Petir menggelegar menusuk ke beberapa ruas bumi yang saling tarik-menarik muatan listriknya dengan awan penopang.Sang surya telah lama meredup kalah saing dengan awan-awan hitam tebal yang membumbung bertumpuk-tumpuk di cakrawala.Sang bumi hanya bisa pasrah menerima kegelapan dengan para makhluknya yang ikut berteduh dibalik bangunan-bangunan menghindar dari hujatan petir-petir yang mengilat dan angin yang menderu walaupun hujan yang turun hanya gerimis.
Tak jauh berbeda,para siswa,siswi,dan para guru SMA Bakti juga melakukan hal yang sama.Mereka berlindung dari petir dan angin kencang di bawah dua gedung sekolahnya.Namun bedanya,mereka berteduh sembari dibarengi rasa ketakutan karena aliran listrik sekolah yang padam ditambah lagi rumor menyeramkan yang telah lama beredar di wilayah sekolah.
"Haish,menyebalkan sekali.Bisakah kalian tenang sedikit?ini cuma pemadaman listrik dan petir,bukan akhir dunia.Haish..."gerutu Fairuz.Murid pindahan beberapa Minggu yang lalu.Ia kesal dengan teman-teman sekolahnya yang terlihat sangat ketakutan dan melebih-lebihkan.
Fahmi yang duduk disebelah Fairuz pun menimpalinya dan membisikan sesuatu kepadanya.
"Apa kamu tidak tahu bahwa sekolah ini angker?satu orang siswa dan satu orang siswi si jenius sekolah pernah meninggal di bangunan sekolah ini beberapa tahun lalu dengan jarak masing-masing dua tahun.Dan jika dihitung,tahun ini adalah tahun akhir jaraknya!"bisik Fahmi dengan tubuh yang masih bergetar ketakutan.
Fairuz mendengarkan dengan seksama.Namun pernyataan Fahmi serasa begitu kacang.Bukannya membuat Fairuz takut,justru ia membuat Fairuz semakin penasaran.
"Wah,benarkah?kereeen.Ayo ceritakan lagi!"ujar Fairuz.
"Hm,iya aku juga penasaran!"sahut Alva yang juga murid pindahan yang duduk disebelah kanan Fahmi ikut nimbrung.Rupanya ia juga mendengarkannya.
Fahmi terbelalak.
"Apa? kejadian seperti itu kalian bilang keren?haish,aku sudah menduganya,kalian memang orang-orang aneh!"ujar Fahmi.
"Terserah apa katamu.Ayo ceritakan lagi!"paksa Fairuz terus menerus walaupun Fahmi tidak mau.
Sampai pada saat dimana Fahmi hendak menceritakan kejadian itu lagi.
Tiba-tiba.
"Aaaaaaa............"Jeritan keras seorang perempuan terdengar menusuk ke gendang telinga.Suaranya sepertinya berasal dari lantai atas dimana kantor para guru,perpus dan kelas XII D berada.
Sontak semuanya mulai mericuh tak karuan.Semua orang yang ada di dalam ruangan kelas XI C tampak semakin ketakutan dengan tubuh semakin bergetar dan bulu kuduk masing-masing berdiri saking mengerikannya jeritan di tengah kegelapan dan angin yang begitu menderu tersebut.Ditambah lagi hari ini bertepatan dengan hari dimana kejadian kematian tragis dua dan empat tahun silam itu terjadi.
"Ruz,kamu mau kemana?"tanya Fahmi sembari menarik celana Fairuz yang berdiri hendak pergi.
"Ya kemana lagi,nyamperin asal suara lah.Takut ada apa-apa sama orang yang teriak.Ditambah lagi aku juga penasaran!"Jawab Fairuz dengan enteng sembari melepaskan pegangan Fahmi.
"Kalo gitu bapak juga ikut kamu,Ruz"sahut pak Deny,wali kelasnya seketika.Ia rupanya mendengar ucapan Fairuz yang begitu berani tersebut.
"Aku juga"sahut Alva tak mau ketinggalan.
