Sulit katanya bagi yang memecahkan kasus pembunuhan ini, yaa.. itu bagi yang sudah mencoba memecahkan misteri dan kasus ini, tapi sosok gadis yang bernama Melisya dan teman - temannya merasa penasaran siapakah pembunuhnya, jadi Melisya dan teman - temannya mencoba memecahkan kasus tersebut.
Penasaran dengan kisah selanjutnya??
Yuk baca!!
Eitss.. sebelum membaca cerpen ini alangkah baiknya memberi tanda love/Like cerpen ini agar saya tambah semangat lagi dalam membuat cerpen!
***
Kisah dimulai..
Nampak seorang gadis yang tersesat di tengah hutan.
"Dimana aku?.., " tanya gadis itu dalam rasa paniknya
"Apakah ada orang disini?" tanya gadis itu sambil berteriak dengan kencang
Tampa gadis itu sadari, ia sudah dipukuli oleh seseorang, tepat pada bagian kepala gadis itu.
***
Pagi hari yang cerah terlihat seorang gadis yang sedang memakan sesuatu sambil ia duduk di sofa.
Gadis tersebut bernama Melisya, ia adalah anak SMA, melisya berumur 16 thn.
"Yang ini jelek, dan yang ini juga, uuh.. ga ada tontonan yang bagus untuk ditonton," Ucap Melisya sambil terus mengganti siaran TV
Tiba - tiba saja ada berita yang sangat mengejutkan dimata Melisya.
"Siapa saja yang dapat memecahkan kasus pembunuhan ini atau sekaligus menemukan pembunuhnya, ia akan mendapatkan 1 Miliar," Ucap Seseorang yang berada di acara TV tersebut
"Menarik..," ucap Melisya
"Jika kalian ingin memecahkan kasus ini silahkan datanglah ke jalan XXX Kabupaten A, jika ada kendala lain silahkan hubungi 085890775434566," Ucap Seseorang dalam acara TV tersebut
Setelah Melisya mendengar perkataan orang itu, ia langsung mencatat nama jalan dan no telpon tersebut.
Melisya sudah berusaha dengan kemampuannya untuk menyelesaikan kasus tersebut namun tidak membuahkan hasil, bahkan Melisya sudah memata - matai orang sekitar tetapi tetap tidak ketemu.
"Uh.. susah banget lagi, gimana ya, coba gw hubungin temen - temen gw," ucap Melisya
Setelah Melisya menghubungi teman - temannya satu persatu, temannya setuju dan ikut dalam menyelesaikan misi tersebut.
Keesokan harinya Melisya serta teman - temannya yang bernama Tata, Diva, Celine, dan Qia telah menentukan tempat yang cocok untuk berdiskusi.
Teman - teman Melisya dan Melisya sendiri sudah memiliki sebuah markas rahasia yang mereka bangun bersama dengan uang mereka.
"Jadi gimanapun caranya kita harus menyelesaikan misi ini, karena kalau kita menyelesaikan misi ini dengan sempurna maka kita akan membagi sama rata hasinya," ucap Melisya
"Gw setuju," ucap temannya dengan serempak
"Coba lo ceritain dulu deh, ceritain dulu kejadiannya dari awal hingga akhir baru kita diskusi dan juga memberikan pendapat," ucap celine
"Jadi gini ada sosok wanita yang secara sengaja membunuh seorang pria yang bernama Fano, tapi yang kita harus cari tau adalah si pembunuh, jika kita udah menemukan si pembunuh maka kita akan mengabarkan nya lewat no ini," ucap Melisya dengan panjang lebar
"Menurut gw ya, kenapa kita ga berpencar gitu nyari orang nya, biar dapet, hap.. langsung telpon, kan jadi mudah tugasnya," pendapat Tata
"Gw ga setuju dengan pendapat Tata!, kalo kita berpencar terus pembunuhnya mencari cara untuk melepaskan diri dari kita bagaimana caranya kita menangkap pembunuh itu kembali? kan mustahil bagi kita," Pendapat Diva
"Gw setuju banget sama lo div, gw takut dia kabur dengan berbagai cara," Pendapat Qia
"Kalo lo celine?" tanya Melisya
"Gw belum punya pendapat," ucap Celine
"Nah.. kalo gitu gini aja gimana kita akan mengadakan pemilihan ni, misalnya yang milih pendapat Diva paling banyak berarti kita milih pendapat Diva, gimana setuju ga kalian kayak gitu caranya?" tanya Melisya
"Gw setuju banget, gw yakin pasti banyak yang pilih gw," ucap Tata dengan kepercayaan diri yang tinggi
"Enak aja, pasti pendapat Diva yang paling banyak," ucap Qia
"Udah jangan berantem, jadi gini kita harus mencari tanda tangan orang sebanyak 100 orang, pokoknya kalian bebas deh mau minta tanda tangan siapa aja, asalkan jangan kasi tau apa tujuan tanda tangan itu, kasi tau aja untuk apa gitu, kalian setuju kayak gitu?" tanya Melisya
"Gw udah pasti setuju dengan pendapat Meli," ucap Qia
"Gw pasti juga donk," ucap Tata
"Gimana untuk kalian berdua, setuju ga?" tanya Melisya
"Gw setuju, " ucap celine
"Gw setuju, karena itu adalah cara yang paling adil," ujar Diva
"Baik kalo begitu kalian boleh minta tanda tangannya mulai dari besok aja, batas waktu pengumpulan tanda tangannya sampai tanggal 29 Oktober," ucap Melisya
Setelah mereka berdiskusi, merekapun pulang kerumah mereka masing - masing.
