"Nisya, aku mau curhat", Ucap Kinan. Nisya yang sedang mendengarkan musik. Menghentikan musiknya dan mendengarkan sahabatnya curhat. "Apa yang ingin kamu ceritakan?" tanya Nisya.
"Jadi begini, kamu ingat tidak mantanku yang bernama Bara?" tanya Kinan. Nisya mengingat-ingat kembali. "Oh, yang dia selingkuh terus dia lebih memilih cewek itu daripada kamu. Yang itu bukan?" jawab Nisya.
"Aku merindukannya Nisya. Sampai saat ini dia tidak pernah bisa jujur tentang perasaannya. Dia selalu membuatku seperti ini" kata Kinan.
"Aku bingung ya sama kamu. Padahal dia sudah menyakiti kamu loh. Dia tidak menghargai perasaan kamu. Ngapain lagi kamu merindukan dia?" kata Nisya.
"Aku juga tidak tahu. Di lubuk hatiku yang paling dalam masih ada dia yang singgah. Aku bahkan tidak tahu dia sebenarnya sudah memiliki kekasih baru atau masih sendiri. Kenapa dia seperti ini padaku?" kata Kinan.
"Kamu sadar Kinan. Dia itu sudah menyakitimu. Dia sudah membuatmu menangis. Kamu ingatkan apa yang dia lakukan padamu? Bahkan dia tidak memberikan alasan kenapa dia memilih cewek itu" kata Nisya.
Kinan terdiam. Dia mengingat saat bersama Bara. Bara tidak pernah mengungkapkan isi hatinya. Seperti hanya Kinan yang bahagia dalam hubungan itu.
"Aku mengerti kenapa dia memilih cewek itu. Bara tidak menemukan kebahagian padaku. Bara lebih merasa nyaman dan lebih bahagia dengan cewek itu. Aku mengerti itu Nisya, Aku tidak berhak memaksa dia untuk tetap bersamaku. Tapi kenapa aku selalu merindukannya? Aku selalu berharap dia akan kembali padaku" Cerita Kinan.
"Kinan, itu semua tercipta karena pikiranmu hanya tentang dia. Bukalah hatimu untuk yang lain. Perjalanan hidup kita ini masih panjang Kinan. Jika dia sudah menemukan kebahagiaannya dengan orang lain, ya kamu juga harus menemukan kebahagiaan kamu sendiri. Jangan menyakiti dirimu sendiri. Sudah jelas dia bukan cowok yang baik untuk kamu. Untuk apa kamu masih menaruh hati padanya?" Kata Nisya.
"Tempatkan dirimu di tepi jurang. Di bawah memang terlihat indah. Namun, keindahan itu hanyalah fatamorgana yang pada nyatanya yang kamu lihat indah hanyalah sebuah dasar. Jika kamu terjatuh kamu tidak menemukan keindahan itu yang kamu temui hanyalah semak belukar yang gelap dan mengerikan. Tapi jika kamu lihat ke depan, terlihat ada sebuah taman indah yang membuatmu bahagia jika berada di sana. Mana yang akan kamu pilih?" Kata Nisya.
" Aku memilih ke taman yang sudah jelas keindahannya" pilih Kinan.
"Begitulah seharusnya kamu. Move on, menjauh dari masa lalu. Bukan malah di samperin" kata Nisya.
"Aku harap kamu bisa mengerti maksud aku dan mencoba untuk melupakan Bara. Move on, menjauh, menciptakan kebahagiaan yang baru lagi" Lanjut Nisya.
"Terima kasih Nisya. Perasaan ini memang menyiksaku. Hanya aku yang berharap hubungan ini akan kembali menyatu" Kata Kinan.
Dari cerita Kinan kalau kalian di posisi Kinan Apa yang akan kalian lakukan?