Winwin dan Saerom sudah menikah hampir 10 tahun tapi kehidupan mereka masih belum dikaruniai seorang anak. Saerom merasa tak sempurna bagi Winwin, padahal Winwin menerimanya apa adanya. Tiba-tiba Saerom menyuruh Winwin untuk menikah lagi dengan sahabatnya yang baru menyelesaikan masa iddah. Namanya Gyuri. Gyuri ditinggalkan oleh suami beserta anaknya dalam sebuah kecelakaan. Winwin bersedia menikah lagi karena paksaan dari Saerom. Dari pernikahannya yang ke dua ini dikaruniai seorang anak perempuan. Selama proses kehamilan Winwin jelas selalu bersama Gyuri, semua dilakukan karena tidak mau terjadi sesuatu yang tak diinginkan menimpa istri dan calon anaknya. Setelah lahir anak pertamanya, terlihat Winwin bahagia atas pernikahannya bersama Gyuri.
Saerom sangat sedih, tapi mau bagaimana lagi. Lima tahun kemudian, kini anak perempuan Winwin tumbuh sempurna menjadi cantik, imut, menggemaskan, lucu, baik, perfect. Saerom menganggap Jiheon seperti anaknya sendiri, terkadang ia marah karena Winwin selalu mementingkan keperluan Gyuri dan Jiheon. Tak selang lama akhirnya Saerom mengandung buah hatinya bersama Winwin. Tentu saja mereka bahagia, tapi selama kehamilan Winwin masih fokus kepada Gyuri dan anak mereka. Alasannya Jiheon sedang sakit tak lepas dari pelukan Winwin. Dokter sudah memperingati kalau kandungan Saerom ini lemah dan harus sangat dijaga. Setelah proses mengandung tiba waktunya melahirkan. Dari pernikahannya bersama Saerom, Winwin mendapatkan anak laki-laki yang diberi nama Yang Yang.
Namun naas beberapa bulan setelah Yang Yang lahir ke dunia Saerom harus kehilangan Winwin. Bukan hanya kehilangan sang suami, tetapi juga sahabatnya. Winwin, Gyuri dan Jiheon tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Kini Saerom memilih untuk hidup sendiri, membiayai Yang Yang dilakukan sendiri. Saerom memutuskan untuk tidak menikah lagi, meskipun ada yang mengajaknya untuk kembali menyempurnakan agama. Yang Yang adalah satu-satunya harapan Saerom untuk sekarang dan masa depan.