Aku mengendarai motorku pulang sekolah. Tapi tiba-tiba di perjalanan jalan dekat hutan di dekat sekolahan aku melihat Gavin sedang berkelahi dengan anak-anak kelas 3C. Lhoh... Mereka kan gank-nya Naoya. Naoya si preman sekolah bertarung dengan Gavin anak yang sekelas denganku dan sangat pendiam dan dingin. Kenapa Gavin bisa berurusan dengan preman sekolah?
Aku berniat untuk melerai dan menghentikkan mereka, tapi belum sempat aku datang kesana ternyata Gavin sudah berhasil mengalahkan Naoya dan teman-temannya.
Wah.. Hebat sekali dia. Padahal kan Naoya master kendo di Academyku. Sugoi...!!
Naoya dan kawan-kawannya segera pergi meninggalkan Gavin setelah kalah. Dan aku berjalan mendekati Gavin.
" Sebenarnya siapa, Kau?" tanyaku to the point. Dia masih berdiri memunggungiku. Karena sangat tidak mungkin siswa SMU biasa bisa sehebat dan sekuat ini. Mengalahkan 8 pria berotot yang ahli kendo sekaligus seperti Naoya dan ganknya.
Gavin berbalik dan menatapku tajam.
" Kau pasti Rheu Mitzuru..." katanya.
Hah..? Ternyata dia mengingatku..😄 Benar sekali aku adalah Shin Mitzuru. Dan aku adalah teman sekelasmu wahai makhluk paling dingin.😑😑
" Kau mengingatku ternyata ya.." aku tertawa kecil. " Tapi kau belum menjawab pertanyaanku.."
" Nyawamu dan VCPD lainnya sedang dalam bahaya." katanya tiba-tiba.
Yeap. VCPD ( Virtua Cop Police Detective ) adalah salah satu organisasi yang aku pimpin. Meskipun masih SMU tapi kakekku sudah memberiku pekerjaan yang sangat membosankan. Bagaimana tidak? Pekerjaanku biasanya selalu berurusan dengan penjahat.
Seharusnya masa mudaku kuhabiskan untuk belajar, bermain dengan teman-temanku bukan? 😑😑
" Apa maksudmu?" tanyaku terheran-heran.
Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang dia katakan barusan. Apa maksud Gavin berbicara seperti itu? Belum sempat dia menjelaskan padaku, tiba-tiba ada mobil kepolisian yang datang dan memberikan tembak peringatan.
Ada apa ini? Mengapa kepolisian ingin menangkap kita?
" Cepat pergi dari sini, Shin!! Mereka sedang mengincarmu!!" kata Gavin.
Aku segera mengambil motorku lalu menghampiri Gavin kembali.
" Naik..!!" perintahku. Tanpa pikir panjang Gavin langsung naik ke motorku.
Aku segera mengendarai motorku dengan ngebut dan meninggalkan para polisi itu. Dan ternyata mereka masih mengejar kita. Aku menambah kecapatan motorku dan mengendarai motorku dengan lebih kencang, hingga para polisi itu tidak dapat mengejar kita kembali.
" Kenapa mereka mengejar kita?" tanyaku setelah aman.
" Mereka mengejarmu dan VCPD lainnya. Beritahu kawan-kawanmu agar lebih berhati-hati terhadap kepolisian Jepang." setelah berbicara seperti itu Gavin segera bergegas pergi meninggalkanku.
" Hei, tunggu dulu Gavin !!" tapi dia tidak mendengarkanku sama sekali dan langsung pergi begitu saja.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa kepolisian menyerang VCPD?
Huh.. Sepertinya ada yang tidak beres.
Aku segera menghubungi Aso, Shika, Ibby, Igarashi, Lee, dan Hakken agar mereka berhati-hati pada kepolisian Jepang. Saat ini aku sedang bersembunyi di taman Yamashita. Ya.. Mereka adalah personil VCPD.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang membungkamku dan menarikku dari belakang.Tiba-tiba saja ada seseorang yang membungkamku dan menarikku dari belakang. Aku segera berusaha melawannya. Aku menarik tangannya dan memutar tubuhku lalu mengunci tubuhnya dengan dekapanku.
