Hai semua, Namaku Wendy Moira Angela Darling. Pasti beberapa dari kalian pernah mendengar namaku. Aku lah yang menceritakan sebuah kisah tentang anak laki-laki yang tak pernah tumbuh dewasa.
Anak itu bernama Peter Pan. Seorang anak kecil yang memiliki banyak akal untuk bersenang-senang di dunianya yang bernama Neverland. Disana kalian tidak akan tumbuh dewasa namun setiap anak tidak akan selamanya bahagia dengan masa yang monoton. Aku pernah berada di dunia itu, disana aku sadar bahwa banyak hal indah yang aku tinggalkan selama ini.
-----------------------------------
Hah,
Aku tak mau membahas soal Neverland. Aku ingin mengingat kembali masa-masaku bersama Peter. Masa paling indah walaupun hanya beberapa hari saja aku tinggal disana.
Tentu saja! Aku menyukainya selama disana, dia pun sama. Kita berdua sama-sama memiliki rasa cinta satu sama lain tetapi ke-egoisan kita yang sangat kejam hingga memisahkan aku dengan Peter.
Aku masih mengingatnya, Entahlah! Dia masih mengingatku atau tidak. Terakhir kali yang aku ingat, dia berjanji padaku untuk tetap datang menemuiku di bumi setiap malam Natal dan aku pun selalu menunggunya di setiap malam Natal walaupun aku tahu dia tidak akan datang lagi.
Meski tahun demi tahun telah berlalu, Aku masih ingin melihatnya lagi. Masih ingin bersamanya lagi dan bermain dengannya lagi. Tetapi, Aku tidak mau seperti dia. Aku tetap ingin menjadi dewasa lalu menikah dan memiliki anak walaupun aku masih ragu, apa aku dapat mencintai seseorang selain dia?
Izinkan aku menyampaikan sesuatu padanya...
Peter.
Hari ini turun hujan salju, aku menjadi teringat kembali padamu. Haruskah aku bercerita pada adik-adikku lagi agar kau mau datang untuk mendengarkan ceritaku seperti dulu? Aku sungguh-sungguh mencintaimu tetapi sepertinya cintaku ini begitu menyakitkan bagimu karena kamu akan tetap muda berada disana sedangkan aku semakin menua berada disini.
"Hah."
Aku menghela napas dengan berat, aku menjadi takut tidak bisa bertemu denganmu lagi. Hari-hari sudah ku lewati tanpamu dan aku pun menemui banyak laki-laki yang mencoba mendekatiku tetapi aku terus mengingatmu. Asal kau tahu, Aku menolak semua laki-laki itu karena aku masih mencintaimu. Entah sampai kapan aku akan tetap seperti ini, tetap berpegang teguh pada hati ini yang masih ingin bersamamu. Apakah itu terdengar hebat jika kau dapat mendengarnya? Tentu saja aku hebat, Aku mampu menolak mereka demi dirimu yang sebenarnya sangat sulit untuk ku gapai.
Seperti sudah cukup aku membahas rindu ini. Jika semakin lama aku membahasnya, aku menjadi takut tidak bisa melupakanmu dan nantinya aku akan menyesali keputusanku di masa lalu.
Aku akan dewasa, Peter.
Aku akan menua di sini dan hari-hari yang melelahkan akan ku jalani tetapi ada satu hal yang tidak berubah.
Yaitu, Kau.
Kau tetap seperti anak kecil yang sangat egois. Kau akan tetap menjalani hidupmu di Neverland, semoga saja Tinkerbell menjagamu dengan baik. Aku akan berdoa untuk keselamatanmu agar tidak bertemu dengan buaya yang besar itu atau terjebak sihir putri duyung. Aku akan tetap mengingatmu, mencintaimu lalu menceritakan kisah-kisah lain tentangmu agar dunia tahu bahwa cinta yang menyakitkan itu ada.
Dan,
di setiap malam-malam yang sunyi, aku akan mencoba terbangun hingga pukul 12 malam untuk menunggumu di dekat jendela. Kenapa aku melakukannya? Karena hanya itu yang dapat ku lakukan untuk melepaskan kerinduan ini.
Ya, Faktanya aku selalu merindukanmu setiap hari.
Sudahlah, aku sudah mulai mengantuk. Aku hanya menyampaikan isi pikiran dan isi hatiku tentang Peter Pan malam ini. Tak ada hal lain yang ingin ku sampaikan malam ini, mungkin di malam lainnya.
Sampai jumpa, Peter.
Aku rindu kamu.
Salam, Wendy.
------------------------------------------
Jangan lupa like ya
Kalau kalian suka sama kisah ini, beri komentar yaaa, soalnya aku sedang mempertimbangkan untuk membuat novel tentang kisah Peter & Wendy atau tidak usah yaa