"Nek ,kapan mama akan membawaku pulang"tanyaku disela -sela nenek menjemur pakaian.Nenek menghentikan kegiatan menjemur dan bergerak mendekatiku yang sedang duduk di sebuah dipan tua .Sambil memelukku nenek berkata "nanti juga mamamu akan kembali"kembali beliau membelai rambutku.Aku mengangguk dan terus berharap mamaku segera datang."Kita berdoa semoga mam cepat kembali."
Namaku Sila lengkapnya Naysila Arum. Sekarang umurku baru 16 tahun .Ketika aku berumur 7 tahun mamaku membawaku ke desa untuk tinggal bersama nenek dengan Alasan mama akan bekerja di kota ,maklum saja ayahku sudah meninggal ketika aku didalam kandungan berusia 5 bulan .Aku merasa senang karena disini aku mempunyai banyak teman dan sering bermain main kesawah hingga menjelang maghrib.Bahkan suatu hari nenekku sampai mencariku yang tidak kunjung pulang kerumah padahal hari itu langit mendung dan akan turun hujan.
"Ayo cepetan pulang ,mau hujan deras "Nenek berteriak dari atas sungai.Kami bertiga disungai tidak mendengar kata nenek .Mungkin nenek merasa kesal nekat turun kesungai dan mengajakku pulang.Nenek menyeretku agak kasar sampai pergelangan tanganku memerah.Aku hanya diam saja merasa bersalah.
"Kalau sudah waktunya pulang yo pulang jangan sampai main lupa waktu!"dengan nada tinggi nenek memarahiku .Sampai dirumah akupun langsung menuju kamar mandi dan mulai membersihkan lumpur serta kotoran yang menempel .
"Ayo nduk ,cepat makan nenek sudah memasak untukmu"aku segera duduk lesehan di ruang tamu .Rumah nenek hanya ada dapur ,dua kamar tidur ,dan ruang tamu sekaligus ruang makan.Dirumah nenek tidak ada televisi sehingga kalau aku pingin nonton tv harus kerumah Bulik Warni ,salah satu anak nenek ,adiknya mamaku.
Bulik Warni ini sangat baik kepadaku bahkan beliau yang selalu mengantarkan suratku kepada mama ke kantor pos.Sebulan sejak aku tinggal disini aku mulai merindukan mamaku .Kucoba untuk berkirim surat kepadanya.Surat yang sudah selesai kutulis kumasukkan kedalam amplop biasa dan kutitipkan kepada Bulik Warni untuk dibawa ke kantor pos.Karena beliau sering jualan kepasar dan kantor pos dekat dengan pasar.Aku berterima kasih kepadanya karena telah mau membantuku.Sudah beberapa tahun ini aku selalu berkirim surat kepada mama namun tiada satupun yang dibalas .Mulai dari awal aku tinggal disini hingga saat ini suratku tidak ada jawaban dari mama,tapi aku yakin mama pasti membaca dan mama akan segera kembali menjemputku .Setiap hari sepulang sekolah aku selalu menengok kotak surat di depan sekolah berharap disitu ada namaku ,namun lagi-lagi aku kecewa karena tak ada satupun surat untukku.Akupun juga selalu menunggu pak Pos
mendatangi rumah nenek untuk mengantarkan surat mamaku,ataupun aku sering main kerumah pak Lurah dengan harapan suratnya dititipkan di Kelurahan.Biasanya memang didesa kalau ada surat dititipkan ke kelurahan.Tapi usahaku sia -sia saja .Suatu hari sepulang sekolah aku membantu nenek dan Bulik Warni disawah.Sawah nenek tidak begitu lebar namun hasilnya cukup untuk makan kami sehari -hari.Aku menerima kehidupan apa adanya dari nenek ,bahkan tak jarang kami hanya makan dengan tempe goreng saja tanpa ada lauk lainnya .Awalnya aku protes disini tapi lama kelamaan aku terbiasa .Nenek selalu memberiku pelajaran hidup yang berharga walau terkadang memang harus dengan membentakku .Ketika sudah selesai memarahiku nenek selalu berkata bahwa aku harus menjadi perempuan yang kuat mampu berdiri sendiri jangan menyusahkan diri sendiri dan orang lain.lb
"Nek,aku bawakan padinya kerumah Bulik ya"Pintaku kepada nenek .
Nenek hanya mengangguk ,akupun segera mengangkat karung padi ke sepeda ontelku.Berat sekali tapi tetap kupaksakan mengangkat karung padi tersebut.
Akhirnya sampai juga di gudang penyimpanan gabah Bulik Warni.Kuturunkan karung padi tersebut dan ku letakkan bersama tumpukan padi .Sebelum aku sampai meletakkan ditumpukan padi ada karung padi yang terjatuh .
