Disebuah wilayah yang subur dengan berbagai sumber daya alam yang ada. Semua rakyat hidup makmur dan bahagia. Janezika Rika seorang gadis cantik, pintar, anggun dan memiliki wajah bagaikan bidadari. Tapi dengan tubuh yang lemah karena suatu penyakit bawaan dari sejak lahir. Rika yang merupakan seorang bangsawan yang memiliki gelar penasehat kerajaan. Dengan tingkat status sosial di kerajaan Jazaliya peringkat kedua dari sejarah terbentuknya kerajaan Jazaliya. Dalam buku sejarah kerajaan keluarga Rika merupakan keluarga Gin yang berati perak.
Janezika Rika yang berusia 19 tahun. Memiliki hobi membaca buku. Hingga sampai ia hafal semua buku yang dibacanya di perpustakaan keluarga Gin. Rika yang merupakan gadis cantik, anggun dan pintar. Memiliki seorang kakak yang penyayang, yang selalu ada saat dibutuhkan. Kakak Rika bernama Girdan gin Jezen yang saat ini berusia 25 tahun sejak pesta perayaan kelahirannya. Kak Girdan yang merupakan ahli waris keluarga Gin. Yang memiliki karakter lemah lembut jika bersama adiknya Rika, tapi saat dia menjalankan tugas kak Girdan memiliki karakter yang tegas, dingin, bertanggung jawab, jujur, dan tanpan.
Saat Rika berada di ruang perpustakaan sedang membaca buku. Ia mendapatkan sebuah buku yang menarik. Sampai lupa hari sudah menjadi malam karena keasikan membaca buku. Tapi saat diperjalanan menuju kamar Rika melihat seorang pria yang tampan sedang berbicara dengan kak Girdan. Karena penasaran Rika menghampiri kak Girdan dan bertanya,” Kak, sedang apa disini?”. Girdan yang melihat adiknya menghampirinya meminta pria itu untuk meninggalkan Girdan sendirian. Dan berjalan mendekati adiknya yag sedang menuju ke tempatnya,” Kakak hanya menyelesaikan urusan pekerjaan saja. tapi sudah selesai. Sampil melihat dengan tatapan dingin Girdan berkata,” Pasti kamu keasikan baca buku lagi di perpustakaan”. Rika hanya tersenyum dan merangkul kakaknya sambil berkata,” Habis bukunya menarik kak”. Girdan langsung mencentik kepala Rika sambil bercanda,” Kamu itu”. Sambil berbincang-bincang menuju kamar Rika. Rika bertanya lagi kepada kak Girdan sambil malu-malu,” Kak, siapa pria yang bersama kak tadi. Tidak sengaja tadi lihat?. Kak Girdan tidak langsung menjawab pertanyaan adiknya. Melainkan berbalik bertanya,” Untuk apa kamu ingin tau, Rika” dengan ekspresi dingin. Rika hanya terdiam dengan cutek berkata kepada kakaknya,” Tidak ada, hanya ingin tau saja. kenapa kakak melihatku seperti itu. kakak jahat”. Sambil melepaskan rangkulan tangannya. Tapi kakaknya tidak ingin rangkulannya dilepaskan dan berkata,” Baiklah, aku jawab pertanyaan kamu. Tapi janganlah marah dengan kakak ya” Rika langsung mencium pipi kakak,” Rika tidak marah kok, hanya bercanda”. Girdan sambil tersenyum menjawab,” Apa benar tidak marah?”. Rika menjawab,” iya”. Girdan berkata,” Pria tadi itu adalah Roy kesatria biasa. Yang kakak minta tolong kepadanya untuk mencari bukti. Rika hanya tersenyum dan berkata dalam hati dia Roy ternyata, sambil tersenyum sendiri. Girdan yang melihat ekspresi adiknya itu, tau maksud dari ekspresi adiknya. Girdan berkata,” Apa kamu menyukainya, Rika?”. Rika tidak menjawab pertanyaan kakaknya karena malu dan langsung masuk kemar karena sudah didepan pintu kamar Rika.
Beberapa bulan sejak Rika berbincang-bincang dengan kakaknya Girdan. Rika bertemu dengan Roy di pesta ulang tahun Rika yang akan menginjak usis 20 tahun. Tapi tidak disangka kedua orang tua Rika dan kak Girdan telah merencanakan pertunangan dengan Roy. Tapi Rika tidak tau akan pertunangan itu, akan diumumkan saat pesta berlangsung. Rika yang terkejut dan bahagia tidak tau harus berkata apa saat Roy datang menghampirinya untuk berdansa. Karena senang Rika menerima tawaran Roy untuk berdangsa. Dihari yang berbahagia dan kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh Rika. Di pesta ulang tahunnya yang ke-20 Rika bertunangan dengan Roy lelaki biasa yang juga merupakan ksatria biasa. Rika dan keluarga Rika sangat senang melihat pemandangan yang mengharukan ini. Keluarga Rika tidak memandang status orang lain rendah, asal saling mencintai mereka akan menjalani hidup bersama.
