Indra adalah seorang pemulung yang kerjanya memunguti sampah plastic yang di tinggalkan oleh para pengunjung taman bunga di pusat kota Bandar lampung jika sudah penuh karung yang di bawanya indra langsung menjual sampah plastic itu ke tengkulak dan selesai mendapat bayaran indra membelanjakan semua uang itu untuk di belikan makanan dan kini indra pun pulang kerumahnya.
“ayah udah pulang..” indra tersenyum saat anaknya yang imut itu menghampirinya dan indra pun langsung membopong tubuh anaknya itu “putri ayah pintar ya jaga ibu?” kata indra saat dirinya kini duduk di samping istrinya yang sedang terbaring itu karena kakinya cacat akibat di tabrak oleh truk.
“mari kita makan bersama?” kini indra bersama istri dan anaknya pun melahap nasi bungkus yang di bawanya tadi sungguh di gubuk reot ini lah indra dan keluarganya tinggal bersama walaupun jika hujan mereka kebingungan karena atapnya sudah bolong dan suara gemuruh kereta yang lewat setiap menitnya membuat mereka tidak nyaman namun harus bagaimana lagi indra selaku kepala keluarga pun tidak punya pekerjaan selain menjadi pemulung.
Kini istri dan anak indra sudah tidur sehingga dirinya pun keluar dari gubuk karena merasa kepanasan “siapa kau?” indra terperanjat saat membuka pintu matanya menatap sosok yang berpakaian serba merah dan kepalanya mengenakan helm hitam.
“selamat kau terpilih untuk mengikuti lomba kematian yang berhadiah 10 miliyar tanpa di potong pajak.. jleb” selesai mengatakan itu sosok manusia misterius itu langsung menembakan obat bius ketubuh indra sehingga indra langsung pinsan dan sosok itu langsung membawanya ke suatu tempat yang sangat jauh dan begitu misterius.
“Bangun Bangun Bangun…” indra langsung membuka matanya saat seseorang menggoyang kan tubuhnya “di mana ini siapa kau?” indra langsung siaga saat melihat banyak orang di ruangan yang redup cahaya ini “aku ibal, kau?” kata pria itu “ak aku indra. Jadi ini dimana?” ibal langsung menggelengkan kepalanya.
“aku pun tidak tahu, tapi kalo aku Tanya ke mereka pun sama seperti kita. Di culik..”
“di culik manusia berbaju merah?”
“iya, kau dari mana?”
“ah begitu aku dari Bandar lampung! Kau..”
“aku dari lampung barat.. nino nino nino!” tiba tiba terdengar bunyi suara seperti toa ambulan di spiker dinding yang membuat penghuni ruangan ini panic.
“perhatian semuanya! Aku diego mas sultan paling kaya se Indonesia akan membuat permainan khusus untuk kalian dan hadiahnya tidak main main yaitu 10 miliyar untuk kalian yang memenangkan permainan ini. Jadi sebelum di mulai silahkan kalian menikmati hidangan yang aku sajikan untuk kalian.. BRrrr”
tiba tiba pintu yang sebesar gerbang itu langsung terbuka dan di sana terlihat hidangan makanan lezat yang begitu menggugah selera sehingga para penghuni ruangan itu berlari dan melahap hidangan itu dengan cepat.
“wah enak nya..” kata para penghuni ruangan yang sudah melahap makanannya sehingga indra hendak ikut melahap ayam goring yang begitu menggodanya “jangan..” ibal menahan indra “kenapa bukan kah ini gratis lagi pula aku gak pernah makan hidangan mewah?” ibal langsung menggelengkan kepalanya.
“di saat seperti ini jangan kegabah, kau lupa kata diego aka nada lomba kematian?” indra mulai sadar lalu memperhatikan sekitarnya “iya ada beberapa orang yang tidak makan!” ibal langsung tersenyum sehingga mereka pun menahan diri untuk tidak mencicipi sedikit pun hidangan itu.
“aah aah aaah!” indra dan yang lainnya tampak terkejut sekaligus ketakutan melihat para penduduk ruangan yang tadi melahap hidangan itu langsung mengeluarkan busa dari mulutnya “mereka kenapa?” Tanya indra panic saat melihat para penduduk itu berglempangan di lantai.
“selamat kalian lulus, hem hanya tinggal 50 orang padahal pesertanya 200 orang tapi tidak masalah yang penting kalian harus hati hati ya jangan tergoda! Baik lah sebagai pengisi energy kalian untuk permainan selanjutnya silahkan makan hidangan ini? Brrrr..” tiba tiba lantai terbelah dan para penduduk ruangan ini yang masih hidup langsung terjatuh.
