Zeno, ia adalah anak yang pendiam, selalu menyendiri, dan minder kepada teman-temannya. Zeno berumur 15 tahun seorang murid SMP, Zeno selalu diajauhi temannya karena dia dianggap sebagai pembunuh oleh teman-temannya.
Kenapa dianggap sebagai pembunuh?!
~~~~~
Terlihat zeno sedang duduk dibangku taman sekolahnya, dan sekarang adalah jam makan siang sekolah, zeno tampak termenung dan mengantuk dibangku taman sambil menyadarkan kedua tangannya dimeja taman.
~~~~~
Flashback on
5 tahun lalu
Saat Zeno dan Ryan berumur 10 tahun disekolah dasar •…•
"Aku lapar sekali" ujar nya Zeno yang sedang duduk dibangku taman sekolah.
"Zeno!!".
Terdengar suara teriakan yang memanggil Zeno dari jauh. Dia adalah sahabat kecilnya Zeno bernama Ryan.
Ryan adalah anak yang periang, pintar dan memiliki banyak teman,tidak heran lagi, Ryan adalah anak yang populer di sekolahnya karena dia anak murid terpintar disekolah, selain pintar Ryan selalu mendapat juara dikelas, dan perlombaan-perlombaan yang diadakan disekolah, itulah yang membuat Ryan populer. Walaupun Ryan dan Zeno selalu bersama tetapi selalu ada rasa iri didalam hati Zeno.
"Zeno apa yang kau lakukan disini" ujar Ryan sambil duduk disebelah teman baiknya itu.
"Duduk" ujar zeno, sambil membenarkan posisi duduknya.
"Aku tau kau sedang duduk tetapi kenapa kau tidak masuk kekelas, sebentar lagi bel lho" balas Ryan dengan santai.
"Kita baru saja keluar istirahat tidak mungkin langsung masuk! Kau aneh sekali" Ujar Zeno dengan perasaan kesal.
"Eeehhh.. Iya, ya aku lupa hehe, maaf" ujar Ryan
"Terserah" balas Zeno dengan perasaan kesal.
Ryan sebenarnya tau apa yang dilakukan Zeno ditaman sendirian, Zeno selalu menghindari Ryan karena Zeno tidak tertarik memiliki teman apalagi temannya populer, tetapi Ryan selalu berusaha agar bisa dekat dan berteman dengan Zeno karna Ryan tau kalau Zeno tidak cukup mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.
Kenapa Ryan bisa tau bahwa Zeno kurang kasih sayang dari orang tuanya?
*****
Beberapa minggu yang lalu Ryan berencana datang kerumah Zeno untuk kerja kelompok, saat hendak memanggil nama Zeno, Ryan mendengar suara teriakan dan pukulan, saat itu Ryan terdiam seribu bahasa, karna dia mendengar suara tangisan dari Zeno saat hendak membukakan pintu rumah Zeno, ada yang memanggil Ryan dari belakang.
"Psssttt hey dek" ucap orang asing itu yang memanggil Ryan.
Sontak Ryan sedikit terkejut.
"Ehhh... Siapa itu, apa, dimana?" ucap lirih Ryan sambil kaget.
"Hey disini dek, apa yang kamu lakukan disitu? Ada keperluan apa?" ucap orang asing itu.
Ryan menoleh kebelakangnya terlihat seorang ibu yang sedang membawa barang dagangannya, sambil berhenti di depan rumah Zeno, ibu itu bernama bu Asri, bu Asri adalah tetangga Zeno tapi rumahnya tidak berdekatan rumah Zeno.
" Eehh bu.. aa.. nuu.. saya teman Zeno, nama saya Ryan, saya mau manggil Zeno bu mau kerja kelompok dirumahnya Zeno" ucap Ryan gugup sambil melangkah mendekati ibu Asri.
"ooohhh temennya Zeno toh" ucap bu Asri.
"Hehee iya bu, emang ada apa bu, ibu manggil saya?" tanya Ryan penasaran.
"Gini dek Ryan sebaiknya kamu datang besok aja kerumah dek Zeno, karna itu... Hmm..." ucap bu Asri gugup.
"Kenapa bu?" ucap Ryan.
