Selama ini Joshua selalu berusaha menghindari yang namanya wanita. Bukan karena trauma dengan wanita, juga bukan karena ia gay, tetapi karena kutukan di keluarganya.
Hanya boleh ada satu pria di keluarganya. Kutukan ini sudah terjadi berabad-abad yang lalu. Saat pria dari keluarganya mempunyai anak lelaki, ia akan mati. Hal itu sudah terjadi berulang kali. Kakeknya meninggal saat neneknya melahirkan ayahnya. Ayahnya meninggal saat ibunya melahirkan dirinya.
Joshua sendiri tahu ia akan meninggal di usia 25 tahun. Usia di mana kakeknya dan ayahnya meninggal. Ia ingin kutukan itu berakhir di dirinya. Jika ia menikah dan mempunyai anak, sejarah akan terulang.
Tapi sekeras apapun Joshua memendam perasaannya, ia tidak bisa. Saat ia melihat Hana, ia ingin memilikinya.
Josh ...
Sadar ...
Apa kau ingin Hana menjadi janda di usia muda.
Tapi Hana juga menyukai Joshua.
"Josh ... Kenapa kau selalu menghindar dariku? Apa aku ada salah?"
"Tidak ... Kau tidak punya salah."
"Josh ... Aku menyukaimu." Hana akhirnya menyatakan cintanya terlebih dahulu.
"Aku juga. Tetapi ..."
"Tetapi apa?"
"Keluargaku dikutuk. Tidak ada dua pria di keluarga kami. Begitu seorang putra lahir, ayahnya akan meninggal. Hal itu sudah terjadi sejak dulu."
Hana terdiam. Ia memang pernah mendengar rumor itu tapi ia tidak menyangka hal itu terjadi di keluarga Joshua.
"Aku akan tetap bersamamu."
"Tapi kau akan menjadi janda di usia muda."
"Itu sudah resikoku karena aku mencintaimu." Hana tidak bisa mencintai pria lain selain Joshua.
Hana dan Joshua jadian. Tak butuh waktu lama mereka menikah. Saat Joshua tahu Hana hamil, ia tahu waktunya tidak lama lagi. Ia akan meninggal saat anak mereka lahir.
Joshua menghabiskan sisa waktunya bersama Hana. Ia sudah bersiap-siap. Begitu juga Hana, ia tahu semakin dekat hari persalinannya, semakin dekat juga hari perpisahannya dengan Joshua.
Hana pecah ketuban dan langsung masuk rumah sakit untuk melahirkan. Joshua yang berada di tempat kerja langsung menuju rumah sakit.
Hana mengejan dan mengejan berusaha keras melahirkan putra mereka.
Sedangkan Joshua mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat tanpa sempat melihat Hana dan putranya.
"Hana ... Maafkan aku."