" Siapa, Kau?!" tanyaku waspada.
" Shin. Ini aku..!!" bisikinya lalu mengangkat wajahnya. Seorang gadis dengan memakai topi itu ternyata adalah Igarashi.
" Iga, apa yang kau lakukan disini?" kataku pelan sambil melepas tubuhnya.
Igarashi segera mencari sesuatu di dalam ranselnya. Lalu dia menyodorkan koran pagi ini padaku.
Aku menerimanya lalu membacanya perlahan.
-----------------------------------------------------------------------------------
Yokohama Today
Senin, 7 April seseorang dari VCPD telah memasuki Tokyo Tower dini hari. Dan menghancurkan ruangan puncak tertinggi di Tokyo Tower dengan menggunakan alat peledak. Sehingga sampai saat ini pemancar masih terjadi kerusakan dan masih tidak bisa berfungsi dengan baik.
Setelah kejadian tersebut juga telah ditemukan sebuah lencana VCPD di lokasi.
Pihak kepolisian akan menangkap dan mengamankanVCPD karena diduga VCPD adalah tersangka dari kasus ini.....
------------------------------------------------------------------------------------
Apa-apaan ini? Berita macam apa ini? Kenapa bisa seperti ini? Aku hampir saja tidak percaya dengan apa yang barusan aku baca. Seseorang telah memasang peledak di Tokyo Tower. Dan pihak kepolisian menduga tersangka adalah VCPD?? Hah..!! Ini sungguh konyol sekali. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
" Gila...!!" ketusku.
" Kita harus segera bertemu dengan anak-anak, Shin!" bisik Igarashi.
" Hhm.."
Aku segera merogoh ponselku dan segera menghubungi Aso, Shika, Ibby, Hakken, dan Lee untuk berkumpul di bekas markas Sidho dengan hati-hati tanpa ketahuan kepolisian Yokohama. Karena pihak keposisian sudah berada dimana-mana untuk mencari dan menangkap kita. Dan meminta mereka untuk mematikan ponsel setelah menerima pesan dariku. Agar kepolisian tidak bisa melacak kita.
Sayangnya aku tidak bisa menghubungi Hakken. Kemana kau, Hakken??!
Igarashi segera mengajakku pergi ke sebuah toko baju dan merubah penampilan kita untuk menyamar. Kita harus sampai ke markas Sidho tanpa sepengetahuan kepolisian Yokohama. Sidho adalah salah satu temanku yang memiliki sebuah markas rahasia. Jadi aku mrmutuskan untuk meminjamnya.
Aku mengenakan setelen kemeja navy dan jaz putih. Aku juga memakai wig putih dan topi agar mereka tidak mudah mengenaliku. Sementara Igarashi memakai wig blonde dan memakai softlense biru dan pakaian ala gadis bangsawan.
" Apa kita berpakaian seperti ini tak akan terlalu mencolok?" tanyaku meragukan pilihan Igarashi.
" Percayalah padaku, Shin." Igarashi mengedipkan salah satu matanya padaku.
" Well.. Terserah kau saja deh.." kataku pasrah.
" Yuk..." Igarashi segera menarikku keluar dari Butik ini.
Di sepanjang perjalanan banyak sekali polisi berkeliaran mencari kita. Dengan penyamaran ini memang akan sedikit membantu agar mereka tak mudah mengenali kita.
Aku dan Igarashi tetap berjalan seperti biasa, tetapi di depan kebetulan ada dua orang polisi yang berjalan ke arah kita. Mungkinkah mereka mencurigai kita? Haduh...!! Bisa repot deh...!!
" Shin...!!" bisik Igarashi padaku. " Sekarang rangkul aku dan tertawalah seolah kita sedang bercanda!!" perintah Igarashi pelan.
" Kenapa?" tanyaku.
" Lakukan saja!!" perintahnya lagi. " Sekarang..!! Cepat..!!"
Lalu saat kita berpapasan dengan dua orang polisi itu. Aku langsung merangkul Igarashi dan tertawa seakan aku sedang asyik bercanda dengannya. Dua orang polisi itu hanya melirik kita saja saat kita berpapasan.
