Rasti dan teman-temannya merencanakan liburan sejak sebulan yang lalu. Dan akhirnya hari ini mereka ber6 berangkat liburan ke kawasan hutan lindung.
"Rasti kata adit nanti kita akan tinggal di rumah yang dulunya dihuni oleh penjaga hutan itu" jelas sista dalam perjalanan menuju tempat tujuan
"Wah benarkah? Bagus dong kita jadi bisa lebih dekat dengan hutan dan alam" jawab rasti dengan riang
"Ya. Sekar uda dong masak dari tadi mabok terus?" gerutu bunga yang duduk disamping sekar
Sekar yang mulai mabuk dari setengah perjalanan uda gak kuat lagi dan meminta untuk berhenti dan berjalan saja, karna dia sudah lemas muntah-muntah.
"Bay dimana, apa masih belum sampai?" Tanya adit dari telon bayu
"Sudah, ini para cewek minta jalan kaki aja karna sekar mabuk. Ya udah tunggu disana aku jalan kesana"
Setelah menurunkan para cewek bayu melajukan mobilnya menuju tempat adit. Jarak dari persimpangan dengan rumah hutan lumayan jau sekitar setengah hari jalan kaki. Namun rasti dan teman-temannya ini tak peduli dan mereka sangat menikmati pemandangan disetiap jalan setapak menuju dalam hutan untuk saampai di rumah hutan.
Grasak sraaakk
"Hey suara apa itu?" bisik bunga yang penakut
"Halah apa sih, palengan juga binatang kecil" jawab sista
"Hooek, hoek. Haaaah, ya ampun aku rasanya tak sanggup lagi lemes banget." Sekar terus saja muntah walo sudah turun dari mobil.
"Ini minum dulu sekar" aku menyodorkan sebotol air mineral
Grasak
"Ih. Rasti semakin dekat itu suaranya" bunga gemetaran tubuhnya karena takut.
"Benar bunga, biar aku lihat kamu disini saja sama Rasti dan sekar" jawab sista
Setelah 15 menit sista pergi akhirnya dia kembali lagi dan menjelaskan kalo tidak ada apa-apa dan dia membawah seekor kelinci yang sangat lucu, berbulu putih bersih dan bermata merah terang menyala.
Kami pun melanjutkan berjalan karna setelah istirahat 15 menit sekar merasa sudah enakan. Jam di pergelangan tangan ku menunjukkan pukul 8 malam, tak terasa kami berjalan lumayan jauh juga dari siang.
Sista mencoba menghubungi bayu dan adit namun jaringan mati tak ada jaringan sama sekali. Kami melanjutkan jalan dengan penerangan dari lampu hp.
Tak lama kemudian kami melihat sebuah rumah dan kami merasa lega, kami semua mempercepat langkah kami, karna kami ingin cepat-cepat istirahat.
"Wah akhirnya kalian sampai juga, ku pikir kalian akan tersesat" sapa adit yang melihat kami sampai dan terlihat sangat lelah
"Hay. Aku sudah selesai masak, ayo makan dulu setelah itu kalian mandi. kelihatan capek dan lapar gitu" teriak bayu dari dalam rumah sambil menata makanan di atas meja.
Kami semua makan dan selesai makan kami membersihkan diri lalu memilih kamar masing-masing. Aku sekamar dengan bunga. Malam itu kami istirahat dengan sangat lelap karna capek dalam perjalanan.
"Aaaaah.!" teriak sista yang menggelegar membuat kebisingan dipagi hari
Sontak kami semua keluar kamar dan lari ke arah sista yang sudah berdiri mematung di halaman belakang rumah.
"Sista ada apa?" Tanya bayu yang merasa bingung
"Itu.. Itu adalah kelinci yang kemaren aku bawah dari perjalanan kesini waktu aku temukan di jalan setapak hutan, dia mati dan kenapa jadi begitu? Siapa yang tega melakukan itu?" sista ngomong panjang lebar sambil nunjuk ke arah kelinci itu
Aku dan yang laen yang ikut melihat jadi merasa ngeri, kenapa dan siapa yang tega membunuh kelinci itu dengan dicolok bagian belakangnya tembus kepala, seperti mau dijadikan babi panggang.
Bayu dan adit menguburkan kelinci itu, dan setelah kejadian itu kami jadi merasa ngeri dan aneh.
Dan lagi-lagi teriakan terdengar lagi. Kali ini dari suara bunga yang berteriak histeris dari dalam kamar mandi. Saat kami datang di kaca kamar mandi ada tulisan dengan tinta merah, entah itu darah atau cat. Disitu tertulis [Permainan telah dimulai, siapa yang bisa keluar dari permainan ini dia akan mendapatkan hadiah, dan yang kalah dari permainan ini harus menyerahkan dirinya. Aku suka darah perawan].
