Kisah percintaan antara adik dan kakak kelas memang tak pernah selesai. Begitu pula dengan kisah Jaemin si mantan ketos dan kekasihnya Winter anak Pak Kepsek. Kedua pasangan ini dikenal oleh semua warga sekolah. Tentunya guru-guru pun sudah pasti tahu kepada mereka. Sekarang mereka sedang LDR. Jaemin kuliah di luar kota bersama Jeno. Dulu, Jeno ini adalah wakilnya Jaemin saat menjabat sebagai ketos sekolah. Dan Winter sekarang duduk di kelas 12. Selama mereka LDR banyak yang menanyakan tentang hubungan percintaannya. Banyak pula yang mendekati Winter, padahal statusnya masih menjadi kekasih Jaemin. Jaemin sangat menyayangi Winter. Semua yang melihat mereka pasti di buat baper.
Setelah lulus, keluarga Winter pindah rumah. Beberapa bulan kemudian orangtuanya menjodohkan putri kesayangannya dengan seorang lelaki anak sahabat Ibunya. Perjodohan ini juga keinginan Ibunya. Mereka sudah berjanji untuk menjodohkan anak mereka jika sepasang, kalau tak sepasang mereka bisa menjadi saudara.
"Perkenalkan, saya Kim Doyoung, calon suami mu."
Winter tentunya tidak terima, perasaannya masih untuk Jaemin seorang tak bisa di bagi.
"Aku dan Jaemin akan menikah nanti. Tak perlu kalian menjodohkan ku!"
"Winter. Ibu sudah berjanji dengan Ibunya Doyoung," ucap Ibu.
"Lebih baik kau lupakan kekasih mu. Menikahlah dengan Doyoung," ucap Ayah.
"Ayah pun menyuruh ku menikah?!"
"Doyoung datang dari keluarga baik. Dia anaknya sopan, ramah, baik, dewasa," ucap Ayah.
Ibu berkata, "Doyoung bisa membimbing mu, Winter."
Winter adalah anak yang penurut, sangat berbakti kepada kedua orangtuanya. Tapi, urusan yang kali ini berbeda. Menikah dengan orang yang tak dikenal, bertemu pun tak pernah, tiba-tiba datang sebagai calon suami.
"Kau tutup mulut ya, jangan beritahu Jaemin!"
"Aku paham Winter. Lagi pula ini adalah urusan keluarga, mana mungkin aku menceritakannya kepada Jaemin. Kalau sampai Jaemin mengetahui hal ini maka persahabatan kami pun akan rusak."
"Terimakasih, Kak Jeno."
Winter tak mau melawan orangtuanya, ia tak mau menjadi anak durhaka. Winter pun pasrah dan bersedia untuk menerima perjodohan ini dengan lapang dada. Tanpa adanya perkenal yang lebih jauh Winter dan Doyoung tiba-tiba menikah. Cinta memang hadir karena terbiasa. Winter pun mulai luluh kepada Doyoung. Tapi dia tak bisa meninggalkan Jaemin.
Jaemin terus menghubungi Winter. Di sisi lain Winter berusaha perlahan untuk memutuskan hubungan mereka.
"Kak Doyoung. Tolong angkat telpon ini, lalu kau bilang kepadanya agar tak lagi mengganggu ku, bilang juga kalau kau suami ku."
"Untuk apa? Siapa yang menelpon mu?"
"Nanti ku jelaskan, sekarang kau lakukan saja dulu."
Doyoung mengikuti perintah Winter. Sesuai janji Winter pun jujur mengenai Jaemin.
"Winter. Gara-gara perjodohan ini kau harus berpisah dengannya."
Winter menggeleng. "Ini keinginan ku sendiri. Aku ingin kedua orangtua ku bahagia, sejujurnya aku memang sedih, tapi dalam pikir ku pasti Tuhan memberikan hikmahnya dibalik semua ini. Mungkin aku dan Jaemin pada dasarnya memang tak berjodoh, 'kan tak bisa juga dipaksa."