Menceritakan tentang kehidupan gadis yang bernama Meiga Meliala ,panggil saja Mei
Mei sejak kecil kecil tinggal dengan ibu nya ,dikarenakan ayah dan ibunya telah berpisah .
Dahulu Mei tinggal bersama ayah ,ibu dan ketiga saudara kandung nya .
Mei adalah anak terkecil sehingga dia selalu di beri kasih sayang lebih, tetapi kehidupan nya berubah di saat dia berumur 5th , disaat itulah ayah dan ibu Mei berpisah.
Stelah berpisah Mei dibawa oleh ibu nya tinggal bersama ibu nya, Mei sering kali mengurung diri di kamarnya tanpa mengatakan apa² pada ibu nya.
Seleah Mei Kelas 4SD dan usianya sekitar 10th ibunya pun menikah dengan lelaki lain, awalnya Mei tidak terima sampai akhirnya dia membuka hati untuk ayah baru nya itu,
2th setelah pernikahan ayah baru dan ibu Mei, Mei pun mempunyai adik, satu ibu beda ayah,awal nya Mei sangat senang tetapi sekarang Mei seperti tidak di anggap sama sekali.
Mei merasa iri kepada adik nya ,dikarenakan dia memiliki orang tua yang utuh sedang kan dia tidak,hari demi hari dia hadapi dengan sepi.
Mei mempunyai 2sahabat bernama Lala dan Ayu,Mei selalu curhat tentang masalah yang Mei hadapi.
pada masa Mei remaja tepat nya berumur 13th dan di masa masa SMP , dia pun menyukai teman pria sebrayan,dan dia pun men cerita kan kepada sahabat nya .
Tanpa Mei ketahui ternyata sahabat nya juga suka kepada pria yang dia suka.
Mei yang mengetahui pun mencoba untuk mengiklaskan pria tersebut, namun tanpa dia sadari ternyata bahwa sahabat nya yang bernama Lala selalu suka kepada pria yang Mei suka.
Ya jika Mei berfikir sih memang Lala cantik dan juga dia di sukai banyak pria tetapi mengapa selalu saja pria yang Mei suka.
tanpa di sadari mereka bertiga pun sudah masuk SMA,dan sekali lagi Mei menyukai pria yang ternyata juga disukai Lala, Mei merasa kenapa ? kenapa harus Lala?,
Tanpa Mei sadari ternyata ada yang mengirim surat secara diam diam kepada Mei , Mei pun penasaran siapa yang mengirim surat tersebut,
dikenakan surat itu tidak ada mana pengirim nya,disurat itu terjadi tulis kan bahwa
Mei Temui aku di Belakang sekolah sepulang sekolah nanti.
begitulah isi surat yang di terima Mei.
Mei pun datang ke belakang sekolah tempat yang di tuliskan di dalam surat itu.
namun begitu dia sampai dia tidak Melihat siapapun disana
"sepertinya ini surat palsu yang hanya di buat untuk main main saja" ujar Mei
tiba tiba ada seseorang datang
yang Ternyata itu adalah Grace teman sekelas sekaligus ketua OSIS di sekolah nya
betapa terkejut nya Mei melihat Grace
"wah,kukira siapa ternyata kau Grace" ujar Mei
"Iya aku, bukan kah kau sedang menunggu ku?"ujar Grace
"Hah apa maksudmu aku sedang menunggu pengirim surat ini" ujar Mei
"Iya itu aku,aku yang mengirim nya" jawab Grace
APAAA!!
KAU GRACE!! "tanya Mei
iya itu aku "jawab Grace
"sebenernya aku sudah menyukai mu sejak lama,aku tahu kau sudah berkali kali diaskiti oleh pria yang kau suka ,jadi berpacaran lah dengan ku Mei " ujar Garce
APAA!
"Apa kau sudah gila Gerace, kita itu sama sama Wanita mana mungkin berpacaran."ujar Mei
"Aku tahu kau sebenarnya nya tidak begitu menyukai Lala kan,jadi berpacaran lah dengan ku Mei"ujar Grace
"Aku tidak bisa berpacaran dengan mu Grace" jawab Mei
"Apa karna kita sesama wanita" uajar Grace
"Jika memang iya lalu kenapa"jawab Mei
"Apa kau pa kau selalu ingin dipermainkan dan di sakiti oleh pria! "jawab Grace dengan nada membentak
"Ti..tidak seperti itu Garce" jawab Mei
"Lalu ?, Aku tahu aku ini wanita dan kau juga wanita tapi apa salah nya kita bersama hubungan lagian juga aku bisa membahagiakan mu Mei" Jawab Grace dengan lembut
"Baiklah aku akan mencoba menerima mu" jawab Mei
"benar begitu?!"jawab Grace dengan ekspresi senang mendengar jawaban nya
"iya"jawab Mei dengan kalem
Mei sebenarnya anak yang tidak tegaan apalagi pada teman nya sendiri.
"Padahal Grace cantik,baik pintar,bagiku Grace wanita sempurna tapi mengapa dia menyukai ku yah" ujar Mei yang terheran heran kepada Grace
"Mei besok malem mingu kita kepadatan malam ya ,kutunggu jam 7 sampai ketemu besok ,bay"ucap Grace sambil berjalan menjauhi Mei dan melambaikan tangan dah ✋
Mei hanya tersenyum dan melambaikan tangan.