Setelah beberapa hari, pesta ualang tahun Rika selesai. Kedua pasangan ini saling bertemu dan saling bertukar pemikiran. Walaupun keduanya memiliki perbedaan berpikir, tapi mereka berdua bisa menyatukan semua pemikiran itu menjadi ilmu yang baru dan kreatif dan inovatif. Hari demi hari mereka lalu bersama hingga hari pernikahan mereka, lalu dengan penuh kebahagiaan dan keharmonisan dalam satu rumah yang sederhana tapi cuku nyaman. Rika dan Roy tinggal di daerah pinggiran kota yang berada diberbatasan antara wilayah Artika dan Austulus. Dengan uang yang dimiliki Roy, ia membeli rumah yang tidak mewah dan tidak sederhana. Di rumah yang dibeli oleh Roy terdapat juga lahan kosong yang belum digunakan. Rencananya saat mereka tinggal disana mereka akan menaman beberapa bunga, pohon dan beberapa sayuran untuk kebutuhan sehari-hari mereka dan sebagian lagi mereka jual.
Hari demi hari mereka lalui bersama dengan keharmonisan dan penuh kebahagiaan. Pada bulan ke 12 yaitu bulan terakhir untuk berganti tahun. Rika mengandug anak Roy yang sudah berusia 1 bulan. Hati Roy yang senang akan kabar yang diberikan oleh Rika. Mengelus perut Rika dan berkata,” Jika ini anak peremppuan nanti aku akan memberi nama Erika Maratika. Tapi jika ini anak laki-laki maka aku akan memberikan nama Jozen Kartius”. Rika pun berkata,” Erika dan Jozen, ya. Nama yang bagus, sayang”.
Tidak lama kebahagiaan itu datang Roy mendapatkan kabar harus ikut berperang ke madan perang untuk menjaga perbatasan wilayah Hiris. Wilayah Hiris adalh wilayah yang mengahadap ke barat. Di sebelah barat yang jauh terdapat kerajaan yang bermusuhan dengan kerajaan Jazaliya karena kemakmurannya. Kerajaan Joran merupakan kerajaan yang dipimpin oleh pemimpin yang sadis dan kejam. Banyak dari rakyat mereka mati karena sistem yang berlaku saat raja yang baru diangkat. Saat raja pertama mereka kerajaan Jazaliya dan kerajaan Joran punya janji oerdamaian. Tapi saat raja ke 4 diangkat semua perjanjian itu tidak berlaku lagi. Hingga akhirnya kerajaan Joran menyerang wilayah yang berada di daerah Hiris.
Karena kabar itu Roy dan Rika harus berpisah karena tugas kerajaan. Hati Rika yang tidak rela untuk ditinggalkan. Apalagi Rika sudah mengandung 7 bulan, 2 bulan lagi bayi yang akan dikandungannya akan lahir. Roy yang tau kekawatiran Rika berkata,” Aku akan kembali, tunggu aku Rika sayang dan aku akan memeluk anak kita jika aku sampai rumah. Doakan saja aku selamat dimedan perang. Dan kembali kepelukanmu”. Dengan senyumaan meninggalkan Rika yang sedang mengandung 7 Bulan. Rika yang melihat itu berteriak,” SAYANG, KAMU HARUS KEMBALI PULANG DENGAN SELAMAT”. Roy yang mrndengar suara Rika dari jauh, melihar kearah suara itu dan melambaikan tangannya dan berkata,”IYA”.
Setelah kepergian Roy, Rika melakukan aktifitas serti biasa dengan beberapa pelayan. Hari demi hari Rika jalani dengan kesendrian menuggu sang buah hati lahir menemaninya dalam kesepian. Sudah 1 bulan berlalu, setelah keprgian Roy menuju medan perang. Walaupun jarak memisahkan mereka berdua, mereka masih berkirim surat untuk mengetahui keadaan masing-masing.
Hari berganti menjadi dingin, kelahiran sang buah hati semakin dekat. Hari demi hari dilalui dengan ras dingin dan kesepian dimusim dingin yang panjang tanpa ada surat balasan dari Roy yang berada dimedan perang. Karena khawatir Roy mengirim surat ke ruamh orang tuanya. Untuk mendapatkan kabar dimedan perang. Bulan berganti malam hari yang ditunggu kini datang, dimana hari kelahiran sang buah hati telah tiba. Rika yang sudah meraskan sakit didalam perutnya meminta pelayaannya untuk mencari dokter untuk bersalin dan meminta pelayan yang lain untuk mengabarkan orang tuanya yang berada di kota.
Tahun berganti dengan tahun bunga yang bersemi, Rika yang sendirian kini ada teman untuk bermain yaitu kedua anaknya yang kembar yang diberinama Erika dan Jozen. Nama yang diberikan oleh Roy saat Rika mengandung 1 bulan si kembar. Hati Rika yang senang kembali sedih karena belum dapat kabar dari Roy yang berada di medan perang. Hingga angin behembus membuat rambut Rika bergurai menutupi mata dan melihat Roy yang dari jauh menuju kehadadapan Rika dan si kembar yang berada dipangkuan Rika. Rika yang melihat Roy meneteskan airmata kebahagiaan atas kepulangan Roy dari medan perang. Dan mereka berdua hidup bersama didalam keluarga yang damai