"krosak...."tumpukan padi paling atas melosok kebawah hingga isinya tumpah .Aku terbelalak karena isinya bukan gabah .Ya isinya membuatku tak mampu berkata apapun .Isinya adalah kertas kertas .Heran juga aku mengapa ditempat penyimpanan padi atau kami di desa menyebutnya lumbung padi terisi tumpukan kertas.Aku mulai memungutinya satu persatu,ada bekas buku pelajaran Atika ketika masih SD,seumuran denganku sekarang juga masih SMP.Tapi disela -sela tumpukan buku ada yang menarik perhatianku .Tumpukan amplop amplop rapi tersusun disana.Terbelalak mataku melihat isi amplop tersebut.ituu.....ahh penasaran aku mulai membuka satu persatu .Bulik Warni jahat selama ini orang yang kupercaya mengirim surat kepada mamaku mengapa hanya ditumpuk dilumbung .Apa salahku ???apa aku selalu merepotkannya.Bulir bulir bening keluar dari mataku dadaku membuncah sakit rasanya,kuberlari kencang menuju sawah tak peduli batu kecil mencucuk kakiku .Sampai disawah kulihat Bulik dan Nenek sedang istirahat minum.Tanpa berkata apapun kulemparkan beberapa amplopku kehadapan Bulik Warni.Memang sudah tidak sopan aku kepada orang tua tapi bodoh amat aku terlanjur sakit.Bulik Warni hanya diam mematung tak bisa berkata lagi kulihat samar hanya air matanya menetes dan nenek juga terlihat meneteskan air mat.Nenek berusaha memelukku tapi aku menghindari.Aku berlari pulang dan masuk kekamar menangis sejadi jadinya .Sejam sudah aku mengis kulihat dari cermin mataku sembab dan tubuhku lelah .
Aku mencoba keluar kamar ,diruang tamu terlihat Bulik Warni dan nenek duduk berhadapan.Aku cuek melihat mereka.
"Sil,coba kamu duduk disini dulu !"peintah Bulik Warni dengan lembut.Huekk...rasanya pengin muntah mendengar Bulik berkata tapi aku tetap menurutinya duduk disamping nenek.
"Baiklah jika kamu sudah mengetahui apa yang Bulik lakukan kepadamu."Bulik membuka percakapan seperti tanpa rasa bersalah.
"Terus apa alasan Bulik menimbun semua suratku di lumbung ,apa maunya Bulik!????aku berkata dengan keras diimbangi air mataku meluncur dengan deras,nenek mencoba untuk memelukku.
"Sebenarnya Bulik dan nenek tidak tega harus memberitahumu sekarang"ucapnya sambil menatap nenek lagi lagi kalimat itu digantung oleh Bulik aku semakin marah tapi juga ingin tahu apa yang terjadi.
"Bulik tau Sil kamu marah dengan Bulik tapi Bulik dan nenek melakukan demi kamu Sil ,kami menyayangimu Sil."
"Jelaskan Bulik apa yang terjadi?"
"Baik,tolong kamu pahami ya."ucap Bulik dengan lemah lembut.
Aku hanya mengangguk .
"Begini ,sebenarnya setelah mamamu menitipkan dirimu disini tepatnya seminggu setelah dari sini Mamamu tertangkap polisi karena menjadi kawanan penipu perhiasan mewah dan juga narkotika."Bulik nampak sangat berhati -hati menjelaskan kepadaku tapi aku menyanggah.
"Tidak mungkin ,waktu itu mama berkata kalau dia akan bekerja di pabrik ,Bulik!"
"Iya,kami semua juga mengira seperti itu tapi kenyataannya mamamu tertangkap dan sekarang entah dimana."Bulik memberikan penjelasan seraya menghembuskan nafas.
"Jadi ,Bulik tidak tahu dimana mama sekarang?"Bulik menggeleng lemah.
Hancur hatiku melihat kenyataan mamaku ditangkap polisi .Mama pasti ada alasannya mengapa melakukan hal ini.
"Sejak peristiwa itu Mamamu hanya sekali menelpon Bulik ,dia berkata untuk selalu menjagamu dan nenek.tapi mamamu tidak memberikan jawaban ketika bulik dimana tempat penahannnya."
"Bulik dan Paklikmu sudah mencari informasi selama 5 tahun tapi hasilnya sama sekali tidak ada,hingga kami merasa lelah dan mencoba menerima kenyataan ini."
Bayanganku untuk kembali hidup dengan mama tinggal angan .Dulu kami bercita -cita memiliki rumah yang ada kolam renangnya dikelilingi pohon bersuasana asri.Tapi malah mama pergi tanpa kabar .Hari demi hari kulalalui kembali dengan Nenek dan Bulik .Kini aku mengerti mengapa tak ada pak pos kerumahku .Aku terus berdoa supaya mamaku dibebaskan dan kami bisa bersama kembali.