berlalu 3 tahun semenjak maya dan luna bertemu selly di sekolah menengah atas.kini ketiga nya menginjak kelas 3 SMA,dan sudah lama mereka bertiga tinggal di satu ruangan asrama yang sama.
selly memang terpampang misterius karena wajah nya yang terlihat elegan.sehingga jarang anak anak lain mengajaknya bercanda ria, akibat respon selly yang seakan-akan tidak ingin tertawa keras atau tersenyum lebar.begitu juga dengan gambaran dari maya dan luna yang akrab dengannya.maya dan luna sering merasa aneh padanya tapi mereka tetap teguh pendirian,tidak ingin membeda- bedakan selly dengan anak anak lain dan itu salah satu alasan mereka berdua berusaha akrab dengannya karena selly sering mengasingkan diri dari teman teman lain.
balasan kebaikan selly kepada maya dan luna, sedikit demi sedikit mematahkan pikiran pikiran negatif di kepala dua temannya itu.namun tetap saja terkadang ada kondisi,dimana selly melakukan atau berpikiran aneh.
suatu saat.
mereka bertiga kembali memasuki gedung asrama lama yang sudah tidak terpakai.
maya membawa mainan mainan nya untuk membuang rasa bosannya,dan luna membawa tumpukan buku tugas nya yang belum selesai sementara selly membawa beberapa cemilan untuk mereka bertiga.
suasana gelap menggerumbungi mereka bertiga sehingga luna memakai flash ponsel untung menerangi nya belajar.kebetulan ketika itu,anak anak di gedung asrama baru mereka,sedang mengadakan acara besar besaran.jika mereka ketahuan oleh penjaga karena tidak ikut acara itu, kemungkinan mereka akan di minta membersihkan lantai lorong asrama baru yang sungguh luas dan besar.oleh karena itu,ajakan selly langsung diterima dengan cepat oleh luna yang hendak fokus belajar dan maya yang malas bermain di acara besar itu.
di antara keheningan itu,tiba tiba maya menyenggol pulpen luna.luna melihat ke arah maya dengan mengernyit kesal,dan maya membuat bibir nya monyong,menunjuk ke arah selly yang sibuk berjoget dengan earphone nya.
luna dan maya saling bertatapan.bukannya merasa kan kelucuan dari kekonyolan selly,mereka berdua malah merasa merinding.
*drrt drrt
getaran alarm ponsel nya maya.
yang artinya jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.
"oh?,tunggu!"selly yang awalnya memejamkan mata,mendadak membelalakkan matanya dan berlari ke arah tangga yang sangat gelap.
luna dan maya kembali bertatapan.bahkan sekarang,maya mulai mepet ke luna karena takut.
entah apa yang terjadi,luna dan maya mendengar selly sedang mengobrol dengan laki laki.siapa itu?apakah suara dari telpon selly?.
kita tidak tahu.
lalu lalang kendaraan tidak bisa terdengar sama sekali,akibat jarak gedung asrama lama dengan jalanan sangatlah jauh.
setelah itu,selly kembali duduk di depan keduanya dengan senyum ambigu.
seseorang turun dari tangga itu.mereka tidak bisa mengetahui itu siapa karena kegelapan namun selly langsung merentangkan tangannya guna melindungi dua temannya itu.maya makin menggenggam erat tangan luna dan luna semakin dibuat waspada.
seseorang pembawa suara langkah itu terdengar semakin mendekat dengan mereka.
...
...
hembusan angin,membuat suasana merinding makin menjadi.langkah kaki itu tak terdengar lagi.
keheningan saja lagi yang tertinggal.
*deg deg deg deg deg
degup jantung luna makin kencang.begitu juga maya.sementara selly mencoba mengernyitkan mata nya untuk melihat benar benar,apakah masih ada orang di depannya.
tengah malam,hanya bertiga,jauh dari keramaian,tanpa pencahayaan,dan tanpa diketahui orang orang.cukup menyeramkan jika sesuatu muncul tiba tiba.
dengan bergetar,luna mencoba mengambil ponselnya yang flash nya masih menyala.
"AAAAAAAAAA....."tangan luna yang sudah sampai di atas ponselnya itu,secara tiba tiba di injak dengan sepatu hak berjeruji berwarna hitam. sampai sampai layar ponsel luna pun pecah.
selly dan maya shock.suasan semakin menakutkan.maya mencoba menarik tangan luna, dan selly mencoba menyerang orang asing itu.
*praangg
kepala selly dihantam botol kaca yang di ayunkan orang asing itu.
orang itu beralih ke arah selly,yang menunduk kesakitan, meninggal kan tangan luna yang lebam keunguan.
*baaak
*baaak
*baaak
orang asing itu terdengar menyerang selly secara cepat dan berkali kali,dengan sesuatu yang menimbulkan suara pukulan tongkat bisbol.
luna secepatnya mengambil ponselnya dan mengarahkan ke arah kegelapan itu.luna menemukannya,seorang berjaket biru anti air dan celana hitam ketat disertai tongkat bisbol hitam di tangannya yang sudah terlihat usang.
melihat suatu cahaya,ia berbalik ke arah luna dan maya berada.luna dan maya secepatnya mundur,serta mematikan pencahayaan itu.
maya menarik luna untuk segera berdiri,namun apa daya.luna lemas akibat keterkejutan nya atas kejadian yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.
maya masih menariknya sampai menyeret tubuh luna agar sahabat kecilnya itu cepat menjauh dari orang asing itu.
