Hana POV
Saat SMA ...
"A-apakah k-kau m-mau j-jadi p-pacarku?" Teman sekelasku yang selalu rangking satu tiba-tiba memintaku menjadi pacarnya.
Aku jelas terkejut. Selama ini kami tidak begitu dekat. Kami juga hanya bertemu di sekolah dan jarang bicara karena ia selalu berkutat dengan bukunya.
Teman kelas kami yang lain melihat kami.
"Iya." Aku menyetujui menjadi pacarnya karena aku tidak mau ia malu di depan teman-teman yang lain jika ia aku tolak.
Sementara ...
Hanya sementara ...
Bila waktunya tepat, aku akan memberitahu dia yang sebenarnya.
Keesokkan harinya ia menjemputku di rumah. Aku juga tidak tahu dari mana ia mendapatkan alamatku. Kami berangkat ke sekolah bersama.
Saat istirahat, ia membagi bekalnya untukku. Rasanya enak.
"Ini yang buat ibumu?" Aku bertanya.
"Aku yang buat sendiri."
"Boong." Aku tidak percaya. Makanan yang ia buat itu rasanya enak dan punya visual yang menarik.
Saat pulang sekolah, ia mampir ke rumah. Ia mengajariku pelajaran yang tidak aku mengerti. Perlahan tapi pasti nilai-nilai pelajaranku naik sedikit demi sedikit. Aku juga jadi jarang remedial lagi.
Tak sadar kami sudah berpacaran selama satu tahun. Padahal rencananya aku akan minta putus darinya satu bulan. Aku sudah merasa nyaman dengannya.
Sekarang waktunya kelulusan sekolah. Kami akan berjalan di jalan yang berbeda. Ia akan kuliah sedangkan aku memilih untuk bekerja karena kondisi keuangan keluarga dan aku rasa otakku takkan sanggup jika aku kuliah.
Aku sadar. Ia lebih baik bersama wanita lain. Mungkin saat ia kuliah nanti, ia akan bertemu wanita lain yang lebih pantas untuknya.
Tapi perhatiannya tak pernah berubah. Setiap pagi ia menjemputku untuk mengantarkanku ke tempat kerja dan memberi bekal untuk makan siangku. Sorenya ia akan menjemputku dan mengantarku pulang ke rumah.
Sekarang aku benar-benar jatuh cinta padanya. Aku pun melamarnya.
"Maukah kau menjadi suamiku?"