"Apa-apaan ini? Siapa yang menulis ini. Gak lucu tau" teriak sista dengan kesal
"Ada yang iseng dengan kita kayaknya" sambung bayu
"Benar, ada yang mau main-main dengan kita dia bay" jawab adit dengan geram
Bunga dan sekar yang melihat itu mereka jadi makin ketakutan, tubuh mereka bergetar dan mereka selalu minta dianterin kalo mau kemanapun bahkan saat siang pun mereka tetep minta ditemani.
Sejak teror kematian kelinci dan tulisan di kamar mandi tak ada lagi kejadian aneh. Rumah itu emang sangat besar dan banyak ruangan dan juga kamar-kamar di rumah itu.
Sudah seminggu dan kami sangat menikmati liburan kami, karna tidak ada kejadian apa pun yang terjadi selama itu. Dan kami anggap itu semua hanya lelucon.
Pagi ini kami semua siap-siap akan kembali dan mengakhiri liburan kami. Malam hari itu kami menutup liburan dengan pesta api unggun, kami bernyanyi dan makan, ketakutan dan rasa ngeri dari teror sebelumya telah hilang.
Sekar dan adit memilih pergi bersama karena mereka telah jadian saat menikmati moment-moment di sini. Dan kami meminta mereka untuk mentraktir kami nanti saat sudah kembali.
"Aaah"
"aeeemmmh"
"Ssssstt"
"Aaaaah"
Aku dan bunga yang mau kembali ke kamar merasa geli, dan heran saat mendengar suara desahan itu.
Semakin malam desahan itu terdengar semakin mencekam dan terdengar kayak tersiksa. Aku dan bunga saling pandang. Jelas terdengar karena kamar kami berdampingan. Semakin lama suara desahan itu terdengan semakin pilu, aku rasanya tak tega dengarnya. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa karna pikirku mereka pacaran itu urusan mereka.
"Kenapa adit begitu kasar, bukankan itu pengalaman pertama bagi sekar. Tidak bisakah dia bermain lembut" pikirku dalam hati
Saat pagi hari kami yang siap mau pergi tak mendapati sekar. Hanya dia yang tidak ada, yang laen lengkap. Aku dan bunga saling pandang dan kami pun tersenyum.
Saat kami menunggu sekar yang tak kunjung muncul aku menyusul di kamarnya namun dia tidak ada disana. Dan adit juga tak tau kemena sekar. Akhirnya kami mencari sekar, dan betapa terkejudnya saat kami menemukan sekar yang tanpa busana tergeletak di bawah pohon besar dan sudah tak bernyawa.
Teriakan dan isak tangis tak lagi terbendung. Dan disamping jasad sekar tertulis [Lari dan sembunyilah jangan sampai aku menemukan mu]
"Omong kosong apa ini?! Siapa bajingan yang telah melakukan ini semua?!" teriak adit di dekat jasad kekasihnya
Saaaat jleb
Sebuah anak apanah melesat dan menembus kaki kiri adit. Teriakan kesakitan adit membuat kami terkejud. Bergegas kami lari sambil membopong adit untuk masuk ke dalam rumah dan bersembunyi.
"Adit, adit tahan lah" isakku yang melihat adit menahan sakit
"Sebenarnya apa yang telah terjadi ini?" Tanya sista sambil terisak
"Adit aku akan mencabut anak panah ini, kau tahanlah, gigitlah kain ini" pinta bayu pada adit
Ku lihat adit menahan sakit sampai kedua matanya memerah, dia menangis meratapi kepergian sekar. Bayu membalut luka adit agar darahnya tak keluar lagi.
Setelah sekian lama kami baru sadar kalo bunga tidak ada bersama dengan kami. Entah dia ada diman.
Seiap pergerakan kami seolah ada yang mengawasi, setiap kami akan keluar dari rumah itu maka anak panah akan melesat. Jadi kami hanya bisa bergerak saat malam hari, itu pun harus dengan sangat hati-hati agar tidak bisa ditemukan.
Malam itu tubuh adit menggigil dan panas sekali, ku rasa dia sedang infeksi karna luka bekas panahnya tadi tak diobati hanya dibalut saja.
"Lariiii...! Semuanya lari dari situ" teriak bayu yang ada di ambang pintu, saat dia pergi ke dapur mengambil air untuk adit.
Kami yang mendengar dan melihat sontak terkejud, setelah itu bayu tumbang dengan anak panah yang menembus kaki kanannya. Seketika kami lari sambil membopong adit yang terseok.
"Ras, sebenarnya ini apa yang terjadi? Kenapa kita jadi begini?" sista mulai terisak
"Sssstt...Diamlah dulu, sepertinya ada orang yang lagi berjalan" bisik ku pada sista
Tok, tok, tok, sraaaak tring, ting, ting.
