"Aku menyukaimu ...."
Seketika dua orang ini terdiam. Sudah dua belas tahun mereka bersama tapi tetap terasa asing satu sama lain. Pertemanan bisa menjadi cinta. Mereka hanya manusia biasa tak bisa menolak kedatangan cinta. Dari yang awalnya diam-diam menyimpan rasa, lalu mengungkapkan dan ....
"Kau kenapa selalu menolak cinta ku? Padahal, aku sudah berkali-kali mengungkapkannya kepada mu dan kau tetap menolaknya tanpa memberikan alasan!"
"Mina ... sebenarnya aku memiliki alasan untuk menolak mu."
"Darsa! Apa jangan-jangan kau menolak ku karena kau tak mau pertemanan kita berakhir?"
"Tidak ada kata berakhir di pertemanan ...."
"Lalu apa? Kenapa alasannya selama ini kau menolak ku?"
"Aku tidak bisa bilang ini pada mu. Ini rahasia ku."
"Darsa, bertahun-tahun kita sudah dekat, tapi kau merahasiakan sesuatu dari ku. Apa yang tidak aku ketahui tentang mu?"
"Mina ...."
"I love you, Darsa ...."
Darsa menggeleng, kemudian pergi meninggalkan Mina.
Seperti lelaki pada umumnya, setelah perempuan mengungkapkan perasaannya maka ia akan pergi menjauhinya. Atau menjaga jarak dengan si perempuan. Ini bukan kali pertamanya Mina mengungkapkan perasaan cintanya kepada Darsa. Mina terus memperjuangkan cintanya meski selalu ditolak tanpa alasan.
Tiba-tiba waktunya pesta kelulusan sekolah. Mina kembali menyatakan cintanya kepada Darsa.
"Beri aku alasan kenapa kau selalu menolak ku!"
"Karena ... aku sudah memiliki pacar."
"Pacar? Darsa, ternyata selama ini kau merahasiakan ini dari ku? Siapa pacar mu?"
Darsa menggeleng tidak mau memberitahu Mina.
"Ayolah, beritahu aku!"
"Dia ...."
"Dia? Maksud mu, 'dia' itu siapa?"
"Dia ... seorang laki-laki ...."
Answer. Kali ini Mina memberikan jawabannya, alasannya selama ini menolak cinta Mina.