Masa kecil memang menyenangkan, memiliki banyak teman, waktu bermain lebih lama, bahagia dan bisa tertawa lepas tanpa adanya beban. Seungmin dan Yeji sudah menjalin pertemanan dari masa taman kanak-kanak. Mereka juga masuk ke sekolah dasar yang sama. Yeji memiliki saudara kembar bernama Hyunjin. Tapi kembarannya ini tak menyukai Seungmin, begitu pula sebaliknya.
Sekolah dasar menjadi tempat terakhir mereka bertemu. Mereka berdua dipertemukan kembali saat masa sekolah menengah atas. Tak, mereka tidak satu sekolah, mereka bertemu lewat media sosial. Awalnya menyapa, kemudian menanyakan kabar, berlanjut ke keseharian dan terus berlanjut hingga hal yang random. Mereka tak pernah kehabisan topik pembicaraan, selalu saja ada bahan pembicaraan di antara mereka. Komunikasi ini membuat mereka menjadi saling terbuka satu sama lain.
Tiga tahun berlalu. Masa sekolah menengah atas telah selesai. Di hari graduation Seungmin mengajak Yeji untuk bertemu. Yeji menolak ajakan Seungmin. Padahal Seungmin ingin merayakan hari kelulusan bersama Yeji.
Tiba-tiba Yeji menghilang. Pesan yang dikirimkan Seungmin juga tak mendapatkan jawaban. Selama ini mereka berkomunikasi lewat chat, Yeji tak pernah mengangkat panggilan suara atau video dari Seungmin.
Seminggu kemudian tiba-tiba Seungmin mendapatkan pesan dari Yeji. Isi pesannya mengajak untuk bertemu. Malam harinya mereka bertemu di taman pusat kota.
"Sedang apa kau disini?" tanya Seungmin kepada seorang lelaki.
"Aku menunggu mu," jawab lelaki gondrong ini.
"Yang mengajak ku bertemu itu Yeji, tapi kenapa justru kau yang datang?" tanya Seungmin kembali.
Lelaki gondrong ini adalah saudara kembar Yeji, ia adalah Hwang Hyun Jin.
"Kim Seung Min. Ada sesuatu yang harus aku sampaikan kepada mu," kata Hyunjin.
"Apa?" tanya Seungmin dengan datar.
Ternyata Seungmin dan Hyunjin tak akur sampai sekarang.
"Kau ... berteman dekat dengan Yeji?" tanya Hyunjin yang mendapatkan anggukan kepala dari Sungmin.
"Kalian berdua sangat dekat, ya?"
"Eh, sebenarnya kau ini bicara apa, hah? Kenapa kau bertanya pertanyaan pribadi. Ku tau kau ini saudaranya, tetapi kau tidak boleh bertanya tentang hal yang pribadi."
"Kenapa aku tak boleh mengetahuinya? Aku sudah membaca semua pesan yang kau bicarakan dengan Yeji."
"Kau jangan mengganggu privasi saudari mu."
"Awalnya begitu. Tapi kau selalu menghubungi Yeji, itu membuat ku penasaran dengan apa yang kalian bicarakan."
"Kita langsung bicara ke inti saja. Untuk apa kau mengajak ku bertemu? Mengapa kau menghubungi ku dengan nomor Yeji?"
Tiba-tiba Hyunjin mengeluarkan sebuah ponsel. "Ini adalah ponsel milik Yeji."
Seungmin tidak percaya. Kemudian Hyunjin melakukan panggilan ke nomor Seungmin.
"Sebelumnya aku minta maaf. Selama tiga tahun kebelakang gue udah bohongi lo, sebenarnya yang aku yang selama ini menjawab pesan mu-"
"Jadi ini sebabnya kau mengetahui semua isi pesan yang ku kirim?"
Hyunjin mengangguk. "Sewaktu itu, rumah keluarga terbakar api. Ibu, ayah, Yeji dan Niki tak terselamatkan. Hanya aku yang selamat karena waktu itu aku sedang tidak ada dirumah. Aku tahu dari dulu kau dan Yeji memang sangat dekat."
Seungmin menunduk. "Lalu, mengapa kau bisa menggunakan ponsel milik Yeji?"
"Waktu itu ponselnya rusak dan diperbaiki. Sebelum pulang aku diminta oleh Yeji untuk mengambil ponselnya yang sudah bisa digunakan lagi. Sesampainya di rumah semua sudah habis."
Seungmin tak mengeluarkan suara lagi. Padahal hatinya sudah merasa nyaman bersama "Yeji" yang sebenarnya itu adalah saudara kembarannya.