Maka dengan hanya berbekal keberanian dan tekad.Guru dan dua muridnya tersebut mulai berjalan menyusuri lorong-lorong kelas yang begitu mencekam.Tirai-tirai putih kecil yang menggantung di jendela melambai-lambai diterbangkan angin bak pakaian hantu yang sedang tertawa berusaha menakuti keduanya.Suara langkah kaki mereka yang menggema disaat menaiki anak tangga pun terdengar seperti suara langkah kaki orang lain yang seakan sedang mengikuti mereka dari belakang.Senter yang pak Deny bawa pun terus menyusuri pelosok-pelosok ruangan mencari seorang wanita yang tadi menjerit yang entah sosok berada atau tak kasat mata.
Sampai disaat mereka berjalan menuju ruang terakhir yaitu perpustakaan sekolah,cahaya senter pak Deny menyorot seseorang yang tergeletak di ambang pintu perpus tersebut yang sudah tidak sadarkan diri.
"Bu Sophie....!"
Pak Deny,Alva dan Fairuz segera berlari menghampiri wanita dewasa yang tergeletak tersebut.Ia tak lain adalah wanita yang menjerit sangat keras tadi.Dan beruntung,ia hanya pingsan.
Namun,kejadian mencekam tersebut tidak berhenti begitu saja.Seperti peribahasanya,"Cahaya pembuka segala hal tersembunyi",tak terkecuali cahaya senter milik Bu Sophie yang sedari tadi tergeletak.Cahaya itu rupanya menyoroti hal yang lebih mengejutkan juga lebih mengerikan.
"Pak Deny,Alva,lihat!"kata Fairuz pada wali kelasnya dan teman sekelasnya tersebut sembari agak ternganga,bengong dengan apa yang ia lihat.Pak Deny dan Alva pun sama halnya,ketika ia melihat apa yang ditunjukkan oleh Fairuz.
Di tengah petir yang masih bersautan dan angin kencang yang menderu dipadu kegelapan dan gerimis itu Fairuz menunjuk kedalam perpus,telunjuknya mengarah ke sesosok tubuh yang tergeletak terkapar kaku dengan mulut ternganga.Bukan hanya itu saja,setelah diamati sosok tersebut adalah seorang siswa dan tak lain adalah Daniel,si jenius.Sungguh itu adalah hal yang tak terduga dan baru kali ini mereka lihat dan secara otomatis menggerakkan tangan pak Deny untuk segera melapor kepada para polisi.Sedangkan Fairuz dan Alva teringat akan apa yang Fahmi beritahukan padanya tadi.
Pak Deny kemudian segera membawa Bu Sophie ke lantai bawah untuk dirawat disana.Sedangkan Fairuz dan Alva masuk ke ruangan tersebut dengan hati-hati sembari meneliti apa yang sebenarnya telah terjadi.
Sampai satu jam berlalu,Fairuz,Alva,dan polisi yang datang tidak lama setelah pak Deny melapor,bekerja sama.Setelah pengamatan yang begitu jeli,mereka mendapati beberapa petunjuk penyebab kematian Daniel.Diantaranya,Jendela yang dibiarkan terbuka dan rangka bagian bawahnya yang begitu basah,stop kontak yang ada dibawah jendela,hangus karena korsleting yang disebabkan oleh air hujan yang mengalir dari jendela.Mereka juga mendapati buku sejarah yang terbuka dan meja baca yang diduga menjadi tempat Daniel berada sebelum meninggal agak basah karena hujan.Sedangkan petunjuk yang ditemukan dari mayat Daniel adalah memar yang terlihat samar-samar di punggungnya dan bekas hitam seperti tali yang melingkar di lehernya.
Dan setelah mengintrogasi orang-orang,mereka mendapatkan informasi tambahan yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut bukan hanya kecelakaan belaka.
