Semoga suka!
•••
Kenzie Alvaro pemuda yang dingin, cuek, masa bodo, dan sarkas.
bagaimana kalau dia menjadi seorang budak cinta? ya budak cinta seorang gadis pemalu (katanya), baik hati dan selalu darah rendah serta manis.
dan itu semua berhasil, Levina Agatha Pricilla berhasil menaklukkan kutub Utara, kulkas berjalan, Mr sarkas menjadi seorang budak cintanya.
apakah Levina sombong?tentu saya tidak!
...
...
...
...
Salah lagi.
mau tau kisah klisenya? jangan panjang-panjang dulu author habis diputusin doi karena cerita webtun hik... eh curhat deh ehehe.
oke back to topik all.
🤸🤸🤸
Terlihat seorang gadis manis dengan senyuman dibibir tipis dan ranum nya. "Kya akhirnya sampe juga di gerbang neraka gue." Ucapnya dengan gembira.
para manusia disekitar nya mulai berbisik-bisik tetangga.
"Dia gila ya."
"Masa iya gerbang neraka tapi dia keliatan bahagia."
"cantik-cantik sih edan."
Gadis manis itu langsung menatap mereka dengan sinis. "Gue tau gue cantik jangan bisik-bisik gitu dong! aku no like jadinya." ucapnya dengan kerendahan diri yang rendaaahhhh banget (baca kepedean.)
satu pemuda terkekeh geli mendengarnya. "Cantik sih cantik neng kalau kelakuannya cem setan mau diapain coba Hahaha."
"Wah masnya songgong ya." desis gadis itu dengan sinis. "Ayok lah bergelud kita." tantang gadis itu dengan wajah berani.
Pemuda itu mengangkat tangannya keudaran. "Enggak deh neng, takut saya ngeliat kunti macem Lo." jawabnya dan langsung lari dari hadapan gadis itu.
"wah wah ganteng ganteng tapi ga waras." gumam gadis itu.
Tin!Tin!Tin!
bunyi klakson mobil dibelakangnya itu.
"Washu kucing pak Mamat bunting!!!" kaget gadis itu lalu menyingkir dan melihat pengendara mobil itu.
"Minggir." ucap pemuda dalam mobil dengan datar.
Gadis itu menjawab dengan nada angkuhnya. " Siapa Lo nyuruh gue minggir?." sinis nya.
pemuda menatap datar gadis dihadapannya. "Minggir."
Gadis itu langsung menepi lalu misuh-misuh kesal.
"Anjing sekali ya kawannn!!!!." Ucapnya kencang tidak peduli orang-orang yang menatapnya sinis.
"Apaan mata Lo semua hah?!" teriaknya galak.
Tak lama seorang gadis datang dengan wajah jengkelnya. "Lovina lo--"
gadis itu menengok kebelakang lalu menemukan gadis berponi menyapanya dengan kesal.
"Yoo Mira kunaon eta teh mukannya judes amat masih pagi lho." canda Lovina dengan wajah dibuat-buat.
Mira menatap jengkel Lovina. "untung Lo temen gue, kalau bukan tak ihhh." ucap Mira dengan gemas.
Lovina terkekeh pelan. "Canda atuh Eneng, baperan amat pantes jomblo." sambil menepuk pundak Mira.
"Ngaca blok." menoyor kepala teman no akhlaknya kesal.
"By the way Lo kenal cowok yang Lo aja ribut tadi?" tanya Mira kepo.
Lovina hanya menggelengkan kepalanya. "Why?"
Mira menggelengkan kepalanya juga. "gpp kok, cuman tanya doang."
"oh"
"Yaudah yuk ke kelas."
mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka X IPA2.
••••
Spoiler chp 2.
"Lo!!!" Teriak Lovina melengking dengan menunjuk pemuda didepannya itu.
"hm?"
"GILA IDAMAN GUE BANGET MIR!!!" pekiknya histeris karena respon pemuda didepannya itu.
"hah?"
Lovina berjalan mendekati pria yang bertengkar dengannya sebelumnya lalu memegang tangan besar pemuda itu.
"LO GANTENG! JADI PACAR GUE YA."
Cowok itu menatap sinis gadis didepannya itu. "Mimpi!" ucapnya lalu menghempaskan tangan Lovina dengan kasar dan pergi dari hadapannya.
"EMEJING!!! IDAMAN GUE BANGETT!!!!" Teriak histeris Lovina yang membuat sahabatnya menepuk wajah nya karena malu menjadi sorotan sekantin.
/Siapapun tolong buat gue menghilang sekarang/
batin Mira despresot.
🌹 Penasaran? spam komen dunk
chp 2 nanti langsung ku buat saat itu juga.
like? cukup 30 aja
komen? 20 aja
biar genap ehehe.
tapi kau mau spam komen juga gpp kok.
I promise to go straight to chapter 2!!!