*bak
genggaman tangan maya dan luna,di pukul keras oleh tongkat bisbol itu.keras tanpa perasaan,sampai maya tidak lagi merasakan jari jemari nya ada.tak lama,maya terjatuh akibat sengatan listrik dari pria itu.sehingga maya pun pingsan.
luna dengan cepat mengarahkan pencahayaan kembali meskipun kedua telapak tangannya telah cidera berat.nafas nya tak lagi beraturan,saking takutnya.
mundur ...
luna terus mundur secepatnya,sesaat orang yang ternyata seorang pria itu mendapati dirinya sedang menatapnya.luna dan pria itu saling kontak mata, membuat pria itu tersenyum miring.
keringat dingin terus bercucuran di tubuh dan wajah luna.tidak ada lagi suara maya,membuat luna berharap kedua temannya baik baik saja.
*plaak
*sreettt
ketika pria itu hendak jongkok,menyamakan tingginya dengan luna.luna segera hendak kabur.sayangnya,betis nya di genggam hingga ia terjatuh dan pria itu menyeret luna yang saat itu sedang menghadap lantai seperti seekor cicak jatuh.
ringisan luna sedikit terdengar.luna yang berwibawa kuat,kini ketar ketir,takut jika ia akan mati saat itu juga.
sampai di sudut ruangan.
kaki luna dihempas begitu saja dengan pria itu.
pria asing itu menyalakan senter kecil nya.ia menyintari wajah luna yang ternyata masih menghadap lantai.
pria itu jongkok di antara punggung luna,ia merenggut rambut luna dan berucap dengan suara serak nya "berbalik lah!".
luna yang sudah sangat ketakutan.dengan cepat,
langsung berbalik hingga senter itu mengenai dahi nya.tambah kaget pula ia,ketika melihat pria itu sudah ada diantara perutnya.kini,luna dapat melihat dengan jelas,bagaimana wajah pria kurang ajar ini.
begitu juga dengan pria itu,ia kini sedang menatap luna yang tatapan nya tak fokus ke arah nya.
pria itu mengalihkan rambut rambut yang menutupi wajah luna dengan tangan nya yang memakai sarung tangan kulit.ketakutan luna,semakin menjadi jadi...
*bugh
"akhh!!!"ringis pria itu setelah maya memukulnya dengan mainan plastik nya.
maya menarik luna secepatnya dan langsung mematikan pencahayaan dari flash ponselnya.
"eyyyy...kalian ingin bermain petak umpet dulu?!"
ucap pria itu bernada menggoda dan seraya menyeret pemukul bisbol nya.
luna dan maya,sampai di suatu ruangan tersembunyi yang sangat kecil.bahkan mereka kini saling berhadapan,memenuhi semua tempat ruangan kecil itu.
"gak ada sinyal,kita harus lari.kau kuat kan?"tanya maya,yang sempat memanggil emergency namun gagal karena sinyal tak ada.
luna mengangguk lalu menggeleng."bagaimana dengan selly?"terang nya, terengah-engah.
"dia ku simpan di wc.aku...tidak--,maksudku,ada banyak darah dari kepala nya.sudah ku cek,dia masih berdetak!"jawab maya,bernada cepat seperti tertekan oleh sesuatu.
"hai,teman teman??...kalian dimanaaaa??...aku akan terus mencari kalian sampai dapat lho!"tentu saja,itu suara pria asing itu.seketika,maya langsung menutupi mulutnya dan mulut luna,agar nafas mereka juga tidak terdengar.
*sreekkk
tongkat bisbol itu di seret,di dinding.
sampai lah,pria itu mendapati suara lain dari dinding dinding yang telah ia gores.suara itu seperti sebuah kayu.ia pun lantas memberikan senyuman lebar dengan bergumam "kalian,akan habis ditanganku!".pria itu melayangkan tongkat nya dan...braak,braak,braak...
ia mencoba menghancurkan pintu rahasia itu dengan tongkat bisbol nya.
"berpencar.arah pintu keluar."bisik luna,dengan nafas tersengal sengal akibat situasi yang terus menusuk jantung nya.
"kau tak punya pencahayaan"tolak maya,enggan meninggalkan sahabat kecil nya.
"aku bisa!"potong luna,yang sebenarnya juga sedang berusaha meyakinkan diri nya.
*brak
luna membuka pintu itu dengan keras,sehingga mengenai pria asing itu.
secepatnya,mereka berdua berpencar.
"akh!sial!"gumam luna,yang lagi lagi tertangkap oleh pria itu karena kalah cepat dalam berlari.
*bruk
luna ambruk sesaat telah disetrum.