"Tidak ada orang yang melihat Daniel masuk ke perpustakaan,mereka hanya melihat petugas kebersihan yang sedang bertugas dengan tempat sampahnya.Teman seasramanya mengatakan bahwa Daniel selalu mengigau "um..um..maafkan aku...um...Jangan..".Mantan pacarnya,Selvi mengaku bahwa saat Daniel memutuskannya Daniel berkata "aku tidak pantas bahagia".Sedang Bu Sophie mengaku bahwa sebelum pingsan ia berada di kantor bersama para guru perempuan lainnya.Sampai ia mendengar sesuatu dari perpus.Dan karena dia termasuk orang yang penasaran, maka ia pun pergi memeriksanya.Namun kenyataannya lebih mengerikan daripada dugaannya.Ia mendapati lantai perpustakaan yang basah dan ia juga hampir tergelincir.Ia menggerutu karena lantai basah tersebut, sampai cahaya senternya menyoroti mayat Daniel yang sudah kaku dan membuatnya berteriak ketakutan dan akhirnya pingsan.Sedangkan ibu Daniel yang menjadi guru fisika gedung sebelah tidak tahu apa-apa.Ia hanya terus menangis histeris di lantai bawah setelah mengetahui anaknya meninggal tanpa peduli pakaiannya yang begitu basah"Tutur Fairuz panjang lebar menjelaskan semua pernyataan orang-orang yang didengarnya.
"Kejadian ini memang seperti sebuah kecelakaan.Namun,yang aku pertanyakan adalah,mengapa Daniel membaca dengan jendela terbuka saat hujan angin begini?jelas-jelas itu tidaklah nyaman!.Jika ia membaca sebelum hujan turun,maka tidak akan akan ada korsleting listrik karena air hujan yang turun dari jendela yang membuatnya meninggal karena tak sengaja menyentuh stop kontak!"ujar polisi penyelidik tak mengerti.
"Paman,aku yakin ini sebuah kasus pembunuhan.Karena bagaimanapun kejadian yang sama persis pernah terjadi dua dan empat tahun yang lalu"ujar Fairuz bersikukuh.Sampai akhirnya ia menemukan kejanggalan lain ketika mengecek jendela tersebut.
"Paman,bukankah rangka jendela bagian bawah ini bisa dikatakan aneh karena terlalu basah oleh hujan gerimis seperti ini?lihat,bekas jalan airnya juga terlihat begitu lebar dan rata seperti diguyur air yang banyak sekaligus"ujar Fairuz sembari menunjukkan bekas jalan air yang mengalir ke stop kontak.
"Ah iya kamu benar.Air dari hujan gerimis seperti ini tidak mungkin bisa begitu banyak!"jawab polisi penyelidik Tao.
Sampai tiba-tiba polisi penyelidik Tao menerima panggilan dari pihak rumah sakit.Dan benar saja,kejanggalan kembali mereka dapati.
"Pihak rumah sakit menyatakan bahwa mayat tersebut maninggal sekitar dua jam tiga puluh menit yang lalu tepatnya jam 08.00.Seharusnya prediksi ku dia meninggal di jam 09.00 berbarengan dengan pemadaman listrik yang terjadi pada jam tersebut.Sedangkan Bu Sophie mendengar sesuatu yang ambruk sekitar jam 09.00 juga dan pergi meninggalkan ruangan jam 09.03.Aku,Alva dan Pak Deny sampai di TKP sekitar jam 09.10"tutur Fairuz setelah diberitahu polisi penyelidik Tao,ia menganalisis.Begitu pula polisi penyelidik.Ia nampak semakin bingung.
"Jika begitu.Maka kemungkinan besar ini memang pembunuhan dan tersangka yang paling kuat adalah Bu Sophie.Tapi bagaimana ia melakukan semua ini dalam kurun waktu 7 menit ditambah waktu ia berjalan dari ruang guru ke perpus?"tanya polisi penyelidik Tao heran.
"Tidak mungkin hal itu dilakukan dalam sepuluh menit.lagi pula walaupun Bu Sophie sempat punya masalah dengan Daniel,tapi para guru yang bersamanya mengatakan dia tidak meninggalkan ruangan sama sekali dari jam 07.00"jawab Fairuz dengan yakin.