Keesokannya..
Terlihat sosok wanita yang sedang merasa panik.
"Maaf boleh saya bertanya, kenapa anda begitu panik, apakah anda memerlukan bantuan saya?" tanya Tata
"Tolong saya, sedang ada sosok pria di sana yang sedang mengikuti saya, " bisik wanita itu
"Gw punya ide, gw pura - pura aja jadi temannya," guman Tata
"Hai, kamu kan sahabat temenku itukan?, siapa ya namanya aku lupa, seinget aku kamu itu namanya Maria," Acting Tata
"Iya, aku juga inget banget sama kamu, akhirnya kita ketemuan disini," ucap wanita itu
Tata berusaha terus berbicara dengan wanita itu dengan berbagai topik pembicaraan, dan pada akhirnya pria itu mulai tidak tahan berada disana, pria tersebut lantas pergi meninggalkan wanita itu.
"Btw makasih banyak ya udah bantuin saya," ucap gadis itu
"Iya sama - sama, btw nama aku Tata kalau nama kamu siapa?" tanya Tata
"Salken gw Feli, oh ya.. gw masih ada banyak urusan, ini no WA gw kalau lo butuh bantuan gw tinggal chat pribadi gw aja, byee.., " ucap Feli yang pergi meninggalkan Tata dengan terburu - buru
"Kok ada yang lupa ya, oh iya.. gw lupa mintain tanda tangan sama dia ntaran aja deh," ucap Tata
Tatapun pergi ke rumahnya untuk menghitung berapa jumlah tanda tangan yang ia dapat.
Sesampainya dirumah tata..
"Sayang banget deh padahal kurang tanda tangan lagi 15 orang, siapa ya yang mau gw mintain tanda tangan, mana lagi 3 hari lagi batas pengumpulan nya, yaudah besok aja deh, mau rebahan dulu," ucap tata pada dirinya sendiri
3 hari hari kemudian dimana tempat pengumpulan tanda tangan.
"Gimana, kalian udah dapat tanda tangan?" tanya Melisya
"Gw dan Diva udah dapet kok ni liat kalo ga percaya," ucap Qia sambil menyerahkan 3 lembar kertas yang berisi banyak tanda tangan
"Oke bagus, terus punya tata mana?, coba liat," ucap Melisya
"Duh.. gw belum ngumpulin nyampe 100 lagi, baru aja 85," guman Tata
"Mana?" tanya Melisya
"Apa jangan - jangan tata belum ngumpulin nyampe 100 lagi, kasihan," ledek Qia
"Jaga ya mulut lo, gw udah ngumpulin same 100," ancam Tata sambil menyerahkan 2 lembar kertas
"Oke, ntar gw cek ya, kalau udah sesuai dengan perjanjian baru kita milih yang tanda tangannya udah 100 orang," ucap Melisya
Setelah Melisya mengecek lembar yang berisi tanda tangan tersebut akhirnya melisya mengumumkan siapa keputusan yang dipilih.