*sreettt
dan lagi lagi,luna kembali di seret dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"oke.kau akan kabur ya?"ucap pria itu,tetap menyeret tubuh luna ke bangunan lebih dalam.
ia mengangkat dan menaruh luna di atas kursi kayu yang reyot.tak lupa,ia juga menali tangan dan kaki luna serta memborgol tubuh luna agar tidak lari dari kursi itu.
pria itu menaruh kedua tangan luna di depan.entah dapat dari mana kotak p3k itu,ia dengan segera mengguyur alkohol pada dua tangan luna yang cidera.sesaat pria itu melihat wajah luna,melihat apakah ia terbangun.
kemudian pria itu mengguyur betadine meski tak ada luka sedikitpun di tangan luna,hanya ada area lebam berwarna ungu dan beberapa jemari yang sudah tak bisa digerakkan lagi.namun pria itu masih tetap melanjutkan aktivitasnya dengan memperban tangan luna dengan kasa.
setelah selesai.pria asing merogoh kantong jaket nya guna mengambil ponsel nya.*cekrek,ia memotret luna seraya tersenyum bahagia.
"...lepaskan aku"luna berusaha bergerak dari kursi reyot itu.
pria asing mendekati nya.dekat sampai tak ada jarak pada keduanya.pria asing mencoba memeluknya dan berbisik "tak apa,ada aku disini".
mata luna seketika membelalak.
"KAU GILA!"
*plak
pria asing menampar mulut luna yang berucap kasar.
"kata kata kasar tidak bagus di ucap kan" ucap pria itu dengan lembut juga tersenyum ramah.
luna meneteskan air mata.ia masih berusaha melepaskan ikatan ikatan yang ada di hampir seluruh tubuhnya.tiba tiba, pria itu berlutut menghadap luna,ia menggenggam tangan luna yang telah di ikat.
"apa kau tak suka aku?"tanya pria asing,benar benar bernada biasa seakan bukan ia yang telah melakukan kriminalitas ini.
dengan tegas luna menjawab "IYA!.MANA ADA ORANG YANG SUKA DENGAN PRIA BAJ*NGAN!"
"oh asik.kita akan beradu mulut bersama.seperti dua pasangan yang sedang konflik.benar kan?" ucap pria asing tadi, tersenyum lebar.
"najis!"umpat luna,lalu berusaha sekuat tenaga untuk lepas sehingga kursi reyot itu rusak satu kaki,membuat luna terjatuh ke arah kiri.
melihat luna terjatuh,pria asing secepatnya membantunya berdiri sembari bertanya "apa kau baik baik saja?.tenang,ada aku disini"
"lepaskan aku!"ucap luna.
pria itu terdiam,berpikir apakah ia harus melakukannya.
"jika aku melepaskan mu.apa kita akan hidup bahagia berdua selamanya?"
"I-iya!.kita akan..."jawab luna,langsung.
tanpa pikir panjang lagi.pria asing tadi,melepas semua tali menali dan borgol luna.setelah lepas,luna bergegas berlari ke arah pintu keluar.
tangis luna kembali pecah.
pria asing seketika tersenyum miring.kenyataan luna hendak kabur sudah ia pikirkan sebelumnya,
"aku tidak bilang kita akan hidup berdua di luar sana.kita akan hidup disini,berdua,selamanya"ucap pria asing yang ternyata sudah mengunci dan menutup segala akses keluar-masuk.
pria asing kembali memeluk luna yang menangis tersedu.ia menepuk nepuk pundak luna,juga membelai rambut hitam nya.
"tak apa.ada aku."ucap pria asing itu,mencoba menenangkan luna.
...
"ayo!pasti bisa!!"teriak maya,yang terisak isak.
ia berhasil keluar dari gedung asrama lama itu,tapi bukan artinya ia dapat melaporkan kejadian itu,karena tidak ada satupun orang di sekitaran wilayah itu.maya harus berlari melewati sekitaran hutan yang gelap dulu,baru bisa sampai di asrama baru.
"ayo maya ...dua temanmu menunggu!!!"ucap maya, menyemangati dirinya sendiri.tampak,kaki maya juga mulai loyo,mungkin karena masih lemas akan kejadian ini.
setelah 20 menit.sampailah,maya di warung dekat asrama.
"tolong...tolong saya..."maya mendekati gerumbungan orang yang sedang santai memakan makanannya di warung itu.
"apasih?orang gila ya?gembel..."bisik nya, pada teman temannya.
maya seketika langsung melipat lututnya.tangannya berupaya memohon mohon agar di tolong secepatnya."saya serius...dua teman teman saya,masih disana...tolong saya,jika tidak mereka akan mati"
"SIAPAPUN!TOLONGGG!!!" karena ucapannya tentang 'mati',maya kembali histeris.membuat semua orang memandangi nya dengan emosi.
tukang warung pun lantas menyuruh dua anak nya,menyeret maya keluar agar tidak mengganggu pelanggan nya.
merasa tidak berhasil,maya berlari ke gerombolan orang yang lewat."tolong sayaaa hikds...saya mohon,tolong sayaaa" maya mengguncang lengan ibu ibu itu namun yang ia dapati hanyalah hinaan kasar.
maya berlari ke gerombolan lain.dengan wajah yang basah dari air mata.maya mencoba meminjam ponsel orang untuk menelpon polisi.
maya mengatakan alamatnya dan meminta secepatnya untuk datang ke pihak polisi.laporan di terima.
maya duduk di pinggiran jalan,tak jauh dari warung tadi.lamunan mata maya sudah seperti orang orang stres pada umumnya.pakaian dan wajahnya yang kotor,benar benar seperti pengemis.