"Aku lebih curiga pada petugas kebersihan yang bertugas dikoridor yang dilihat seorang siswa kelas XII D dari ruang kelasnya yang bersebelahan dengan perpustakaan.Dia terlihat pada 30 menit sebelum pemadaman listrik.tepatnya sekitar jam 08.30.Tapi Pak Toni sang petugas kebersihan dan beberapa orang yang sedang mengobrol dikantin mengatakan bahwa Pak Toni tidak kemana-mana pada pukul 08.00 sampai jam 09.30"sahut Alva yang tiba-tiba datang bersama polisi penyelidik Cho.Setelah selesai memeriksa loker dan lemari asrama milik Daniel sembari membawa tempat sampah dorong milik kelas X A.
"Ya kau benar.Dan tong sampah itu terlihat cukup untuk satu orang sebesar Daniel.Kemungkinan pelaku telah membunuh Daniel dengan memukul keras pundaknya dengan sebuah benda.Kemudian mencari cara untuk menyembunyikannya dan memasukkan jasad Daniel ke tong sampah.Ia kemudian menuju perpus dan sampai di koridor ini pada jam 08.30.Ia kemudian mendudukan Daniel di kursi,memasangkan kawat besi ke leher korban dan mengaitkannya ke sekitar stop kontak.Dia hanya perlu menyiramkan air dari bawah kusen jendela supaya terlihat seperti air hujan.Dan akhirnya pemadaman pun terjadi karena korsleting disini dan membut jenazah Daniel tersetrum dan ambruk ke lantai.Lalu pelaku menyadari ada yang kurang,ia pun mengambil buku dan membukanya seolah-olah sedang dibaca,ia juga membuka jendela dan mencopot Kawat besi yang menimbulkan bekas dileher korban tersebut dan tak lupa menghapus jejak dari sepatunya dengan mengepel lantai ruangan ini."tutur Fairuz memberikan deduksi.
"Ya,kau benar.Di kotak sampah ini ada bukti pemukulnya yaitu kayu!"timpal polisi penyelidik Cho.
"Tunggu bukankah ini tong sampah milik kelas X yang gedungnya di sebelah gedung sekolah yang ini?"tanya Fairuz heran.Ia melihat tulisan penanda milik di bagian sebelah kiri tong sampah tersebut.
"Ya,itu dia.Pak Toni juga kebingungan tadi melihat tong ini ada di tempat alat kebersihan gedung sekolah kita.Dan aku menemukan kayu yang kemungkinan telah dipakai untuk memukul korban.Makanya aku ambil ke sini bersama dengan paman Cho.Dan berdasarkan benda ini pelaku kemungkinan berasal dari gedung sekolah yang bersebelahan dengan gedung sekolah yang ini dan benda yang ada di sakuku akan memperjelas siapa pelakunya!"ujar Alva sembari menunjukan buku catatan harian yang ia dapatkan dari loker milik Daniel.
"Ah bagus sekali.Tapi kita belum menemukan wadah yang digunakan pelaku untuk menyiramkan air dan kawatnya"ujar polisi penyelidik Cho.Sampai ia melihat Fairuz sudah memegangi kawat dan wadah pensil yang basah bagian dalamnya.
"Ada pertanyaan lain paman?"goda Fairuz pada polisi penyelidik Cho.Ia sudah menemukan benda yang bersangkutan.
"Pelaku tidak perlu menyambungkan kawat supaya listrik mengalir dan membahayakan diri sendiri.Ia mengaitkan kawat pada besi yang ada di stop kontak yang tidak mengalirkan arus litrik.Ia cukup mengalirkan air yang merupakan konduktor listrik terbaik supaya arus listrik dari besi penghantar listrik stop kontak mengalir ke kawat besi yang ia pasangkan di leher korban dan membuatnya tersetrum hingga kaku.Dan sekarang yang tinggal kita lakukan adalah mencari pelaku yang sebenarnya!."tutur Alva menjelaskan dan menegaskan.Sampai kemudian Fairuz bertanya tentang apa yang Alva temukan di loker Daniel.
"Disini tertulis catatan tahun 2019.Ia menuliskan: "tanganku berhasil mendapatkan Kartu As MA berdarah dan menjadi pemain utama".Tidak ada catatan tahun 2020 yang ada adalah catatan tahun ini.Ia menuliskan: "Nasi menjadi bubur.Darah yang mengalir lebih penting dari pada hati tapi bangkai pun begitu menakutkan"tutur Alva.Semuanya terdiam agak kaku dengan catatan yang rumit itu.Sampai Alva bertanya pak Deny yang sedari tadi terdiam hanya menyimak.