Fiuh... Aman... Syukurlah..
Kita segera meneruskan perjalanan kita kembali. Tapi di depan masih ada pihak kepolisian lagi.
Haduh..!! Merepotkan saja!! Kenapa banyak sekali.. Mereka ada dimana-mana.😡😡
Kini dia melihat ke arahku dan Igarashi. Apa sekarang kita akan ketahuan?? Oh tidak!!
" Shin..!! Peluk dan cium aku!!" bisik Igarashi lagi.
"Apa?!" tanyaku sedikit shock dan melotot.
" Kita ciuman seperti pasangan kekasih. Ayo lakukan, Shin..!!"
" Kau gila ya..?!"
" Cepat lakukan atau kita akan ketahuan..!!" desaknya lagi.
Saat polisi tadi sudah di dekat kita. Akhirnya aku dan Igarashi berciuman bagai sepasang kekasih. Ini sungguh gila sekali...!! Aku dan Igarashi berciuman? Oh.. Tidak..!! 😑😑
" Dasar anak muda..!!" kata polisi tadi lalu bergegas pergi.
Fiuh.. Aman.. Aku melepas pelukan dan ciumanku. Ternyata cara Igarashi berhasil. Darimana dia dapat ide seperti itu ya? Kebanyakan nonton film nih kayaknya si Igarashi...😑😑
" Ayo..!!" aku langsung menggandeng Igarashi untuk bergegas pergi. Tapi tiba-tiba ada yang memanggil kita berdua.
" Hei...!!" seorang pria tak ku kenal memanggil kita.
Aku dan Igarashi berhenti sejenak. Seorang pria berdiri di hadapanku dan memandangi kita berdua secara bergantian.
Siapa dia? Apa dia seorang polisi juga?? Bagaimana kalau penyamaran ini sampai ketahuan olehnya? Aku segera menggenggam tangan Igarashi erat. Bersiap untuk segera melarikan diri.
" Kalian berdua serasi sekali." pria tadi tersenyum menatap kita berdua. " Tampan dan cantik. Sangat serasi."
Ah... Aku lega sekali. Aku kira dia sedang mencurigai kita. Ternyata bukan...
" Iya. Thanks." kata Igarashi tersenyum manis sambil memeluk lenganku. " Aku dan tunanganku akan segera menikah..." Igarashi tertawa lalu menatapku.
" Yah.. Itu benar." aku ikut tertawa. " Dan kita akan melaksanakan bulan madu di Korea." kataku asal.
" Wah selamat ya. Semoga pernikahan dan bulan madu kalian lancar.." kata cowok tadi.
" Thanks ya. Tapi kita harus segera pergi. Ayo, Sayang." Igarashi memeluk lenganku lalu menarikku untuk pergi.
Kita segera mencari taxi untuk segera pergi ke markas Sidho.
Dan akhirnya kita sampai di markas Sidho dengan selamat. Ternyata Aso, Ibby, Shika, Sidho, dan Lee sudah datang. Tapi mana Hakken? Aku tak melihat Hakken disini..
" Wah. Kalian keren sekali. Aku hampir tidak mengenali kalian.." kata Ibby yang terus menatapku dan Igarashi secara bergantian.
" Pakaian ini panas sekali..." kataku sambil melepas jaz-ku dan melepas wig-ku. Igarashi juga segera melepas wig-nya .
" Kau terlihat sangat tampan dengan penampilan seperti tadi, Shin..." goda Aso.
" Berhenti bercanda, Aso." kataku kesal. " Hakken mana?"
" Dia sudah tertangkap kepolisian Kanagawa." sahut Lee.
" Apa?! Pantas saja aku tak bisa menghubunginya..." kataku.
" Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Igarashi sedikit khawatir.
" Tentu saja. Polisi tidak akan sembarangan memberikan hukuman mati." sahutku.
" Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan kita..." kata Shika serius.
" Tapi siapa? Dan apa tujuan dia?" tanya Ibby.
" Yang jelas dia bukan orang sembarangan." sahut Aso.