*ninu ninu ninu
laju mobil polisi itu melewati maya.para polisi segera keluar dengan peralatan lengkap,membuat maya dan orang orang di sana heboh.
para polisi yang lain bergegas masuk dengan mobil.maya pun mengikuti arah mobil itu dengan berlari lagi.
...
"tapi ternyata tidak..."lirih perempuan yang berekspresi kosong.tidak ada lagi siapapun di dalam gedung asrama lama.kali ini pun maya gagal lagi.ia dimaki oleh para petugas kepolisian karena menganggap panggilan yang diberikan maya adalah panggilan jahil.maya hanya bisa tertunduk diam.tidak ada seorangpun yang akan mempercayai nya,oleh karena itu,maya akan mengandalkan diri nya sendiri untuk pergi jauh sebelum gilirannya yang terbunuh.
...
sementara itu,luna dimasukkan ke dalam kursi penumpang setelah di ikat dan di borgol lagi.
wajah pria itu datar.mata sinis nya ia tujukan pada wajah selly,yang ia taruh di bagasi mobil sedan nya.
*craak
*craak
*craak
dengan tanpa ampun,pria itu menusukkan pisau lipat nya yang ia ambil dari dalam mobil dan menanam juga mencabut di bagian perut selly.
sehingga darah berhamburan kemana mana.
*brmmm
mobil nya ia setir dengan kecepatan tinggi.
melewati jalur lain yang hanya terlihat pepohonan tinggi.
"ck.dia berhasil kabur!", ucap pria itu sembari menekan klakson mobilnya dengan nyaring.
alhasil,luna terbangun.
suara rusuh nya luna di belakang,membuat pria itu terganggu.ia mengerem secara mendadak,sampai sampai luna terjeduk.
luna yang tau, mobil telah berhenti, secepatnya ia meloncat loncat keluar.pria itu lantas berdecak kesal.ia kembali keluar dengan langkah tegas, mengikuti luna yang ia anggap hendak kembali bermain dengannya lagi.
"kau ingin bermain petak umpet di hutan pada malam hari?...wahh...tidak ku percaya...selera permainan mu, mengasikkan"bual pria itu.
*drap
pria itu mencekat lengan luna.tangan luna yang masih terikat erat,membuat luna tersungkur ke tanah.
sehingga ia mendapatkan luka di bibir bawah akibat benturan keras dari bebatuan.
awalnya,pria itu hanya membiarkan luna tersungkur.namun, setelah luna duduk dan melihat bibirnya terluka.ia segera mengangkat luna yang terus bergerak minta di lepas kan,ke dalam mobil.
ia kembali membersihkan luka bibir luna,meski harus menelan ludahnya berkali-kali.
luna bingung sekaligus takut.bukan takut jika pisau tajam nya melukai lehernya melainkan takut jika pria berkelainan mental ini melakukan kontak fisik dengan nya.
"kenapa tidak dari tadi kau begini" terang sang pria,melihat luna tenang sekali.
*bugh
luna menendang dada pria itu sampai ia ikut terjungkal.
luna tak takut lehernya terluka,karena sekarang ia yang memegang pisau nya.
sesaat setelah bersembunyi,di balik pohon.
pria tadi mendapati luna dengan cepat,karena jari kaki luna terlihat oleh nya.
"Lunaaa...kau dimanaaaa??"teriak pria tadi.hendak bermain main.
luna pun segera menutupi mulut dan hidung nya.
dengan satu tangan nya lagi yang masih sedia memegang pisau lipat itu.
*hening
detak jantung luna terdengar lebih nyaring.
secepatnya,luna menahan nafasnya agar detak jantung nya tak terdengar siapapun.
luna melirik pohon yang ada di depannya juga pohon yang ada di sekelilingnya.gelap gulita yang di sinari cahaya bulan,membuat luna terlepas dari fokusnya.
hingga saat luna kembali ke dalam pikiran nya,ia mencoba melirik ke arah hawa hangat di sisi kiri nya.
*degh
jantung luna berhenti satu detik,saking kagetnya.
seketika luna mengacungkan pisau itu ke arah pria yang muncul mendadak tadi.meski gemetaran,luna tetap berusaha keras mengangkat pisau itu ke arah pria psikopat itu.
"Kau ingin menusukku?,dengan itu?"tanya pria tadi,lalu terkekeh kecil.
"tusuklah!"suruh nya,yang kini berjalan mendekat kepada luna.
benar,apa yang dikatakan pria itu.luna benar benar tak dapat melukai siapapun karena sekarang ia dapat merasakan betapa sakitnya jika satu pisau menggores kulit seorang makhluk hidup.
walaupun begitu,luna tetap di posisi yang sama, hingga...
ia benar benar meluapkan emosi nya dengan berteriak.
"mimpi!!!....ku mohon.bangunkan aku, cepat!!!"luna terduduk lemah seraya memukul mukul kepalanya dengan dua kepalan tangan nya.
pria tadi lantas mempercepat lari nya untuk menghampiri luna yang menangis tak karuan.perban putih di tangan luna saja kini,sudah tak putih bersih lagi sehingga kita tahu berapa banyak luna mencoba kabur.
