Cerita ini diawali pada akhir Bulan Agustus . Ketika aku sedang merasa kesepian dan lelah karena pekerjaan yang menumpuk.Aku pun membuka handphone ku melihat film kesukaan ku di sebuah aplikasi.Tiba-tiba,film itu terhenti karena sebuah iklan.Mood ku seketika hilang karena terganggu iklan itu.
"Ah,sialan padahal lagi fokus nonton film itu.Pas masuk scene baper nya lagi."Ucap diriku sambil kesal.
Aku pun menunggu iklan berhenti sambil membuat kopi untuk menemani masa-masa santai ku.Setelah membuat kopi,entah kenapa iklan itu belum berhenti.
"Iklan apaan sih ini,udah berapa puluh menit loh belum kelar."Diriku yang kesal ini mengambil sebatang rokok dan melihat isi dari iklan ini.
Sampai saat itu,entah kenapa diriku di berfikiran untuk keluar dari rumah.Mungkin diriku kesal karena iklan itu.
Akupun keluar dari rumah sambil membeli cemilan di sebuah supermarket.Karena supermarket itu tidak jauh dari rumahku,aku pun berjalan kaki sambil menikmati keindahan sore hari.
Tiba-tiba handphone ku berdering .Saat ku lihat handphone ku, ternyata ada sebuah pesan dari nomer yang tak dikenal.
"Assalamu'alaikum, apakah benar ini dengan saudara Ardiansyah?." Pesan dari orang yang tidak kukenal.
"Wa'alaikumussalam,benar ini dengan saya.Ada apa gerangan?."Jawab diriku.
"Sebenarnya saya dapat nomer anda dari aplikasi sebelah.Katanya anda sedang butuh teman buat mengisi kekosongan di handphone anda."
Merasa kesal,aku belum menjawab pesan itu.
"Si b******, ini siapa sih malah nambah kesal." Berkata diriku di dalam hati.
Aku pun tiba di rumah sambil menunggu jam 7.
Entah kenapa diriku merasa kasihan karena tiba menjawab pesan itu.Seketika pikiran ku berkata untuk menjawab pesan itu.
"Halo,saya ingin berkenalan dengan anda.
Nama saya Eca."Balas dirinya..
"Ternyata dia seorang perempuan ya."Berkata diriku.
"Oh iya maaf,salam kenal Eca.Eh dapet nomor aku dari mana ?."Tanya diriku.
"Oh. Aku dapat nomor mu dari sebuah aplikasi handphone Katanya kamu lagi nyari temen."Jawab dirinya.
"Oh iya salam kenal ya.Semoga nyaman jadi teman saya."Balas diriku.
***
Setelah berteman dengan nya,hari demi hari,minggu demi minggu ku lewati waktu ku dengan nya.Mengobrol dengan nya,menelpon dia setiap hari, bercanda tawa bersama.Entah kenapa rasanya diriku mulai jatuh cinta kepadanya.
Aku merasakan cinta yang sangat menawan nan indah.Diri ini setelah sekian lamanya merasakan cinta setelah beberapa Tahun terakhir diri ini melajang.Aku jatuh cinta pada seorang perempuan suku Jawa yang seumuran dengan ku.
Hari demi hari berlalu, diriku pun menjalin hubungan dengan nya selama beberapa bulan.
Rasa sayang ku kepadanya bertambah banyak.
Untuk pertama kalinya diriku gundah gulana karena cinta.
***
Waktu menunjukkan pukul 08.30.Diriku sedang asyik bermain game bersama teman sekampung ku.Tiba-tiba dia menelpon,terlintas dipikiran ku untuk segera mengangkat nya.Karena kalau dirinya menelpon,pasti ada suatu masalah yang dibicarakan kepada diriku.
Aku pun mengangkat telpon nya sambil berkata
"Assalamualaikum,ada apa yang? kamu gak kenapa-kenapa kan?."
"Wa'alaikumussalam,Anu sayang.Besok malam aku mau cerita sesuatu boleh?"Jawab dia.
"Boleh kok,mau tanya apapun boleh kok yang.Kan kamu calon istri aku.Hihihihi."Entah kenapa diriku terlalu alay saat itu.Mungkin efek dari jatuh cinta,dan rasa kangen barcampur aduk menjadi satu.
"Oh iya makasih yang atas waktu nya.Aku telpon entar malam ya."Dia menjawab dengan nada yang sangat merdu, seakan-akan diriku terbuai oleh kenikmatan suaranya .
***
Malam pun tiba Pada saat itu,waktu menunjukan pukul 22.00.Sebenarnya,aku sempat curiga karena saat aku chat dirinya,dia tak kunjung membalas sampai saat ini.Aku menunggu sampai tengah malam.Tak kunjung dia menelpon ku.
Entah kenapa diriku langsung berfikiran buruk kepadanya.Dan benar, tiba-tiba dia menelpon ku dan berkata seolah tidak terjadi apa-apa."Maaf za, sebenarnya aku menjalin hubungan dengan mu cuman buat main-main."
Aku bingung, seketika datang sebuah rasa sesak di dadaku.Diri ini terdiam, membisu tidak tahu harus apa lagi.Satu hal yang aku bingung kan,kenapa dia tidak berkata jujur sedari dulu.Apakah aku tidak membuat dia bahagia,apakah aku hanya mengganggu kehidupan nya?,entahlah.
Diriku terdiam sejenak,dan langsung berkata kepada nya."Ahahahahaha,firasat ku ternyata benar. Cinta seorang diri itu nyata.Mencintai mu itu kenyataan,tapi mungkin dirimu tidak bisa menerima diriku untuk kedepannya."
"Sebelum nya terima kasih, karena dirimu telah menemaniku selama ini.Maaf,aku tidak bisa berbuat apa-apa.Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik.Semoga kita dipertemukan dengan jodoh yang lebih baik dari sebelumnya."Jawab dirinya sambil langsung menutup telpon itu.
Entah kenapa,diriku menangis.Apakah mungkin karena mencintai nya terlalu dalam?
Seandainya kau tahu, sebenarnya aku akan ke rumah mu beberapa hari lagi.Tetapi,usai sudah cerita cinta ini.
Mungkin,dia sudah mempunyai pendamping yang baru.Aneh nya diriku kepadanya, apakah senyuman dulu hanya sandiwara belaka?
Entahlah,aku trauma kembali.Hubungan yang ku pertahankan,ternyata yang menghancurkan dirinya.
Sudahlah, mungkin aku tidak bisa untuk mencintai seseorang lagi dalam beberapa tahun ke depan.
Aku,merasa diriku mulai ke fase.Biasa saja .
Yang pasti sesuatu yang disia-siakan,akan menjadi penyesalan untuk dirinya.
Aku hanya berdo'a, supaya dirinya tidak merasakan kesakitan yang tidak terlihat ini.
Awal Oktober, menjadi pertanda keikhlasan diri untuk melupakan nya.
Persinggahan sejenak itu terasa sangat nyata.