" Coba kau ingat-ingat lagi, Shin!! Siapa saja yang pernah menjadi musuhmu selama ini...?" tanya Sidho.
" Aku tak tau... Tapi di luar sana selain banyak yang menyukai VCPD. Pasti juga banyak yang membenci bahkan memusuhinya..."kataku.
" Huh..!! Merepotkan saja..!!" kata Lee kesal.
Aku melihat Shika yang mulai sibuk dengan mini computernya, sesekali dia membenarkan letak kacamatanya.
" Kau sudah temukan sesuatu, Shika?" tanyaku.
" Belum, Shin." sahutnya yang masih terus melihat miny computernya.
"Shin, apa kau sudah tau tentang kakekmu?" tanya Aso.
" Kakek? Apa kakekku baik-baik saja sekarang?"
" Tidak. Kakek Kakaishi sudah diamankan pihak kepolisian, Shin." jawab Igarashi pelan.
" Sial..!!" kataku kesal.
Bahkan kakek juga mereka tangkap..!!
Lihat saja. Aku akan segera menemukan pelaku yang sebenarnya."Kita harus segera menyelesaikan masalah ini, Shin..!!" kata Ibby.
" Kak Shu mengirimkan video padaku." kata Shika serius.
Aku langsung bangkit dan berdiri di samping Shika yang masih sibuk mengutak-atik miny computernya. Lalu menyusul Ibby, Aso, Igarashi, Lee, dan Sidho. Kebetulan Sidho sedang meminjamkam markasnya untuk kita. Jadi dia juga ikut disini.
Shika memulai memutar video tersebut. Terlihat seorang gadis memakai seragam VCPD dan memakai coat hitam memasuki Tokyo Tower dini hari. Dia memakai topi dan masker sehingga tak terlihat dengan jelas wajahnya.
Siapa ya gadis ini?
Dan coat yang dia pakai adalah coat ku..!! Ya..!! Itu adalah milikku. Aku sangat yakin karena coat itu sangat limited edition di Jepang. Cuma ada 3 coat dengan design seperti itu di Jepang.
Dan aku tau dengan pasti siapa saja pemilik coat itu...!! Tidak ada seorang gadispun yang memilikinya. Semua pemiliknya adalah pria.
Tak lama kemudian gadis itu keluar dari Tokyo Tower dan dalam hitungan detik terjadi ledakan di Tokyo Tower.
" Hei..!! Itu bukan aku..!!" teriak Igarashi.
" Kita tau itu." sahut Ibby. " Karena gadis itu sedikit lebih sexy daripada kamu.." Ibby tertawa terbahak-bahak.
" Cuma sedikit diatasku saja..!!" sahut Igarashi sewot.
" Coba putar lagi dan lambatkan saat dia keluar dari Tokyo Tower..!!" perintah Aso.
Shika segera memutar ulang video itu. Dan kita menyaksikan dengan seksama.
" Stop...!!" perintah Aso. " Coba zoom bagian tangannya sebelah kiri..!!"
Shika nurut saja dan menjalankan perintah Aso. Kita semua memperhatikan dengan seksama.
" Apa itu..? Apa itu semacam tato ?" tanya Lee.
" Benar. Itu adalah sebuah tato.." sahutku.
Ada sebuah tato bergambar peri kecil dengan sayap berwarna hijau gelap di punggung telapak tangan sebelah kiri gadis itu.
Tato itu.. Sepertinya aku pernah melihatnya.
Tapi dimana ya ?
Aku berpikir keras mencoba mengingat sesuatu.
" Shin, kau ingat sesuatu ?" tanya Igarashi menatapku.
" Aku pernah melihat tato seperti itu.." kataku yang masih mengamati gambar di miny computer Shika.
" Benarkah..?" tanya Aso. " Kalau memang iya, berarti pelakunya kenal dengan kita."
" Atau setidaknya pernah bertemu dengan kita." sahut Shika.
" Bisa jadi dia punya dendam dengan VCPD..." sahut Sidho.
" Coba kau ingat baik-baik gadis itu, Shin! Pasti kau pernah bertemu dengannya..!" perintah Ibby.