"Pak,apakah Daniel,siswa, dan siswi yang meninggal dua dan empat tahun lalu pernah ada masalah?"
Pak Deny pun menjawab bahwa siswa yang meninggal dua tahun lalu adalah saudara jauh dari Daniel.Dan mereka sama-sama pintar.Adapun siswi yang meninggal empat tahun lalu tidak punya hubungan sama sekali dengan Daniel.
Alva dan Fairuz tersentak mendengar pertanyaan tersebut.
"Mereka masih keluarga"ujar Alva.
"kata 'um','darah yang mengalir','gedung sebelah','pakaian basah padahal hanya beberapa menit berlari dibawah hujan gerimis.." Ujar Fairuz meneruskan.
Mereka saling bertatapan karena tersentak menyadari siapa pelakunya.Mereka pun segera mengajak para polisi penyelidik dan pak Deny turun ke bawah dan menemui Ibu Daniel.Sampai disaat mereka berdiri tepat di hadapan guru fisika yang tak lain adalah Ibu Daniel,mereka berkata dengan tegas.
"DIALAH PELAKU YANG SEBENARNYA!"ujar mereka dengan lantang kepada Ibu Daniel pengajar gedung sebelah tersebut,membuat semua orang tercengang.
"Tanganku berhasil mendapatkan kartu As MA dan menjadi pemain utama.'Kartu As MA berdarah' itu berarti adalah siswa yang meninggal dua tahun lalu.Karena siswa tersebut adalah kebanggaan sekolah bisa dibilang dia itu Kartu As.Sedang 'MA' itu singkatan dari Madrasah Aliyah yang berarti SMA dan darah berarti orang yang ada digenggamnya masih keluarganya.Kata 'mendapatkan' itu berarti berhasil membunuhnya.Dan kalimat 'pemain utama' berarti posisi 'Kartu As' tersebut.Ini menjelaskan bahwa Daniel yang membunuh saudara jauhnya sendiri"ujar Fairuz menjelaskan.
"Ia tidak menulis catatan lagi.Sampai akhirnya ibunya mengetahui perbuatannya dan akhirnya selalu menyulitkan nya dan membuat ia ketakukan sampai-sampai membuatnya bergumam"um..um..maafkan aku...um..jangan..".Kata 'um' atau 'ummi' yang disebutkan bukan gumaman,namun sebuah ungkapan dalam bahasa Arab yang berarti ibu.Ungkapan penyesalannya terbukti di catatan tersebut dengan kalimat 'nasi sudah menjadi bubur'.Ia memutuskan Selvi siswi yang dicintainya karena menurutnya ia tak pantas bahagia setelah melakukan pembunuhan tersebut.Pernyataan Selvi tentang Daniel pun terbukti di kata 'darah yang mengalir lebih penting daripada hati'.Dan yang dimaksud 'darah yang mengalir' juga berarti keluarganya dan bentuk penyesalannya.Pelaku pertama bisa dipastikan adalah Daniel sendiri dan bisa disimpulkan penyebab Daniel ingin membunuhnya adalah karena iri dan ingin mengambil posisi yang dimiliki saudara jauhnya tersebut."tutur Fairuz menyambung Alva.
"Namun bukan berarti Daniel membunuh diri sendiri karena ia pelaku sebelumnya.Karena dicatatan tersebut pun mengatakan bahwa ia enggan bunuh diri dan takut mati.Ini dijelaskan pada kalimat terakhir 'tapi bangkai pun begitu menakutkan' kalimat ini bukan berarti ia takut akan bangkai.Karena,jika ia takut maka tak mungkin ia membunuh.Maka disimpulkan bahwa bangkai tersebut berarti kematian"Ujar Fairuz mengakhiri deduksinya.
Namun, orang-orang masih tidak percaya.Karena bagaimanapun mereka selalu melihat Daniel dan ibunya selalu akur.
"Bagaimana mungkin?"tanya pak Deny tak percaya.Tapi Fairuz dan Alva menyanggahnya.