"tidak apa apa...tidak apa apa"peluk pria itu pada luna yang masih menggenggam erat pisau lipat sampai tidak sadar jika luna menggores kulit telapak tangannya sendiri.
ketenangan luna, kembali menjadi kesempatan pria itu.ia mengeluarkan sapu tangan nya dari saku celana belakang nya.perlahan namun pasti,pria itu dengan sekejap kembali menidurkan luna setelah ia selesai membekap mulut luna dengan sapu tangannya.
kali ini,pria tadi mengikat luna di kursi penumpang di sampingnya dengan menggunakan rantai dan gembok.ia bergumam jika kali ini luna kembali kabur,ia tidak akan setengah setengah melukai luna.ia lalu mengambil persediaan setelan jas nya di tas ransel nya.selagi luna pingsan,ia mengganti pakaiannya dengan cepat dan setelah itu mobil pun berjalan,entah keluar atau masuk lebih dalam ke hutan itu.kini,ekspresi wajah lelaki itu berganti menjadi serius.
esok hari.
di jam 8 pagi.
pria yang juga tertidur di sebelah luna terbangun.
ia lalu menampar kecil pipi luna untuk membangunnya.luna pun membelalakkan matanya yang berkantong.
luna melirik depan,dan sampingnya.terlihat,tidak ada mobil selain mobil mereka yang terparkir di lantai itu.
"aku tak ingin banyak omong.jika kau berani kabur lagi,aku tak akan segan melukai lebih parah lagi" terang pria tadi, sembari menggores lengan luna.
luna pun menahan sakit nya karena tak dapat berteriak keras akibat lakban hitam yang telah membungkam mulutnya.
*blaam.
pria tadi keluar setelah mengikat luka luna dengan dasi nya.
luna tidak tahu pasti,apakah mereka telah kembali ke kota atau masih di pedesaan.yang pasti,level dirinya di temukan oleh maya dan selly sudah di level 0,atau paling bawah.
luna melihat ke arah dirinya yang di borgol dengan beberapa gembok besar di samping kanan dan kiri.
luna juga memerhatikan luka luka nya yang kini sudah di plester dan di perban.
melihat itu,membuat luna makin di tambah bingung akan motif kriminalitas yang dibuat oleh lelaki ini.
*degh
mendadak,luna dikejutkan oleh pria psikopat yang membuka pintu keluar luna.
pria tadi mengambil selembar tisu basah yang baru ia beli lalu mengelap wajah luna dengan sedikit kasar.
luna yang di borgol hingga ke kaki,tak dapat berbuat apapun.ia hanya berharap,ia tidak mati di sini sebelum polisi datang.
luna yang di borgol hingga ke kaki,tak dapat berbuat apapun.ia hanya berharap,ia tidak mati di sini sebelum polisi datang.
*krak
satu persatu borgol yang ada di tubuh luna di lepas.namun,pria itu memegangi lengan luna yang luka dengan erat.
lelaki tadi menarik luna untuk berdiri di luar mobil.
ia juga sudah menyediakan sendal untuk luna meski ukurannya kebesaran.
luna lalu kembali di tarik,mengarah ke tangga yang ada di parkiran tersebut.luna kini menebak,kalau parkiran ini bukanlah parkiran umum, melainkan garasi dari sebuah rumah.
*bruk
luna di dudukkan di kursi depan televisi besar yang sudah sangat berdebu.lakban mulut luna masih belum di buka.tangan luna juga kembali di borgol begitu juga dengan kaki luna yang borgol nya di kaitkan pada meja televisi.
semua akses keluar-masuk langsung di kunci rapat rapat.
pria tadi kemudian kembali membekap mulut luna dengan sapu tangan yang telah ia olesi sesuatu sehingga luna kembali terlelap tidur.
ia lalu mengganti pakaian luna sebelum benar benar pergi.
20 menit dalam perjalanan.
pria yang kembali ke dalam pakaian berwarna hitam,menembak seorang wanita dari belakang dan tepat mengenai jantung nya.
"oi?!?!"teriak petani pria yang melihat penembakan di dekat sawah milik nya.
tak sempat menarik mayat maya.pria tadi refleks kabur, menyelamatkan diri.
*tiiiiiiiiiiinnnnnnnn....
klakson yang tidak sengaja ia tindih dengan kepala nya, seketika berbunyi keras di lampu merah.
ia melamun sebentar.lalu mengedipkan mata sipit nan tajam nya.ia melirik lampu yang seketika hijau.mobil sedan nya langsung ia putar balik menuju tempat kejadian tadi.
*srkkk
ia mengerem secepatnya,sebelum benar benar mendekati maya yang sudah digerumbungi para petani itu.
ia melihat ke arah tiang tiang lampu jalan.untungnya,tak ada cctv apapun disana.
lantas membuat diri nya tersenyum dengan bergumam "kerja bagus,gray!"
suasana kembali gelap.
pria tadi berwajah serius lagi.sepertinya ada sesuatu yang ia rencanakan.
...
sore nya.
pria tadi,masih berdiam diri di bawah pohon di dekat sawah.
ia juga melihat proses maya di angkat dengan gerobak yang kemudian di bawa oleh petani petani itu.