" Apa iya dia salah satu dari mantanku?" celutukku.
" Bisa jadi..." sahut Lee menatapku.
" Coba kau ingat baik-baik, Shin. Siapa gadis itu.." tekan Igarashi.
Aduh.. Sepertinya tak ada deh mantanku yang bertato seperti itu.
" Tidak ada.." sahutku.
" Hhmm.. Coba ingat baik-baik. Apa kita pernah berurusan dengan seorang gadis yang mungkin kita rugikan ?" kata Aso.
Kita semua terdiam berpikir. Suasana hening beberapa saat.
" Coat yang dia pakai adalah coatku." sahutku.
" Dan kemungkinan lencana yang sengaja dia jatuhkan di Tokyo Tower adalah lencanaku." kataku.
" Tapi bagaimana bisa coat dan lencanamu bisa ditangan gadis itu?" tanya Aso.
" Entahlah.. Aku tidak tau..." sahutku.
Aku kembali berusaha mengingat kapan aku melihat tato itu? Dan kapan aku terakhir memakai coat itu dan kenapa bisa sampai hilang..?
Aku terdiam beberapa saat. Dan akhirnya aku mengingat sesuatu.
Ya.. Waktu itu saat di Barely Cafe aku memakai coat itu. Saat pergi ke VIP lantai 2 bersama seorang gadis. Dan gadis itu telah melepas coat dan berusaha melepas pakaianku saat itu.
Ya.. Setelah semua berhasil diamankan aku kembali memakai dan merapikan pakaianku. Tapi tidak dengan coatku. Sepertinya aku melupakan dan meninggalkannya di kamar itu. Lalu siapa yang memungutnya dan menjadikan sebagai alat untuk menjebak VCPD?
Aku berusaha mengingat kembali yang terjadi di Barely Cafe saat itu. Tato itu....? Bukan tato gadis yang pergi ke ruang VIP bersamaku. Lalu siapa lagi? Hhm... Ayolah ingatlah sesuatu, Shin..!!
" Aku ingat...!!" kataku yang tiba-tiba sehingga mengagetkan mereka semua.
" Apa dia beneran salah satu mantanmu, Shin?" tanya Igarashi.
" Bukan..!!" kataku. " Kalian ingat tidak dengan gadis yang merayuku malam itu di Barely Cafe?"
" Barely Cafe yang terlihat sederhana dari luar tetapi sangat mewah di dalamnya itu?" tanya Aso memastikan.
" Gadis berambut blonde itu?" tanya Ibby.
" Yeap. Gadis yang kemudian saat kepolisian menangkap seluruh pengunjung tapi dia sama sekali tak ditemukan. Yah gadis itu..!!"
" Lalu maksudmu gadis yang terekam dalam Camera CCTV dengan memakai VCPD uniform itu adalah gadis yang merayumu saat di Barely Cafe itu?" tebak Shika.
" Tepat sekali." sahutku. " Dan malam itu tak sengaja Coatku tertinggal di Cafe itu."
" Tapi kenapa dia melakukan semua itu?" tanya Igarashi bingung.
" Mungkin karena malam itu kau menolak ajakannya untuk tidur dengannya." sahut Ibby meledekku.
Sidho dan Igarashi membulatkan matanya menatapku.
" Kau diajak tidur dengan seorang gadis, Shin?" Igarashi menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Dan kau menolaknya?" tanya Sidho. " Wah. Kawanku ini keren sekali...." Sidho tertawa sambil menepuk bahuku.
" Mana mau aku tidur dengannya..!!" kataku. " Aku hanya akan tidur dengan gadis pilihanku...." candaku lalu tertawa kecil.
" Wah.. Gadis itu benar-benar berani sekali bermain-main sampai sejauh ini..!!" kata Lee serius.
" Tapi menurutku dia melakukan semua ini karena ada alasan lain." kata Aso tenang tapi mimik wajahnya terlihat sangat serius.
" Pantas saja saat itu dia tidak tertangkap sama kepolisian." sahutku.
" Jadi.. Bagaimana kita mencari dan menemukan dia? Nama saja tak tau..." kata Ibby.
