Malam ini Winter tidur sekamar sama Karina. Winter baru selesai gosok gigi. Karina udah ada di atas kasur dengan posisi membelakangi Winter.
"Lo udah gosok gigi, Na?"
"Hm."
Winter narik selimut, menyelimuti tubuhnya sampai leher. Winter memejamkan matanya berusaha tidur meskipun hatinya tak enak. Firasat buruk Winter abaikan. Winter pengen tidur, seberusaha mungkin Winter menidurkan diri. Suhu ruangan jadi berubah. Mendadak dingin banget, Winter pikir mungkin Karina kepanasan jadi mengubah suhu AC ruangan. Winter membelakangi Karina. Winter masih berusaha buat tidur, tapi selalu gak bisa, ada yang aneh sama malam ini. Tiba-tiba bayangan Karina muncul di mata Winter. Di bayangan, Karina cuma diem menatap Winter. Winter buka matanya terus berbalik ke arah Karina. Belum sempat teriak, sosok menyeramkan itu sudah terlebih dulu menutup mulut Winter. Yang dari tadi sama Winter dikamar ternyata bukan Karina.
Pagi hari, Giselle membangunkan Ningning terlebih dulu.
"Bangun Ning."
Ningning terbangun, saat membuka mata Ningning melihat Giselle lagi mengikat rambutnya.
"Jam berapa sih sekarang?"
"Jam 6 pagi."
"Yaelah masih pagi Sel. Gue mau lanjut tidur lagi."
"Kemarin bilangnya mau jogging bareng. Buruan mandi lo, gue mau ke kamar Winter dulu."
Giselle pergi ke kamar Winter. Dengan malas Ningning beranjak dari kamar ke kamar mandi.
Tok tok tok.
"Karina, Winter. Buruan bangun."
Lumayan lama Giselle membangunkan mereka berdua.
Tok tok tok.
"Woy cepetan bangun! Kalau enggak gue gak bakalan bikinin lo berdua sarapan!"
Giselle meninggalkan kamar Winter dan Karina. Sementara itu Ningning sudah ada di dalam kamar mandi, Ningning memilih buat berendam dulu sebentar. Setelah 10 menit Ningning berendam, sekarang Ningning akan membersihkan dirinya, tapi ... dari dalam air ada yang menarik kaki Ningning sampai kepalanya terbentur berakhir tenggelam.
Giselle kesel dong dari tadi keempat teman-temannya gak dateng juga. Giselle sarapan sendiri, padahal Giselle udah masak buat mereka. Datang Karina. Karina duduk di depan Giselle.
"Kok cuma lo? Ningning sama Winter mana?"
"Gak tau."
Giselle terdiam, tapi masa bodo, Giselle melanjutkan sarapannya. Sampai Giselle beres sarapan dari tadi Karina belum makan.
"Na, lo gak makan?"
"Nanti aja."
"Entar pingsan loh."
Selesai sarapan Giselle dan Karina pergi jogging. Tadinya mau sama Ningning, tapi Giselle gak mau nungguin lama, jadi pergi sama Karina.
"Karina. Jogging tuh lari santai, lo jangan cepat-cepat larinya!" teriak Giselle.
Giselle menyusul Karina. Sekuat tenaga Giselle lari, tanpa Giselle sadari dari tadi Karina sebenernya gak lari tapi terbang makanya cepet.
"Hah ... hah ... hah ...."
Giselle berhenti mengejar Karina. Giselle mengatur napasnya. Setelah stabil, Giselle melihat ke sekeliling, gak ada Karina di dekatnya.
"Karina ... lo dimana?"
Ada yang berdiri di belakang Giselle. "Karina gak ada."
"Apa?"
Giselle didorong sampai jatuh ke jurang yang ada di depannya.
Klek.
"Giselle, Winter, Ningning! Dimana kalian!? Karina pulang!"
Karina bertemu dengan sosok peniru dirinya, yang sudah menghabiskan nyawa ketiga teman-temannya.
"Sekarang giliran kamu. Kalian semua harus mati karena sudah mengganggu tempat kekuasaan saya!"
Seminggu sebelum kejadian, Karina dan temen-temennya berpesta di malam hari, dengan volume musik tinggi mereka menggila. Sampai lupa kalau bukan mereka saja yang punya telinga, mahkluk lain sampai terganggu dan marah sama mereka.