagal. Ki Rangda kemudian berubah menjadi Calon Arang yang memiliki tubuh seperti raksasa dan berwajah mengerikan.
Setelah itu, wabah menyerang Desa tak mengenal ampun. Semua hasil panen menjadi gagal. Anak-anak bayi pun banyak yang meninggal secara mendadak. Dan banjir bandang pun melanda desa tersebut
Berita wabah penyakit di Desa akhirnya sampai ke telinga Raja Airlangga.
Setelah Sang raja mendengar berita tersebut,raja pun mengutus patih-patih terbaiknya untuk menyerang Ki Rangda pada malam hari. Ia berpikir bahwa wanita tersebut akan lengah ketika sedang tidur.
Namun, kejadian yang sebenarnya justru sebaliknya. Dukun aliran ilmu hitam tersebut ternyata sudah mempersiapkan semuanya. Ia bahkan berhasil memukul mundur para prajurit kerajaan tanpa kesulitan.
Penyerangan tersebut semakin memicu ke murkaan ki rangda(calon arang) .
karna penyerangan tersebut calon arang pun mendatangkan bencana ke penjuru desa sekitar kerajaan Airlangga.
Kejadian tersebut membuat raja menjadi semakin kewalahan. Pasalnya, semakin hari semakin banyak orang yang berjatuhan. Tempat tinggal sementara yang disiapkan sudah semakin penuh dan bahan makanan semakin menipis.
Di tengah kekalutan tersebut, anak raja Airlangga yang bernama Jayabaya membawa angin segar. Di perpustakaan kerajaan, ia menemukan sebuah lontar yang di dalamnya tertulis kalau ilmu hitam Ki Rangda hanya bisa dikalahkan oleh seorang pendeta agung bernama Empu Baradah.
Tanpa pikir panjang raja pun mengutus beberapa patih untuk pergi ke Lemah tempat di mana Empu Baradah tinggal.
Setelah menempuh perjalanan selama berhari-hari, akhirnya tibalah mereka di padepokan milik Empu Baradah.
Kondisi di Lemah begitu jauh di pedalaman berbeda dari desa-desa di Kerajaan . Desa ini sama sekali tak terpengaruh oleh ilmu hitam Calon Arang.
Sesampainya di tempat itu, kedatangan rombongan kerajaan di sambut baik oleh Empu Baradah. Kemudian, Jayabaya menyampaikan maksud kedatangan mereka, yaitu meminta bantuan untuk mengatasi ilmu hitam milik Calonarang yang mengacaukan desa-desa.
Empu Baradah berpikir sebentar dan menemukan sebuah cara untuk mengatasi wabah tersebut. Ia kemudian memanggil murid kepercayaannya yang bernama Bahula.
Ia memerintahkan bahula untuk membantu mewujudkan rencananya dengan cara menikahi Ratna Manggali. Meskipun awalnya merasa ragu-ragu, Bahula pun menurutinya semua yang di katakan oleh gurunya . Sebelum pergi, ia dibekali ilmu supaya dapat meluluhkan hati Calon Arang.
Beberapa hari kemudian, tibalah Bahula di kediaman calon arang. Tanpa basa-basi, ia langsung mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya.
Mendengar hal tersebut, Calonarang tentu saja sangat gembira. Namun, sebelum menerimanya pemuda tersebut ki rangda menguji kemampuan pemuda tersebut apakah pantas untuk menjadi menantunya. Setelah melalui ujian tersebut ,ia kemudian menerimanya sebagai calon menantunya.
Pernikahan Ratna Manggali dan Bahula diadakan sehari semalam dengan sangat meriah. Calonarang begitu bahagia dan terharu melihat putrinya menikah.
Hal itu kemudian mendorongnya untuk menghentikan sementara wabah yang dikirimnya.
Sementara itu, pasangan yang baru saja menikah tersebut sedang dimabuk cinta.
Mereka menghabiskan waktu bersama berjalan-jalan berdua berkeliling desa.
Akan tetapi, melihat keadaan di sekitarnya yang begitu mengerikan membuat hati Ratna Manggali menjadi sedih. Sang suami hanya bisa menenangkannya.
Beberapa waktu kemudian, datanglah Empu Baradah mengunjungi pasangan pengantin baru itu. Ia kemudian tinggal bersama selama beberapa hari sambil memberikan beberapa nasehat.
Kemudian pada saat yang tepat, Ratna Manggali meluangkan waktu untuk bicara kepada ki rangda. Ia memohon pada sang ibu untuk menghentikan dendamnya dan perbuatannya yang merugikan. Terlebih lagi, sekarang dirinya sudah menikah dan bahagia sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.
Ki Rangda sepertinya mendengarkan permohonan anak semata wayangnya tersebut.
Ia lalu pergi menemui Empu Baradah untuk melakukan penyucian. Mendengar hal tersebut, Ratna Manggali tentu saja merasa begitu bahagia.
Sang Pendeta Agung menyiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk keperluan penyucian. Saat dirasa waktunya sudah tepat, ia kemudian memulai upacaranya.
Pada awalnya, kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Namun, tak lama berselang, tiba-tiba tubuh Ki Rangga menjadi bergetar hebat hingga terpental cukup jauh.
Tak disangka,
ki rangda kemudian berubah menjadi raksasa Calon arang yang begitu mengerikan dan mengeluarkan api. Ternyata, kekuatan ilmu hitam yang bersemayam di tubuh Calonarang tidak rela kalau tubuh yang menjadi tempat tinggalnya selama ini disucikan.
Perkelahian sengit antara Calon Arang dan Empu Baradah pun tak bisa dihindari.
Raksasa tersebut semakin gencar menyerang saat api yang dikeluarkan tak mampu membakar sang empu.
Keadaan di sekitar sudah begitu hancur.
Melihat Calon Arang yang tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah, Empu Baradah lalu mengeluarkan ajian pamungkas untuk mengalahkan calon arang meski terjadi pertarungan sengit akhirnya empu baradah dapat mengalakan calon arang.
setelah calon arang kalah jasad dari calon arang berubah menjadi abu dan terbang menuju selatan.
Setelah kejadian tersebut desa desa di sekitar kerajaan pun mulai hidup seperti sediakala hidup tentram dan damai
Tamat.