"Na Jaemin. Kamu selingkuh lagi dibelakang aku?!"
"Enggak."
"Jawab jujur!"
"Enggak Kim Minju. Aku gak selingkuh."
"Bohong."
Semenjak itu Minju menjadi kesal kepada Jaemin, pacarnya.
Minju mulai menjauh dari Jaemin. Minju pokoknya marah banget sama Jaemin.
Jaemin berusaha minta maaf terus sama Minju. Minju bukan perempuan yang bodoh, Minju tahu kalau Jaemin bohong. Soalnya, Minju mengikuti Jaemin kemanapun Jaemin pergi.
Bukan terlalu posesif, Minju kan gak bisa dilihat semua orang, hanya 'orang-orang tertentu' yang bisa lihat Minju.
Jaemin gak sadar kalau dirinya berpacaran dengan perempuan yang sudah meninggal, tepatnya 5 tahun yang lalu Minju meninggal.
Minju memang cantik. Jiwa playboy Jaemin muncul saat melihat Minju.
"Kim Minju. Percayalah. Hati ku ini cuma milik kamu, kamu ada di dalam hati ku."
Setiap Jaemin ketahuan dekat dengan perempuan lain. Pasti Jaemin akan mengeluarkan gombalan maut nya.
Jaemin bener-bener gak sadar, kalau Minju pacarnya ini bukanlah seseorang yang menginjak tanah. Jaemin yang playboy bahkan tak peduli, baru kali ini, Jaemin di tahan perempuan.
Biasanya Jaemin pacaran paling lama itu setahun, kalau gak ketahuan selingkuh.
Mereka sekarang menginjak ke 3 tahun dalam hubungan. Jaemin dibuat setia sama Minju.
"Kim Minju. Aku gak bisa hidup tanpa kamu."
Malam ini, Minju sangat kesal kepada Jaemin.
Jaemin pergi jalan bersama perempuan lain.
Jeno menemukan Jaemin di kamarnya dengan darah dimana-mana. Minju mengambil hati Jaemin.
Kata Jaemin. Hatinya untuk Minju seorang. Hidupnya untuk Minju. Oleh sebab itu, Minju mengambil hati dan kehidupan Jaemin.
"Kamu bohong lagi Na Jaemin. Kamu bilang, ada aku di hati kamu. Setelah aku ambil hati kamu ternyata gak ada aku disitu. KAMU PEMBOHONG!"