Tahun 90 an adalah tahun dimana banyak sekali criminal di kota Bandar lampung ini terlebih dalam 1 minggu ini sudah ada satu kasus pembunuhan wanita sosialita namun jejak si pembunuh belum juga di temukan.
Dirumah ini angel tinggal bersama temannya vivi seorang penulis buku novel terkenal di kota ini, sungguh pertemuan dua gadis ini unik karena vivi datang kerumah angel yang menyediakan jasa fotografer.
sehingga saat vivi datang bersama sang kekasih dan sahabatnya dengan jutek angel melayaninya dan sejak pertemuan itu vivi yang banyak terkena masalah di rumah kekasihnya memutuskan mengambil foto di rumah angel dan karena hujan vivi pun di izinkan menginap di rumah oleh angel.
“hiks hiks..” vivi terisak karena tidak menyangka kekasih dan sahabatnya akan menjalin hubungan di belakangnya yang membuatnya merasa kecewa dan benci bersamaan dan matanya menatap sendu foto mereka bertiga.
“aku tinggal ya, kau tidur lah di sini..” angel tampak tidak perduli dengan vivi dan dirinya pun sekarang sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
“dia kasihan sekali pria itu benar benar mau di hajar dan begitu pun dengan sahabatnya!” guma hati angel saat melihat betapa memperhatinkannya kondisi vivi seorang gadis yang sedang sedih karena di hianati oleh dua orang paling berharga dalam hidupnya.
“meong meong..” tiba tiba kucing angel menghampirinya “kau ingin aku membantunya nis? Aku selesaikan urusanku dulu ya!” selesai mengatakan itu angel tertidur bersama kucingnya.
sedang vivi yang masih duduk di ruang tamu masih saja terisak hatinya masih terasa sakit dan matanya tidak ingin berhenti menangis.
“hiks hiks..” dalam hatinya bertekad ingin melupakan semuanya namun di sisi lain hatinya tidak rela begitu saja memaafkan kekasihnya dan juga sahabatnya itu.
“Kook kok petookk” suara ayam jantan berkokok yang membuat angel terbangun dan segera mengambil wudu lalu melaksanakan solat selesai itu angel langsung ke ruang tamu “kau gak tidur ?” Tanya angel karena dirinya mengira vivi belum bangun.
“aku gak bisa tidur..” jawab vivi dengan suara lirih “baik lah aku akan masak” angel langsung pergi kedapur dan angel kebingungan harus memasak apa pasalnya angel memang tidak bisa masak.
“biar aku saja?” akhirnya vivi yang mengambil alih dan memasak bahan yang ada di dapur itu dalam waktu 30 menit semua masakannya sudah siap di hidangkan di meja.
“bagaimana rasanya?”
“enak, kau jadi pembantu ku saja di sini..” sahut angel yang mendapat tawa kecil vivi lalu matanya yang sayu menatap wajah angel yang begitu imut “kau berani bayar berapa?” angel langsung tersenyum tipis lalu di tatapnya sinis mata vivi.
“aku punya uang banyak tahu!”
“ahahaha.. angel ternyata kau lucu juga, tapi dimana keluarga mu apa ka…”
“aku tinggal sendirian dan aku gak punya orang tua!”
“ah begitu maafkan aku..”
“tak masalah! Hmm nama pacarmu rehan kan?”
“ah kenapa kau membahasnya?”
“aku curiga dia yang bunuh nina..”
“Deg..” jantung vivi berdebar seolah kata yang di ucapkan mulut angel bagai bom atom yang meledak di telinganya “apa kau tahu aku temukan gelang ini saat penyidikan?” tiba tiba angel menyodornya gelang berwarna biru kepada vivi dan di perhatikannya gelang itu dengan teliti.
“aku kira kau Cuma seorang fotografer ternyata kau detektif juga? Aku pernah lihat gelang ini berikan kepada nina saat rehan dan dia sedang di barr..” angel langsung menganggukan kepalanya dan vivi mengembalikan gelang itu padanya.
“hmm gini saja aku akan kelapangan untuk cari bukti lain dan kau kembalilah pulang kerumah pacar mu cari lah bukti lain juga?”
“apa yang bi..”
“kemarin ada cowok kejaran anak buahku mati di tabrak oleh truk dan nina mati seolah di pukul kepalanya dan sekarang kau tahu pacar mu selingkuh, rehan pria itu terpandang di kota ini dan semua yang terbunuh mengenalnya aku sudah lama mencurigainya.. dan bisa jadi kau target selanjutnya?”
“tapi aku.. baik lah aku akan membantu mu!” angel tersenyum lalu dirinya mengantarkan vivi kerumah kekasihnya sebelum angel berangkat kerja. “bos..” kata rekan kerjanya dan angel langsung duduk di kursi.
“semalam ada laporan pembunuhan lagi lady lui di temukan mati tertembak di kamarnya kami mengira dia bunuh diri?”
“hmm kebetulan sekali.. baik lah aku akan kesana tetap ikuti perkembangan penyelidikan kasus nina dan adam!”
“baik bos..” angel pun langsung pergi dan dirinya pun kini sampai di rumah Lui “ceklek..” angel membuka pintu kamar dan memperhatikan lantai kamar itu lalu tempat tidur dan lemari baju.
“cengep..” angel membuka lemari baju itu “sedikit kusut..” guma angel saat melihat baju di lemari itu sedikit berantakan lalu matanya menatap jendela.
“tak di kunci pun, dan kalau pistol di pegang oleh lui sendiri tapi kenapa kalo dia bunuh diri jendelanya terbuka tapi pintu rumah tetap di kunci?” angel sadar ada orang lain di dalam rumah ini selain lui sendiri sehingga angel pun kembali keluar dari rumah itu dan pergi kerumah sakit melihat hasil otopsi.