“Aaa…” indra menjerit karena dirinya seolah sedang naik roler koster “brukk..” indra melongo saat dirinya duduk di kursi yang di atas mejanya tersaji banyak makanan dan mereka yang tersisa pun ikut duduk di kursi kursi itu “baik lah kalian bisa makan sepuasnya sekarang?” kata diego di spiker yang ada di dinding.
“benar kita boleh makan ini?”
“bismilah dulu aja indra..” indra langsung menganggukan kepala dan selesai mengucapkan kalimat itu indra pun langsung melahap hidangan yang ada di depan matany “masya allah ini enak banget” kata indra saat dirinya terus melahap makanan lezat itu bahkan sampai berlinang air mata karena seumur hidupnya indra tidak pernah memakan hidangan selezat ini.
Dan kini para peserta yang sudah ke kenyangan langsung tepar di tempat duduknya “nino nino..” tiba tiba bunyi toa itu kembali terdengar “baik lah mari kita mulai lomba selanjutnya?” tentu indra dan yang lainnya sangat terkejut pasalnya untuk berdiri pun mereka kesusahan akibat ke kenyangan tetapi mereka semua memaksa diri sehingga dengan susah payah mengikuti para penjaga yang mengenakan pakaian serba merah itu pergi.
“Brrr..” tiba tiba sebuah pintu besar terbuka dan mata mereka bisa melihat dengan jelas kandang besi yang di dalamnya ada singa yang lapar sedang di depan mereka terdapat kolam renang yang lebar.
“apa ini maksudnya?” Tanya indra pada ibal “kalian semua masuk kedalam kolam itu siapa yang paling lama tahan napas di air dirinya langsung naik level selanjutnya?” kata diego dari spiker dan para pegutas itu langsung mengalungkan besi bebobot kiloan ke pinggang para peserta setelah itu petugas langsung menjeburkan para peserta kedalam kolam renang yang dalamnya mencapai 5 meter.
“byurrr…” para petugas itu pun mulai menghitung waktu dengan timer, sudah 1 menit berlalu kini para peserta sudah mulai kehabisan napas sehingga mereka pun melepas besi itu dan berenang ke tepian “uaaa…” akhirnya para peserta itu bisa benapas dengan lega tetapi tangan petugas langsung menodongkan pistol ke kepala mereka.
“dor dor dor dor” indra tersentak kaget para peserta itu mengambang dan kini air yang biru itu bercampur darah “ya allah aku sudah tidak kuat” kata indra dalam hatinya saat sudah 2 menit lebih dirinya menahan napas akhirnya indra pun memutuskan melepas besi itu saat melihat para peserta lain mulai melepas besinya juga.
“uaa” indra dan yang lainnya naik ketepian bersama “karena peserta tinggal 10 orang kalian semua lulus di level ini, selamat kalian bisa istirahat untuk melanjutkan lomba besok” suara diego kembali terdengar sehingga para petugas itu pun membantu indra dan peserta yang lainnya untuk kembali keruang awal sedang petugas yang lainnya langsung mengambil para peserta yang tewas dan jasat mereka langsung menjadi santapan para singa yang lapar itu.
Indra masih juga terjaga padahal waktu sudah menunjukan pukul 00:00 dini hari “ya allah aku gak tahu bisa menang lomba ini atau tidak tapi aku mohon tolong jaga lah anak dan istriku!” kata hati indra berharap kepada tuhannya sungguh indra tidak mengkuatirkan dirinya tetapi memikirkan keluarga kecilnya yang begitu amat di sayanginya itu dan akhirnya indra pun terlelap karena terlalu lelah tubuh dan pikirannya.
“ninu ninu ninu” suara toa kembali berbunyi membuat para peserta itu terbangun dari tidurnya “bangun semuannya! Lomba akan segera di mulai” suara diego kembali terdengar di spiker dan para petugas langsung mengarahkan para peserta itu masuk kedalam sebuah ruangan.
“lomba kali ini adalah bakia! Karena jumlah kalian 10 orang jadi kalian bebas untuk bisa memilih tim..” mendengar suara diego, ibal langsung menggeret lengan indra dan tiga pria pun ikut bersamanya “baiklah kita satu tim sekarang!” pinta ibal yang di iyakan rekan timnya.