*tok tok
jendela mobil pria tadi di ketuk seseorang dari luar.
ia refleks menjauh dari jendela mobil karena kaget.
ia melihat ke sekeliling.awan yang gelap mulai menutupi bumi.sorot lampu tiang listrik yang tidak begitu menghasilkan cahaya membuat suasana makin pas lagi.
pria tadi mengambil pisaunya.
*tok tok tok
jendela mobil pria tadi kembali di ketuk dengan orang yang sama.
ia menurunkan jendela mobil dengan cepat.
*craatt
leher petani yang melihat kejadian maya di tembak tadi,terkena pisau yang di layangkan dengan pria psikopat ini.
"jangan terlalu baik untuk menjalani kehidupan yang kejam ini",ucap pria tadi, lalu mendorong petani yang melumuri wajah nya dengan darah.
ia lalu turun dari mobil untuk mengangkut petani pria itu ke dalam bagasi mobil.
saat ia membuka bagasi,baru lah ia ingat jika disana masih ada mayat selly yang sudah kaku.
ia pun memakai sarung tangan dan masker nya sebelum merapikan kedua mayat itu disana.
mobil melaju lagi.
menuju rumah pribadi nya.
*ckiittt
mobil di rem dengan cepat.
pria tadi melepas masker juga sarung tangannya.
ia mengeluarkan paket makanan yang ia beli di restoran dekat rumah.
*prang
terdengar suara benda pecah dari dalam rumah.
sang pria langsung buru buru membuka pintu dan mendatangi sumber suara.
ia melihat luna yang tersungkur di dekat televisi.
segeralah ia membuka lakban luna yang menahan tangis.
"huaaaaaa..."tangis luna pecah.ia tidak dapat lagi berkata kata apapun selain meluapkan tangis nya.
melihat luna yang tidak berani melihat wajahnya,
pria tadi lalu bangkit untuk membersihkan darah yang di wajahnya.ia juga mengambil sumpit.
ia berniat menyuapi luna dengan makanan yang ia beli.namun,luna menebak jika makanan itu telah di racuni lebih dulu sehingga ia enggan membuka mulutnya.
"BUKA MULUTMU!"
*plak
pria tadi tak dapat menahan emosi nya dan dengan sengaja menampar luna.
luna pun menganga.ia lalu mengunyah makanan itu perlahan-lahan dan dengan sedikit terpaksa.luna yang sesegukan itu berupaya berbicara sesuatu tetapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.luna lalu menundukkan wajahnya mengarah ke milik nya.
pria itu mengikuti hingga ia melihat apa yang terjadi.
"payah!"kesal nya lalu menendang luna.
luna yang ketakutan,segera bersujud meminta maaf.ia sendiri juga tidak menyangka kalau periode wanita nya datang pada pagi itu.pantas saja,ia merasa tidak enak di bagian perut bawah nya.
"diam disini!"
*blaam
pria tadi segera keluar setelah berucap kalimat itu.
entah kemana ia pergi,luna tidak peduli.
*ceklek
terdengar pintu rumah kembali di kunci.
kini saatnya luna beraksi.
ia sudah mendapati target beban berat yang sepertinya dapat mematahkan borgol di tangan nya.
"tang".
entah kenapa tang,pemotong kawat ada di bawah meja makan yang tidak jauh dari tempat dimana luna berada.
dengan sigap,luna menggeser meja yang tersambung dengan borgol kaki nya,membuatnya dapat dengan mudah, menjangkau tang itu.
pertama,kaki nya dulu yang ia lepaskan dari meja lalu tangan,meskipun borgol tidak benar benar terlepas karena yang dapat di potong adalah bagian tengah borgol sehingga borgol terbelah menjadi dua bagian.
namun, setidaknya,luna dapat bergerak bebas.
*deg deg deg
degupan jantung luna terdengar nyaring.
kali ini benar benar seperti tertekan sesuatu,bahkan bernafas saja susah.
luna berjalan ke arah meja makan.
ia menemui telepon genggam,milik pria tersebut.
"halo?,ada yang bisa saya bantu?"sapa penelpon.
luna membuka mulutnya lebar-lebar,ia menggerakkan mulutnya seperti ketika bicara biasanya,tetapi tidak ada suara apapun yang keluar.
"halo?ada orang?...."tanya penelpon itu lagi.
panik lah luna,ia sesegera mungkin untuk mengeluarkan suaranya sembari berharap hubungan komunikasi ia dan penelpon tidak terputus.
"panggilan iseng ya?"celetuk seseorang yang suaranya berbeda dari penelpon tadi.
luna seketika langsung melihat kebelakang,ia gugup sekali.meski begitu,ia harus tetap berusaha secepatnya karena tidak akan ada lagi kesempatan nya menelpon pihak berwajib.
"halo?"luna menimbulkan suara nya setelah berusahalah sekuat tenaga.lega sudah...
"iya?,ada yang bisa kami bantu?"sahut polisi yang tersambung di telepon.
genggaman luna mendadak tidak kuat,sampai telepon itu terjatuh dari genggaman nya.
luna segera berlari dan bersembunyi ke ujung meja makan,di dekat wastafel.ia kini berhadapan dengan pria yang membawakan sekantong soft3x
pria yang mendapati luna telah meluncurkan rencananya.segera, mengeluarkan pistol yang tadi ia pakai untuk menembak maya.pria itu mengarahkan pistolnya pada luna lalu membuang soft3x itu sembarangan.