"Mungkin saja.Bagaimanapun apa yang kita lihat dari luar,buruk ataupun baik sering kali tak sesuai dengan kenyataan yang bersembunyi dibaliknya.Kasih sayang pun kadang kala kalah karena malu dan hal yang bersifat individualis.Ibu Daniel kemungkinan mempunyai masalah internal dengan Daniel.Sehingga setelah ia tahu akan kejahatan yang Daniel lakukan ia semakin membenci Daniel.Ia pun mengancam Daniel dan akhirnya memukul Daniel dengan keras hingga meninggal,kemudian ia memakai pakaian petugas kebersihan dan memasukkan jasad Daniel ke tong sampah yang tak ia sadari mempunyai tanda kepemilikan dan memberi petunjuk kepada kami bahwa pelakunya kemungkinan besar dari gedung sebelah.Kemudian dia naik ke lantai atas,menuju perpustakaan dimana dahulu keponakan jauhnya terbunuh dan berbuat pemalsuan kematian seperti yang dilakukan oleh Daniel dua tahun lalu.Semua itu bisa terbukti dari pakaiannya yang begitu basah saat datang kesini.Padahal dia menyebutkan bahwa dia buru-buru kesini setelah mendapat telpon pada saat dia duduk dikantor bangunan sebelah."tutur Fairuz menyanggah panjang lebar.
"Dan buktinya bisa kalian lihat di tong sampah dekat mobilku"sahut Bu Sophie yang tiba-tiba datang dari pintu sembari menunjukkan Vidio rekaman cctv mobilnya yang terparkir dibelakang sebuah tong sampah bertutup dari handphone-nya.
"Sekolah ini memang tidak mempunyai cctv.Tapi jangan berfikir mobilku tidak!"lanjut Bu Sophie.
Semuanya pun terkejut melihat tindakan Bu Sophie yang diluar dugaan tak terkecuali Alva dan Fairuz.Mereka tadi memang hendak mengatakan bahwa barang bukti yang berupa pakaian petugas kebersihan kemungkinan ada di salah satu tong sampah sekitar sekolah.Karena bagaimanapun pelaku takkan mungkin bisa menyembunyikan barang bukti begitu jauh dan pelakunya tak mungkin berlari jauh juga karena Bu Sophie menemukan jenazah dan menjerit dalam kurun waktu yang begitu cepat dan membuat polisi datang dalam kurun waktu yang cepat pula.
Akhirnya semua orang pun percaya dan yakin.Kasus pun ditutup.Ibu Daniel pun ditetapkan sebagai pelaku dan dia mengakui perbuatannya.Ia juga mengiyakan semua pernyataan Alva dan Fairuz.Ia pun tidak dapat mengelak karena bukti pun terlihat jelas dalam rekaman.Dan yang paling mengejutkan Ibu Daniel mengaku bahwa Daniel bukan anaknya.Daniel ternyata anak haram dari suaminya.Dan karena Daniel tersebut,ia seringkali dipermalukan keluarganya dan semakin membenci Daniel.Apalagi setelah tahu bahwa Daniel adalah seorang pembunuh.Daripada ia harus menanggung malu,akhirnya Ibu Daniel pun memutuskan untuk membunuhnya.
Adapun tentang kejadian empat tahun lalu tentang meninggalnya seorang siswi jenius,ia menjelaskan bahwa kejadian itu semata-mata adalah tindakan bunuh diri yang akhirnya Daniel tiru untuk membunuh saudara jauhnya tersebut.
Dan berakhirlah pernyataan-pernyataan.Berakhir pula rumor yang menyebutkan sekolah itu berhantu.
"Wah,kalian hebat sekali"
"Terimakasih bantuannya.Berkat kalian,kasus ini terpecahkan juga!"
puji polisi penyelidik Cho dan polisi penyelidik Tao kepada Alva dan Fairuz sembari menepuk pundak keduanya.
"Terimakasih banyak atas pujiannya paman.Kami akan lebih berusaha lagi"jawab Fairuz dan Alva sembari tersenyum merekah.
Tamat.
~"Terimakasih banyak untuk para pembaca☺️"~
📌jangan lupa kasih love dan komen diceritaku☺️