" Tunggu..!! Sepertinya dulu dia pernah menyebutkan namanya." kataku.
Aku berusaha mengingat-ingat kembali.
" Chriss.. Ehm.. Chrissa..." kataku ragu.
" Chistin?" tebak Igarashi.
" Bukan..!!" kataku.
" Christina?" tebak Lee.
" Bukan..!!" kataku.
" Chrisya?" tebak Lee.
" Bukan..!! Aduh..!! Siapa ya..?" kataku kehabisan akal.
" Christa?" tebak Aso.
" Bukan..!!" kataku hampir putus asa. " Ayolah, saat itu kan kalian juga sedang ada bersamaku. Masa lupa juga sih?!" ketusku.
" Tapi kan dia ngobrolnya sama kamu, Shin." celutuk Ibby.
" Christal..." potong Shika.
" Christal..?" aku berpikir sejenak. " Iya. Itu dia namanya..!!" kataku dengan mata berbinar.
" Okay. Kalian istirahatlah..!! Aku akan cari tau tentang dia." kata Shika lalu kembali sibuk dengan miny computernya.
Tiba-tiba ada suara ponsel berdering.
" Siapa yang menghidupkan ponsel?" tanyaku sedikit geram. Karena aku meminta mereka untuk mematikan ponsel agar pihak kepolisian tidak bisa melacak kita.
" Tenang saja, Shin. Nomor ponselku yang satu ini hanya diketahui orang-orang tertentu saja kok.." sahut Sidho santai.
Sidho segera mengangkat telepon itu.
" Ya, Ava... Ada apa?" sapa Sidho.
Ava yang sedang menelpon? Dia menelpon Sidho?
" Ya. Aku sedang bersama Shin dan yang lainnya." kata Sidho lagi. " Oh, mau bicara dengan Shin? Okey.." Sidho segera menyerahkan ponselnya kepadaku.
" Ava ingin berbicara denganmu.." kata Sidho sambil memberikan ponselnya kepadaku.
" Halo..." sapaku.
" Shin.. Apa kau baik-baik saja? Kepolisian Yokohama sedang mencari VCPD. Bahkan kakek Kekaishi dan Hakken sedang diamankan.." kata Ava sedikit panik.
" Aku dan yang lainnya baik-baik saja. Aku hanya butuh waktu untuk mengungkap kebenaran."
" Iya, Shin. Semoga kebenaran segera terungkap. Sekarang kalian ada dimana?" tanya Ava.
" Aku berada di tempat yang aman kok. Ava, sudah dulu ya. Mungkin beberapa saat ini aku tak akan bisa menghubungimu. Kau baik-baik disana ya..."
" Iya, Shin."
" Oke. Bye.."
" Bye.."
Aku mengakhiri panggilan itu dan mengembalikan ponsel Sidho.
" Oke teman-teman. Mari kita istirahat dulu. Biar Shika mencari tau dulu tentang Christal."
" Oke.."
***
Aku tidak bisa tidur malam ini. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri markas Sidho. Bekas toko berlian ini ternyata lumayan besar juga.
Aku melihat ada sebuah foto berukuran 10R terpasang di dinding. Terlihat foto Sidho, Yama dan Ichi di figura itu. Aku tertawa kecil menatap foto mereka. Dulu aku pernah bertanding dengan mereka di markas ini. Dan sekarang kita berteman.
" Kau tidak tidur?" kata seseorang tiba-tiba.
Aku menoleh ke arah sang pemilik suara. Ternyata Igarashi sudah berdiri di belakangku.
" Kurang tidur tak baik untuk otak dan kesehatan." katanya lagi.
Aku tersenyum mendengar ucapannya. " Kau sendiri kenapa tak tidur?"
" Saat mengambil minum ke dapur, tak sengaja aku melihatmu. Jadi aku ikutin saja..."
" Tidurlah, Iga..!! Sebentar lagi aku juga akan tidur kok." aku tersenyum padanya.
Aku berjalan hendak pergi. " Ngomong-ngomong.. Tadi itu pertama kalinya aku menciummu. Tidak kuduga sama sekali sebelumnya. Maaf ya..." kataku saat berpapasan dengan dia.