Suara yang terdengar seolah suara benda tajam yang dipukul-pukulkan. Kami semakin berkidik mendengarnya.
"Kalian pergilah, biar aku yang mengalihkan perhatian, lari lah sekuat tenaga tinggalkan rumah ini" bisik adit pada kami
"Tidak, bagaimana kami bisa meninggalkan mu? Aku gak mau" jawab sista sambil terisak
"Benar Dit kami gak mau meninggalkanmu untuk jadi tumbal" jawab ku menimpali
"Tidak. Dengar, sepertinya permainan ini tidak ditujukan pada kami kaum laki-laki, tapi pada kalian para wanita. Apa kalian tidak ingat tulisan di kamar mandi itu?" jelas Adit pada kami berdua
Kami terdiam mendengar perkataan adit. "Jelas tulisan itu ditujukan pada kalian para wanita, karna di situ ditulis darah perawan" sambung adit lagi
Kami masih terdiam menatap adit. "Tapi Dit, bukankah kemaren malam kamu dan sekar melakukan hubungan suami istri? Aku dan bunga mendengar dengan sangat jelas desahan dan rintihan mu dan juga sekar" tanya ku pada Adit, dan Adit terdiam dan tertunduk. Aku semakin bingung dengan ekspresi yang dimunculkan oleh adit.
Rasa takut meliputi kami bertiga. Kami sembunyi di bawah tempat tidur saat kami merasa ada pergerakan dan langkah kaki seseorang yang memasuki kamar persembunyian kami. Detak jantung ku tak bisa berhenti dan semakin kencang berdetak, aku tak bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika kami ketahuan dan tertangkap.
Grep.
Sontak aku terkejud karna tangan ku di pegang seseorang dan dengan cepat aku menusuknya dengan sebuah gunting yang sedari tadi ku pegang.
"Aaahh...Kenapa kamu menusuk ku?" teriak bunga sambil memegangi tangannya.
Kami merasa lega ternyata orang itu adalah bunga. Kami bertiga keluar dari bawah tempat tidur.
"Bunga kamu tidak apa-apa? Maafkan aku. Bagaimana kamu bisa sampai selamat, dan kamu kemana semalam?" tanyaku pada bungan yang terlihat biasa saja dan tak ada raut wajah takut di pandangannya.
"Kenapa? Kau penasaran?" jawabnya sambil tersenyum
Kami bertiga menatap ke arah bunga dengan sangat heran. Lalu kami melihat dia mengeluarkan sebuah alat seperti iPhone dan alat seperti lensa kontak.
"Ini adalah permainan menemukan musuh, dengan alat ini aku bisa menemukan dan menghancurkan musuh-musuhku dengan mudah dan semakin banyak yang terbunuh maka aku akan dapat memenangkan uang milyaran. Namun lawanku terlalu tangguh untuk dikalahkan, jadi aku memasukkan nama kalian ke dalam permainan ini untuk bisa ku hancurkan" penjelasannya panjang lebar
"Kenapa?! Kenapa kamu begitu tegah bahkan melukai bayu dan adit, dan juga membunuh sekar!" teriak sista kesal
"Itu karna aku benci pada kalian, terutama sekar. Dia pantas untuk mati, kenapa? Karna dia telah berani mencintai adit dan berani merayu adit sampai jadian" jawab bunga dengan nada tanpa bersalah.
"Terus kenapa? Apa Salah mereka?! Mereka saling suka" tanyaku yang juga ikut kesal dan marah pada bunga
"Kau sangat polos Ras, tentu saja karna aku menyukai adit" jawab bunga santai
Aku dan sista terdiam.
"Kenapa kamu melakukan ini pada mereka? Mereka tak Salah, dan ini juga bukan Salah sekar" Tanya adit memelas pada bunga
"Karna aku benci mereka semua dan mereka semua harus berkorban untuk aku supaya aku bisa jadi orang kaya" jawab bunga dengan senyum yang terlihat mengerikan.
"Lari Lah, lari lah kalian berdua!" teriak adit pada kami.
Dan seketika itu juga aku dan sista lari. entah ke arah mana kami lari.
Dalam pelarian aku dan sista seperti orang gila, kami memakan apa jasa yang kami temukan dan tak perduli walo itu masih mentah. Aku merutuki kekuatan, kepandaian dan kecanggihan para penemu alat yang dapat mematikan itu. Permainan game koyol, mana ada game yang memberikan imbalan uang dengan cara membunuh manusia lain.
"Jangan sampai bisa ku temukan ya sayaaaang.!" teriak suara bunga.
Aku dan sista yang sedang bersembunyi semakin berkidik. Ini semua sebenarnya kapan akan berakhir, Demi uang dan Demi bisa jadi kaya teman kami bunga telah jadi pembunuh.