Saya dapat ide cerita pendek ini dari lagu berjudul Sempurna dan lagu Guizong's lulaby. Mungkin akan sedikit aneh, tapi saya hanya ingin berbagi imajinasi saja 😊.
Saya Laura Kiehl, seorang gadis berumur 17 tahun dan tinggal di Yogyakarta. Saya hidup mandiri dan membayar biaya hidup saya sendiri. saya yatim piatu sejak umur 12 tahun, ibu dan ayah saya mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju kampus kakak saya dan kini saya hanya hidup seorang diri, saya juga tidak mempunyai sanak saudara yang berada di kota ini. Saya hidup dengan damai dan tentram, walau sering merasa kesepian.
suatu hari saat pagi hari saya pergi ke taman untuk menenangkan pikiran karna sebentar lagi akan diadakan ulangan akhir semester. Saat sedang melamun seseorang pria datang dan duduk di sampingku. Dia memiliki tubuh yg tinggi dan terlihat terlatih, wajah nya yg tampan dengan hidung mancung, bulu mata yg lentik, kulit berwarna coklat khas orang Indonesia, dengan senyuman yang manis dan rambut ikal yg terlihat lembut untuk disentuh. bagaikan boneka lembut yang indah. Dia berkata sesuatu padaku " Hei, apa kau memiliki masalah?". Seseorang yang tidak kukenal menanyai kondisiku. Aku refleks berdiri dan berkata " maaf " dan pergi meninggalkan nya. Langkah ku terhenti, dia memegang tanganku dengan erat. "Diamlah disini, aku saja yg pergi. maaf telah menggangu mu". Dia pria yang baik, aku kembali duduk dan berkata "tolong tetaplah disini" . aku merasa malu tiba² mengatakan itu, aku tidak sengaja mengatakannya dan mulai mengeluarkan air mata. aku terus menangis dan terisak, aku tetap teguh untung menahan tangis ku, tapi aku tak sanggup menahan nya lagi setelah pria itu berkata " keluarkan saja, aku tidak akan mendengar apa pun, kau adalah gadis yang kuat yang pernah kutemui". aku menangis sejadi jadinya dan mengeluarkan semua tangis yang selama ini aku pendam, aku memeluk pria itu dan dia membalas memelukku dan berkata "aku berada di sampingmu dan kau tidak akan kesepian lagi, cup cup". Dia seperti sudah lama mengenalku. Setelah semua tangisku keluar , aku melihat kembali wajahnya, dia mirip dengan teman masa SD ku. Dia bernama Lefry , dulu dia sangat kurus dan terlihat culun dan dekil, aku pernah berteman dengannya dan hubungan kami terputus karna aku mulai masuk ke panti asuhan dan jarang terhubung dengan dunia luar karna masih trauma jika melinat tv dan handphone, karna biasanya terdapat berita tentang kecelakaan. "Lefry, kau mengingatku?" aku iseng menanyakan hal itu, karna kami sudah lama tidak bertemu dan tidak kusangka dia masih mengingatku dan berkata selau mengawasiku, padahal aku jarang terhubung dengan dunia medsos dan bagaimana cara dia mengawasiku? aku bertanya tentang hal itu. "aku.. aku..' dia tidak mengatakan alasannya untuk beberapa saat dan saat dia mengatakan alasannya aku benar² terkejut karna dia berkata " aku mengawasimu dari atas, bersama dengan teman-teman SD, kami mengawasimu dengan seksama, beberapa juga ada yang selalu berada di sampingmu ,tapi mereka sudah dipanggil oleh tuhan yang maha kuasa untuk pergi menjalani hidup baru mereka" Lefry mengeluarkan beberapa tetes air mata. sekarang, aku kembali menangis dan memeluknya dengan erat, lembut dan hangat tetapi aku tetap menangis dengan kencang dan memukulnya beberapa kali. "kenapa kalian pergi terlalu jauh?! aku jugalah ingin bersama kalian, aku tidak ingin berada disini, hiks.. hiks.. kumohon.. kumohon bawalah aku bersama kalian! aku.. aku.." . Dunia serasa hanya berwarna hitam putih kecuali Lefry dan perlahan dia mulai memudar, terdapat beberapa pesan darinya . "Jangan lakukan itu kumohon, kami menyayangimu dan ingin kau hidup bahagia, kami juga akan bersabar untuk menunggu mu. Ah iya , aku selalu merasa gugup saat mengatakan ini. Laura.. aku me". Lefry pergi meninggalkan ku sendiri dan dunia hitam putih kembali berwarna , dan aku merasa lebih bebas dan bahagia untuk menjalani hidupku dan berjanji padanya agar hidupku bahagia dan membuatnya iri padaku dan harus terus mengawasiku. Pesan terakhir yang dia sampaikan adalah "Aku mencintaimu..". sesungguhnya, aku selalu mencintai dan menyayangi Lefry dimana pun itu, aku tidak pernah mengatakan hal ini padanya dan aku merasa benar² bahagia dan sedih saat aku tahu bahwa dia juga mencintai ku dan pergi jauh dari dunia ini sejak lama dan aku baru mengetahui hal itu saat sudah lama berpisah dengannya dan tahu bahwa kita tidak akan dipertemukan kembali.
sekian, terima kasih