" Ah.. Soal itu.. Tenang saja.. Aku tak apa-apa kok." katanya santai dan tertawa kecil.
" Oke. Aku tidur duluan ya..." aku bergegas pergi meninggalkan Igarashi.
" Oke.." sahut Igarashi.
***
" Ini..." keesokan harinya Shika menyerahkan selembar kertas padaku.
Aku menerima dan membacanya. Disitu tertulis sebuah alamat sebuah appartment.
" Jadi ini alamat Christal?"
" Yeap.."
" Oke. Thanks, Shika." kataku." Iga, kau pergi denganku. Karena Christal pasti tak akan mengenalimu dengan baik karena malam itu kau tak ikut ke cafe."
" Atau biarkan aku saja, Shin." kata Lee menawarkan diri. " Akan berbahaya jika Igarashi yang langsung bertemu dengannya. Malam itu kan aku juga tak datang ke Barely Cafe."
" Well. Jadi Lee saja yang akan menggantikan Iga." kataku.
" Igarashi dan Sidho tetap disini saja bersama Shika mengawasi navigasi. Ibby dan Aso kalian ikut aku dan Lee. Mengawasi dan memastikan sekitar aman saat aku dan Lee mengantar pesanan makanan. Lee akan berpura-pura menjadi pengantar makanan. Dan aku juga akan mengawasinya dari jarak dekat." kataku mengatur rencana.
" Oke..!!" sahut Ibby, Aso dan Lee.
" Apa tidak lebih baik aku ikut membantu kalian dengan bersama Ibby dan Aso, Shin? tanya Sidho.
" Tidak. Lebih baik kamu tetap disini, Sidho. Karena Shika dan Igarashi pasti akan membutuhkanmu disini. Dan mereka juga tak terlalu mengetahui tempat ini.."
" Ehm. Baiklah. Perlu bantuan Yama dan Ichi?"
" Tidak, Sidho. Terima kasih." aku menepuk bahu Sidho. " Kamu sudah banyak membantu kita." aku tersenyum padanya. Dan Sidho hanya tersenyum.
" Jadi kapan kita akan bergerak?" tanya Ibby.
" Secepatnya." kataku.
" Untuk sementara kau pakai ini dulu, Shin. Untuk berjaga-jaga." Sidho memberikan sebuah ponsel kepadaku. "Kita harus tetap menyembunyikan keberadaan kita. Polisi tidak akan bisa melacak nomor ponsel itu."
" Thanks, Sidho.." kataku sambil menerima ponsel Sidho.
" Good luck..."
" Hhm..."
Lee menyamar sebagai pekerja Pi*za Hut. Dia memakai seragam Pi*za Hut. Ini adalah seragam bekas Yama saat dia dulu pernah bekerja paruh waktu di resto cepat saji itu.
Aso menyamar menjadi petugas pos kelililing. Ibby menyamar menjadi petugas koran keliling. Sementara aku menyamar dengan penyamaran biasa. Aku memakai topi, kacamata, dan memakai wig putih yang kupakai kemarin.
Kita mendatangi appartement Christal. Setelah Aso dan Ibby memastikan keadaan sekitar aman, Lee segera menuju appartment Christal. Dan aku membuntuti Lee dan tetap menjaga jarak kira-kira 5 meter darinya.
Lee akan menjadi umpan untuk memancing keluar Christal dan memastikan apa dia Christal yang terekam pada rekaman CCTV itu atau bukan. Aku menguntit di belakang Lee, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Lee membutuhkan bantuanku maka aku akan segera datang.
Lee mulai memencet bel appartment Christal. Dan beberapa saat seseorang sudah membuka pintunya. Tapi aku tak bisa melihat apa itu Christal atau bukan. Ya.. Aku tak bisa melihat gadis itu, yang aku lihat hanya Lee yang berdiri di depan kamar itu. Tapi aku masih bisa mendengarkan percakapan mereka.
" Selamat siang. Saya dari Pi*za Hut ingin mengantarkan pesanan anda." kata Lee.
" Pizza? Tapi aku tidak memesan Pizza." sahut seorang gadis.