*dor
luna seketika menunduk,berlindung di bawah meja makan.pria yang menembakkan pistolnya ke arah bahu luna,gagal menyerang.
"siapa yang menyuruhmu melakukan itu?.aku sudah bilang agar kau tetap diam kan?.jadi,bukan salah ku kalau kau mati di tembak pistol ini yaa..."celetuk pria psikopat itu, yang masih menggenggam erat pistolnya.
"dasar psikopat gila!!"teriak luna,dengan menutup dua telinga nya.
"aku gak bisa nahan amarah loh!"ucap pria psikopat itu,bernada pamer.
*drap
*drap
*drap
selangkah,dua langkah,tiga langkah.
pria itu terus mendekati luna yang ada di bawah meja.pria psikopat itu juga tersenyum lebar dan...
*dor
tembakan kedua yang tidak berarah,meluncur kebawah meja makan.
lari.
luna berlari secepatnya ke pintu yang untungnya masih terbuka lebar.
*dor
*dor
*dor
tiga kali percobaan.
tiga kali tembakan itu meleset.
"wanita yang gigih"ucapnya,datar.
*drap
pria itu mengikuti jejak luna dengan berlari lebih kencang.
luna yang tidak tahu menahu denah rumah itu.mencoba bersembunyi di balik bagasi mobil.
*hmp
mata luna terbelalak.
tangan mayat petani tidak sengaja tersentuh nya.
untungnya ia lekas menutupi mulutnya yang hendak refleks berteriak.
luna kembali menutup bagasi mobil sebelum ia melihat mayat lain yakni mayat selly,lagi pun ia benar benar tidak sanggup melihat mayat yang mati berdarah begitu.
*blaam
luna mengambil pisau dari dalam mobil.
terdengar banyak suara kaki yang perlahan mendekat ke arah garasi.luna seketika menghadangnya dengan pisau yang sudah siap siaga.
*dor
luna lengah.tembakan itu,tepat mengenai betis nya.
membuat nya tersungkur, kesakitan.
"ck.kau ingin menghadang ku dengan pisau lagi?"
ucapnya,smirk.
*crak
luna menancapkan pisau lipat yang tajam itu pada kaki pria tadi yang memakai sepatu.ia harap itu dapat menembus hingga ke jari jari kaki nya.
"AAAAA....SAKITTT..."teriak luna saat harapannya gagal dan oleh karena itu,telinga nya di tarik tanpa perasaan.
"anak nakal!"terang pria tadi,lalu menjewer telinga satu nya lagi.
*crak
luna menusuk paha samping pria itu.
sampai ia terkena tinjakan kasar di wajah dari sepatu berjeruji milik pria itu.
"ban*sat!"umpat sang pria,ketika melihat pisau itu sudah menancap di paha kiri nya.
pria tadi melirik kepala luna.ia pikir,luna tak berguna lagi karena ia sudah tak dapat dijinakkan.
perlahan,pistol nya,ia naikkan lagi.
"TOLONG!!!, SIAPAPUN,TOLONG SAYAAAA!!!"teriak luna,membuat pria itu secepatnya bertindak.
*dor
"angkat tangan!"
*drap
*drap
*drap
gerombolan polisi bersenjata dan berpengaman anti peluru,mengepung luna dan pria itu.mereka datang setelah melacak posisi nomor ponsel yang masih terhubung dalam panggilan pihak berwajib tadi.
pria itu memegangi luna dari belakang.pistol miliknya ia arahkan ke kepala luna.luna yang di paksa berdiri di saat betis nya tertembak,meringis kesakitan.
"diam...atau ku tembak sekarang"bisik pria itu,tepat di telinga kanan luna.
salah satu polisi saling bertatapan dengan luna.ia diam diam meminta luna untuk menggigit tangan pria itu dan secepatnya berlari menjauh
*dor
pria kriminal itu menembak bahu polisi yang tadi nya menyuruh luna menggigit nya.para polisi pun heboh dan beberapa dari mereka melarikan korban ke rumah sakit.
"A-AKU TIDAK BERSALAH.DIA PELAKU NYA.INI BUKTINYA,DIA MENUSUKKU!"jelas pria tadi, menunjukkan pisau yang masih menancap di paha nya,meski begitu ekspresi sedih nya tidak bisa langsung di percaya karena yang menelpon mereka bersuara perempuan.
namun,setelah mendengar pernyataan itu.luna berekspresi kaget tanpa diketahui oleh pria itu.sehingga para polisi tak lagi bingung,dan tahu jika itu hanyalah kebohongan.
"aku memegangi nya agar dia tidak melawan.tolong,aku..."ujarnya lagi seraya meneteskan air mata.
mata luna yang biru,telapak tangan yang di perban, lengan yang diplester luka,kaki yang berlumuran darah karena di tembak.
apakah masih bisa di anggap luna sebagai pelakunya?.
"dia mencoba mengambil kehormatan ku.jadi aku melawannya tapi ia terus mencobanya sehingga ku terus melukainya"jelas pria itu.