"Jadi.. yang keputusannya dipilih adalah keputusan Diva dan Qia," ucap Melisya
"Yey, akhirnya keputusan kamu dipilih juga, " ucap Qia
"Oke jadi menurut lo gimana va?" tanya Melisya
"Gini jadi kita akan menyamar menjadi seseorang yang tidak dikenali banyak orang, kalau kita dikenali maka musuh otomatis akan mengetahui tentang identitas kita," pendapat Diva
"Oke, jadi sudah dipastikan karena Diva mendapatkan tanda tangan orang sebanyak 100 jadi kita harus mengikuti cara Diva," ucap Melisya
"Iye pemimpin," saut Tata
"Hahaha.. kasihan keputusannya ga dipilih," ledek Qia
"Awas aja ya lo, tak bawain sendal terbang," ancam Tata
"Oh ya satu lagi, disini kita harus tidak boleh berkelahi atau bertengkar sesama team, kalau ada problem/masalah kita harus menyelesaikan masalah kita dan bicaran secara baik - baik," ucap Melisya
Mereka pun mulai menyusun sesuai rencana mereka.
"Halo.. halo cek taman bunga," ucap Tata dengan suara pelan nya
"Iya.. taman bunga, cepat taman bunga segera masuk cek," ucap Qia
"cek.. cek mangga madu berjaga jaga," ucap Qia
"Oke masuk, akan segera dilaksanakan," ucap Diva
Sedangkan Melisya hanya bisa menerbangkan pesawat kecil yang berisi kamera tersembunyi.
"Kok wanita itu mirip kayak.. siapa ya.. kok lupa," ucap Tata
Tatapun mulai melihat dan terus menyelidiki wanita itu ternyata ia adalah celine, tata yang melihat hal itu ia merasa syok atas apa yang ia lihat.
"Ini ga mungkin..," ucap Tata
Tata perlalahan - lahan mundur dan niatnya ingin kabur dari tempat itu.
Brak...
Brakk...
Suara barang jatuh itu sangat terdengar dengan jelas, siapa lagi yang menjatuhkan barang tersebut kalau bukan Tata, secara tidak sengaja Tata telah menjatuhkan botol kosong.
"Siapa disana?" tanya celine
"Semoga ga ketahuan," guman Tata
"Apakah ada orang disana?" tanya celine
Celinepun segera mencari arah suara tersebut, dan ia nyaris melihat Tata.
"Untunglah," ucap Tata yang tidak bisa mengatur nada bicaranya.
Celine kembali terusik dengan suara tata.
"Oh.. ternyata lo ada disini?, apa tujuan lo dateng kesini?" tanya celine
"Eee.. gw cuman mau mampir ke rumah lo," ucap tata
"Gw udah tau segalanya, pasti lo mau ngelidikin gw kan?, gw mau bilang jujur sama lo, kalau gw memang pembunuhnya," ucap celine
"Lo.., " ucap tata yang terpotong
"Apa?!, lo mau ngancem gw?, silahkan gw ga ngelarang, tapi sekarang lo adalah sasaran yang tepat bagi gw," ucap Celine sambil memegang pisau
Dengan perlahan - lahan tata mundur tapi tetap tidak bisa ditangkap oleh celine.
Betapa bodohnya celine yang tidak menyadari bahwa ada kamera tersembunyi di baju Tata.
Melisya yang menyadari tata dalam terancam, iapun segera melaporkan tindakan celine ke kantor polisi, untungnya Melisya memiliki bukti - bukti yang kuat.
Celine pun tertangkap.
Sebelum celine ingin dimasukkan ke dalam mobil polisi celine hanya tersenyum miring layaknya prisikopat.
Celine juga terus menerus mengatakan "Ini semua bukan salahku, tapi ini semua salah seorang pria,"
Dan mayat seorang pria yang bernama fano pun ditemukan di sebuah gudang bawah tanah, tepatnya di rumah celine.
Keesokan harinya Melisya, Qia, Diva, dan Tata akhinya bisa menyelesaikan misi tersebut dengan baik dan juga sesuai rencana, mereka ber empat pun mendapatkan uang sebesar 1 miliar karena telah menyelesaikan misi tersebut dengan baik.
Sesuai kesepakatan mereka Melisya pun membagi uang tersebut dengan sama rata.
*TAMAT*
Menurut kalian kenapa terus menerus celine bilang "Ini semua bukan salahku, tapi ini semua salah seorang pria," coba kalian cari tau dan kasi tau Author dengan cara komen!
Jangan lupa dikasi like cerpen ini agar Author tambah semangat lagi dalam berkarya!
Mohon maaf jika ada kesalahan kata pada cerpen ini.