" Tidak mungkin salah, Nona. Dan ini memang pesanan anda." kata Lee ramah.
" Tidak.. Tidak.. Tapi aku memang tak memesannya." kata gadis itu bersikeras.
" Setidaknya anda membayar pizza ini, Nona. Karena kami sudah mengantarnya."
" Aku tidak mau bayar karena aku tidak merasa memesan..!!"
" Haduh.. Saya harus bilang apa dong sama bos saya nanti..?"
" Itu bukan urusanku..!! Maaf saya sibuk." gadis tadi hendak menutup pintu appartmentnya tapi Lee segera menghalanginya.
" Eh.. Tunggu dulu, Nona..!!" sergah Lee. " Tato peri kecil dengan sayap hijau gelap ini sangat cantik." Lee mengeraskan suaranya agar aku mendengarnya.
Ternyata dia benar-benar Christal..!! Aku langsung mendatangi mereka berdua dan menodongkan M13 ku ke arah Christal.
Christal memandangiku berusaha mengingat sesuatu.
" Shin...?" kata Christal sedikit terkejut.
" Angkat tangan..!!" perintahku. Christal mengangkat kedua tangannya ragu. " Kau mengenaliku ya?" tanyaku tajam.
" Tentu saja. Siapa yang tak mengenalimu? Hampir semua orang mengenalimu. Tapi ada apa ini? Kenapa kau disini?"
" Heh.. Kau pikir aku akan membusuk di penjara begiu saja dengan mudah?!!" aku tersenyum mengejek. " Lee, borgol dia..!!" perintahku.
Lee melempar sekotak pizza yang ia bawa tadi lalu mengeluarkan borgol dari tas kecilnya lalu memborgol Christal. Christal terlihat terheran-heran tapi dia tidak melawan sama sekali.
" Shin. Jelaskan padaku apa yang sedang terjadi..?"
" Aku tak perlu menjelaskan apa-apa. Kaulah yang harus menjelaskan semuanya di kantor polisi." kataku lalu menghubungi Aso dan Ibby dengan handy talky untuk mempersiapkan mobilnya.
***
Shika memutar video rekaman CCTV yang dikirim oleh kak Shu saat di kantor polisi Yokohama. Lalu dia menghentikkan video itu saat terlihat seorang gadis keluar dari Tokyo Tower lalu Shika memperbesar bagian tangan kiri gadis itu.
" Gadis yang tertangkap di kamera CCTV inilah pelaku dari peledakan di Tokyo Tower." kata Shika.
" Dia memang memakai seragam VCPD, lencana VCPD, bahkan coat milik Shin. Tapi dia bukan bagian dari kami. Gadis ini memanfaatkan coat dan lencana VCPD milik Shin yang tak sengaja tertinggal di Barely Cafe saat penggrebekan tempo lalu itu." jelas Shika.
Petugas kepolisian yang sedang duduk di depanku saling berbisik.
" Apa buktinya?" tanya salah satu dari mereka.
" Igarashi tak pernah punya tato." kata Aso tegas.
" Gadis inilah pelakunya..!!" Ibby mendorong Christal lalu menunjukkan tato di punggung telapak tangan kiri Christal.
" Tato yang sama dengan yang tertangkap di rekaman CCTV itu.." kata Lee.
" Baiklah. Kita akan memeriksa video dan nona ini terlebih dahulu." kata salah satu petugas kepolisian Yokohama.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa pelaku dari peledakan di Tokyo Tower adalah Christal. Tapi sebenarnya apa tujuan dia? Dia Menjatuhkan VCPD hanya karena saat itu aku menolaknya? Ckk.. Sial..
Kakek dan Hakken akhirnya dibebaskan oleh pihak kepolisian.
***
Mau melihat kisah lain VCPD yang mendebarkan dan penuh tantangan ? Baca novelnya yuk dengan judul VCPD ( Virtua Cop Police Detective)
Jangan lupa like, comment, vote, dan dukung ya kakak ♡♡
Salam sayang dari Author ♡♡
#detective
#VCPD
#Virtuacoppolicedetective
#Anezakiigarashiricky