“ingat permainan ini mudah kita Cuma harus melangkah bersamaan dengan cepat jadi biarlah aku yang di depan untuk memimpin?” tambahnya yang kembali di iyakan oleh rekannya dan kini dua tim pun bertanding “siap.. Ya!” mendengar suara diego kedua tim itu pun beradu kecepatan jalan bersama dengan sandal kayu panjang.
“sedikit lagii” teriak ibal yang membuat rekannya melangkah cepat dan selaras “brukk..” namun untuk tim lawan mereka memang lebih dulu melaju tetapi karena kurang seimbang di bagian tengah mereka pun terjatuh sehingga tim ibal pun yang menang.
“hore.. kita menang!” teriak tim ibal bergembira sedang tim lawan tampak ketakutan karena petugas menodongkan pistol kearahnya “dor dor dor dor dor!” sontak indra dan yang lainnya langsung terdiam dan ketakutan saat melihat tim lawan tewas tertembak.
“hmm sudah tinggal 5 orang! Baik lah kalian langsung masuk ke level selanjutnya” selesai mendengar suara diego para petugas pun kembali mengarahkan indra dan yang lainnya ke tempat perlombaan selanjutnya dengan peserta yang sudah tewas langsung di jadikan santapan para singa kembali.
“egrang” kata para peserta sehingga mereka pun mulai ketakutan karena tiba bisa memainkan permainan tradisional itu “nah lomba kali ini adalah egrang! Tapi tenang dari 5 egrang itu terdapat egrang yang bisa bergerak sendiri tanpa kalian minta dan untuk mendapat egrang itu mari kalian main hom pi pah siapa yang menang bisa memilih duluan!” selesai mendengar intruksi dari diego para peseta langsung bermain.
“hom pi pah alaihom gambreng?” ibal dan indra langsung menelan ludah mereka karena telah mendapat urutan akhir sehingga setelah peserta sudah mendapat egrangnya masing masing lomba pun di mulai.
“Siap.. Ya!” indra dan ibal tersentak kaget saat merasakan kakinya bergerak sendiri padahal mereka tidak bisa memainkan egrang “alhamdulilah menang!” ibal dan indra pun langsung sujud syukur kepada tuhannya sedang tiga peserta yang lain langsung tergeletak di tanah karena tubuh mereka tersetrum egrang yang di rancang untuk membunuh.
“wah tersisa 2 orang! Tapi kalian harus tahu hanya 1 orang yang jadi pemenang sehingga level akhir dari lomba ini kalian harus bertarung sampai salah satu dari kalian mati”
“deg..” jantung indra dan ibal langsung berdebar bahkan mereka pun saling menatap karena merasa sangat tidak berdaya “apa kau punya orang yang kau cintai?” Tanya ibal dengan suara lirih yang langsung mendapat anggukan kepala indra.
“aku punya anak dan istri, lalu teman yaitu kau!” jawab indra yang membuat ibal langsung tersenyum tulus lalu ibal pun berlari dan merebut pistol petugas “kau berhak hidup in, dor..” mata indra langsung membelalak saat melihat ibal menembakan peluru di pistol yang di pegang tangannya ke kepalanya sendiri.
“ibal ibal hiks hiks.. ibal aku mohon hiks..” indra terisak dalam tangisnya karena tangannya merasakan tubuh ibal yang sudah kaku dalam pelukannya sungguh hatinya hancur karena harus kehilangan orang yang di cintainya selain keluarga kecilnya dan indra benar benar kali pertama itu mendapat teman sejati yaitu si ibal sosok pria ramah yang selalu tersenyum kepadanya.
“baik lah selamat indra kau adalah pemenang lomba kematian dan kau berhak mendapat hadiah uang 10 miliyar!”
“terimakasih! Tapi boleh kan aku juga membawa ibal aku ingin memakamkan tubuhnya ketempat yang layak?”
“tentu saja boleh..” indra pun langsung di antar pulang oleh petugas dan uang yang dirinya dapatkan indra gunakan untuk membeli rumah dan juga berdagang sisanya dirinya berikan kepada para anak yatim dan anak jalanan yang ada di kota Bandar lampung sedang ibal pun di kuburkan di pemakaman yang layak.
SELESAI
Halo semua kalo kalian suka cerpen ini like ya dan jangan baper sama ceritanya karena ini cuma cerita fiksi gak nyata☺️ dan jika kalian berkenan bisa lihat banyak cerita di akun novel toon ku. aku ingin jadi penulis novel yang profesional tolong bantu dukung ya terimakasih 😘