“tuan rehan..” angel tersenyum saat melihat sosok pria jangkung berpakaian rapi juga berada di rumah sakit “anda siapa?” Tanya rehan karena merasa asing dengan gadis berparas imut itu.
“ah saya adalah penggemar nya nona vivi jadi saya senang bisa bertemu kekasihnya di sini?” rehan langsung tersenyum “baik lah saya pergi dulu ya?” angel pun tersenyum dan membiarkan pria itu pergi.
“dia kenapa tampak tenang gitu? Padahal aku bentar lagi akan menjebloskannya di penjara!” kata hati angel lalu dirinya kembali melangkah “nona akhrinya kau datang..” kata dokter muda yang tengah buru buru menghampiri angel di toilet.
“bagaimana?” Tanya angel yang membuat dokter itu menyodorkan berkas “ini yang asli non, dan soal nanti hasilnya beda nona percaya yang hasil ini saja karena saya tadi melihat kepala dokter berbincang dengan pak rehan dan pak rehan memberinya sesuatu?” angel langsung tersenyum “kerja bagus adel, oke aku pergi dulu ya?” angel langsung kembali ke kantor polisi.
Sedang di rumah vivi mulai mencari bukti di ruang kerja kekasihnya “tak ada yang mencuri.. dek dek dek?” suara itu terdengar saat tangan vivi menggoyangkan piala dan di bukanya tutup piala itu dirinya menemukan sebuah kunci lalu vivi pun mencoba membuka laci di bawah meja kerja kekasihnya itu “buku..” vivi terkejut saat melihat buku kecil yang usang dan dirinya langsung membuka itu.
“Deg..” mata vivi langsung membelalak saat melihat daftar nama yang di coret tinta merah lalu vivi terus membalik buku itu hingga di lembar akhir dirinya pun mendapati namanya.
“vivi..” suara rehan memanggil namanya yang membuat vivi terperanjat lalu dirinya langsung segera meletakan kembali barang barang yang tadi di ambilnya ketempatnya kecuali buku kecil itu.
“ceklekk..” rehan terkejut saat membuka pintu kamar vivi tidak ada di dalamnya “jangan jangan..” rehan pun langsung melangkah cepat keruang kerjanya sedang vivi yang menunggu rehan segera melepas sepatunya dan dirinya berdiri di balik pintu.
“ceklek tap tap tap..” saat rehan membuka pintu itu dan melangkah masuk kedalam ruangan itu dengan cepat vivi langsung keluar dan tangannya segera memasukan buku itu kedalam tasnya.
“tap tap tap..” rehan menjelajahi ruang kerjanya yang luas tetapi tidak di temukan siapa pun “rey..” suara vivi lembut saat rehan sudah keluar dari ruang kerjanya “vivi..” rehan tersenyum lalu memeluk tubuh gadis itu.
“kau tak jadi marah kan? Tolong maafkan aku ya aku hilaf..” vivi menganggukan kepalanya dan kini dirinya pun berduaan cukup lama lalu berpamitan pergi kerumah angel.
“dia pasti di kantor polisi?” vivi sudah bisa menebak gadis itu berada sehingga dirinya meminta supir taksi mengantarnya kesana “bukti bukti ini sudah kuat..” kata angel pada teman temannya “tapi kita Cuma punya satu saksi bos! Orang yang nyetir truk itu juga mati kan..” protes rekannya yang membuat angel tersenyum.
“pertama hasil ini yang asli bahwa hasil otopsi membuktikan kalo peluru yang bersarang kepala lui bukan dari pistol yang di pegangnya dan adel dokter cantik asistenku dia juga jadi saksi kepala dokter telah menerima suap dari rehan tentang pemeriksaan liu yang di rekayasa.
dan saat nina mati aku menemukan gelang ini tergletak di sampingnya lalu kata vivi kekasihnya dia pernah lihat gelang itu di pakaikan oleh rehan ketangan nina.
dan soal adam dia adalah saksi yang paling di butuhkan tetapi mati di tabrak truk dan saat itu juga aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ada rehan sedang menatap kami di mobilnya yang berhenti di samping mobil yang kami tumpangi terbalik!”
Para rekan kerjanya tidak bisa berkata apa apa saat angel menjelaskan semuanya dan hasil penyelidikannya benar benar memakai data asli “angel..” tiba tiba suara petugas memecah keheningan lalu bibir angel tersenyum lebar saat melihat wajah vivi yang tampak lelah.
“kemari lah, kami ingin lihat apa yang kau dapatkan?” kini giliran vivi yang tersenyum lalu kakinya melangkah mendekati angel dan vivi langsung mengambil buku kecil di tasnya lalu di sodorkan kepada angel.
“buku ini ada banyak daftar nama orang orang yang terbunuh dan di akhir ada nama ku, aku menemukan itu di laci kerja rehan!” kata vivi yang membuat angel tersenyum puas sedang rekan kerja nya tampak melongo seolah tidak percaya lagi lagi detektif muda ini memecahkan kasus yang sudah berlangsung bertahun tahun belum juga menemukan titik terang.
“baiklah besok aku akan menjebloskan dia ke penjara, vivi terimakasih ya?” kata angel dengan tulus yang membuat vivi tersenyum bahagia sungguh dirinya senang bisa berteman dengan gadis se genius angel.
sedang rekan kerja angel tampak heran dan bertanya Tanya dalam benak mereka tentang siapa sosok sebenarnya angel itu karena gadis muda biasa tidak akan bisa melakukan perkerjaan sesulit ini.
“SELESAI”
Kalo kalian suka cerpen ini like ya dan kalo berkenan kunjungi akun ku karena aku buat banyak cerita novel dan chat story terimakasih 😉