"BO-BOHONG!....sa-saya korbannya.saya yang menelpon anda semua"ujar luna, mendengar pria itu memutar balikkan fakta.
"ku bilang diam.atau benar benar ku tembak!"bisik pria itu pada telinga luna lagi.
kali ini benar benar tidak ada jarak di antara keduanya,pria itu memegangi luna dengan lebih erat.
"Tembak!...tembak saja aku!"jawab luna,lantang.
kekesalan pria tadi sudah sampai di puncak.
ia menembaki semua polisi dengan cepat dan tepat sasaran.sehingga kapten polisi yang memimpin kasus,terpelongo melihatnya.
rekan rekan polisi berjatuhan,meski mereka memakai rompi anti peluru,tidak berarti pria psikopat ini dapat berhenti menembak ke arah mereka.
*srettt
luna di seret,memasuki mobil.
"Aaaaa... lepaskan..."teriak luna,berupaya lepas dari tarikan tangan yang menarik erat rambutnya.
luna menduduki tubuh pria yang sedang mengemudi mobil tanpa arah itu.luna berteriak keras saat mereka hendak menabrak gerombolan orang orang.mobil mobil polisi yang mengikuti, bergerak cepat melaporkan pada pihak emergency akan korban korban yang tertabrak mobil pelaku.
luna melihat kebelakang,lalu langsung menutupi dua mata pria itu dengan dua telapak tangannya yang mungil dan kotor.
*brak
mereka berdua menghantam dinding sebuah toko.
pria tadi langsung membuka lebar kaki nya,sehingga luna tidak lagi duduk di pangkuan nya melainkan duduk terjepit oleh kedua kaki panjangnya.
*crak
luna mencabut pisau yang masih tertanam di paha pria itu dan langsung menaruh nya di box mobil.
"AAAAA...APA YANG KAU LAKUKAN?!"teriak pria itu,tak peduli apa yang ada di depan mobil nya.
*brak
mereka kembali menabrak.kali ini tiang listrik patah karenanya.
luna membuka pintu mobil nya.ia hendak meloncat kabur namun mobil kembali di gas.membuat sebagian kepala luna terombang-ambing di pintu.
luna dapat melihat begitu banyak kekacauan di belakang.sehingga,tekad nya untuk kabur lebih membara.
"hei...hei..."tegur pria itu sesaat luna mencoba mengambil pisau lipat itu.
*brmmmm
mendadak,pria itu melajukan mobil lebih tinggi lagi.
sehingga luna gagal mengambil.
*dor
suara tembakan terdengar keras
refleks,pria itu membelokkan mobilnya agar ban mobilnya tidak pecah terkena tembakan.
*dor
kali ini,kena.
membuat mobil yang laju nya sekitar 100km lebih,
melayang kemana-mana.
*srek
satu kaki pria itu ia gulungkan di pinggang luna.
mereka berdua sampai di pinggiran laut.
dan di ujung jalan.yakni jalan tebing menuju laut.
"Ti-tidak...jangannnn..."teriak luna,saat laju kendaraan itu makin mendekati penghujung jalan.
*ckiiittt
satu kaki luna,menginjak rem.
entah sempat atau tidak,laju kendaraan itu tidak lagi dapat dipungkiri.
*drap
*drap
*drap
para polisi mencoba mengepung mobil mereka yang sudah di ujung tebing.
"apa yang kau lakukan?!"ucap pria itu, menyingkirkan kaki luna dari pedal rem.
*dor
tembakan polisi kembali meleset.
*brmm
mobil kembali berjalan,lurus menuju tebing.
luna berhasil membuka pintu mobil lagi namun pinggangnya di pegang erat.dan mobil pun terbang
*byurrr
mobil menghantam air laut dan terus masuk ke dalam laut.
"aku tidak ingin mati bersamamu!"ucap luna di dalam air.
"kau tidak ingat aku?...ah, lelahnya..."ucap pria itu,tidak peduli air sudah masuk seberapa banyak ke dalam mobil.ia malah berusaha memeluk luna dari belakang.
mereka berdua kembali terlibat cek-cok.
luna menendang,di tahan,dan menendang.
ia tidak punya banyak tenaga di kaki tapi dengan tekad ia berusaha keluar dari mobil itu sebelum tenggelam semakin jauh.
"astaga,padahal kita sudah sering bertemu"celetuk pria itu lagi sebelum ia benar-benar menembakkan peluru nya.
*dor
pria itu menembak luna secara random di antara dada dan perut.
darah luna mewarnai air laut yang biru.
luna tidak lagi berkutik,ia malah tenggelam semakin dalam sesaat ia di dorong keluar mobil oleh pria itu.
"Lunaaa..."
*dor
pria itu menembakkan pistol ke kepalanya.
dan keduanya tenggelam ke laut yang lebih dalam.
dalam...
dalam...
dan lebih dalam...
para polisi,yang mencari di atas air,hanya mendengar ceplukan air nya yang tertinggal saja.
suara suara luna membayangi kepala pria psikopat itu.ia masih menggenggam, pistol nya.bahkan dengan erat walaupun ia sudah tenggelam lebih cepat dari luna.
•••
02/10/2021.
•••
2/10/21.