"Dokter ... Ada pasien yang baru datang. Korban kecelakaan. Wanita. Usianya sekitar 25 tahun. Ia sedang hamil dan mengalami shock. Jadi, kita harus segera mengoperasinya." Suster memberi tahu dokter Jung, dokter bedah di rumah sakit itu.
"Siapkan semuanya."
Dokter Jung segera mengganti pakaiannya dengan seragam operasi berwarna hijau. Mencuci tangannya dan mengenakan sarung tangan karet dobel untuk pencegahan seandainya pasien itu terkena HIV/AIDS.
Dokter Jung segera menuju ke tempat pasien yang sudah dibius. Saat ia melihat perut wanita itu, ia sangat terkejut. Ada tato "I❤️JHS".
Tato ini ...
Seperti tato Hana.
Tato yang sama seperti tato yang berada di perut istrinya, Hana.
Dokter Jung melihat wajah pasien yang itu. Dan betul dugaannya, wanita yang akan ia operasi itu istrinya.
Sebenarnya harus dokter lain yang mengoperasi Hana. Karena akan ada perasaan yang bercampur aduk di benak dokter Jung. Tetapi saat itu dokter lain sedang sibuk dan bayi mereka harus segera dikeluarkan.
Dokter Jung mulai membedah perut istrinya. Peluh membasahi dahinya. Suster yang menemaninya membantu mengelap keringat di pelipis dokter Jung.
Setelah beberapa lama, Sasa, putri mereka lahir. Tapi tak ada tanda tangisan dari Sasa. Dokter Jung menepuk-nepuk Sasa sampai akhirnya Sasa menangis. Suster mengambil alih Sasa. Membersihkan badannya yang penuh darah.
Dokter Jung menjahit kembali bekas sayatannya. Hana selamat. Bayi mereka selamat.
Dokter Jung melihat ke box bayi Sasa. Ia sedang tidur pulas. Sasa tiba-tiba menangis. Dokter Jung menepuk-nepuk ringan paha Sasa.
"Tenang sayang. Ada papa di sini. Mari kira berdoa bersama supaya mama cepat sadar," ucap dokter Jung dengan lembut.