Tidak berselang lama, akhirnya bu Asri menceritakan semuanya kepada Ryan, karena mendengar cerita tersebut mata Ryan sedikit berkaca-kaca karena cerita bu Asri tadi.
"Emm maaf dek Ryan, ibu bukan bermak-" ucap bu Asri terhenti karena Ryan memotong pembicaraan.
"Gak apa-apa kok bu Ryan ngerti, Terima kasih ya bu sudah mau cerita sama Ryan, soalnya juga Ryan pengen temenan sama Zeno cuma, Zeno selalu menjauh" ucap Ryan dengan mata berkaca-kacanya sambil menundukkan kepalanya.
"Emm, dek Ryan, mungkin jika kamu mengerti akan perasaan dan kemauan dek Zeno, mungkin saja dek Zeno mau berteman dengan Ryan" ucap bu Asri menyemangati Ryan.
"Hah?! Serius bu? Bagaimana caranya?" tanya Ryan antusias.
"Yaahhh, ibu pikir jika kamu mengerti tentang Zeno mungkin dia akan berubah sedikit demi sedikit, contohnya kamu selalu ada saat Zeno membutuhkan bantuan" ucap bu Asri
"Tapi bu, Zeno tidak pernah meminta bantuan ku sedikit pun, bahkan dia jarang sekali diajak untuk berbicara, bagaimana Ryan bisa membantunya? Ucap Ryan bingung.
" Eemmm, mungkin dengan cara berbagi itu lebih baik "ucap bu Asri.
" Berbagi? "ucap Ryan bingung.
Tanpa berpikir lama Ryan langsung tau apa yang dimaksud dengan perkataan bu Asri, Ryan tersenyum lebar, dan menatap bu Asri dengan mata berbinar.
" Kenapa dek Ryan? "tanya bu Asri bingung.
" Ryan tau bu, maksud dari perkataan ibu! "ucap nya senang
" Benarkah baguslah kalau gitu" ucap bu Asri dengan senyumnya
"Tapi bu bagaimana dengan Zeno?" ucap Ryan kembali sedih sambil melihat pintu rumah Zeno.
"Kalau soal Zeno nanti aja dulu, sekarang kamu pulang aja, ini juga udah mau sore dan cuaca juga mendung nanti ibu kamu nyariin" ucap bu Asri.
"Iya deh bu, kalau gitu Ryan pamit pulang ya bu, makasih ceritanya tadi bu, permisi" ucap Ryan berpamitan dengan bu Asri.
"iya sama-sama, hati-hati ya dek Ryan" balas bu Asri sambil melambaikan tangannya.
*****
"Hey! Kenapa kau melihatku daritadi, kau mau mengintimidasiku" ucap Zeno kesal.
Sontak Ryan kaget dengan bentakan Zeno.
"Hehee bukan apa-apa kok" ucap Ryan membalas.
"Aku tau kau pasti lapar" ucap Ryan dalam hati.
Keheningan pun terjadi [...]
"Eekkhheemm.. Zeno, kamu mau gak temenin aku keluar kantin sekolah" ucap Ryan memecah keheningan.
"Untuk apa kau membeli jajan di seberang sekolah, padahal ada kantin dibelakang sekolah" ucap Zeno.
"Hmm aku lapar Zeno, lagian makanan dikantin belakang sekolah, semuanya membosankan, aku mau jajan di seberang sekolah, disana ada pedagang kaki lima, tenang aja biar aku traktir kamu" ucap Ryan dengan santai
"Kau mau mati hah? Kantin diluar sekolah itu berbahaya, banyak kendaraan lewat, jika kamu tertabrak bagaimana?" ucap Zeno Kesal.
"Tenang aja itu tidak akan terjadi, please ya temenin aku please..." ucap Ryan membujuk Zeno.
"Baiklah jika terjadi sesuatu kepadamu jangan salahkan aku, dan jangan menyesal nanti" ucap Zeno kesal sambil berdiri melangkah ke gerbang sekolah.
"Yeess!" ucap Ryan kesenangan.
Saat diluar sekolah, terdapat banyak kendaraan yang lewat dengan kencang. Motor, mobil, truk becak dan kendaraan lainnya melaju sangat cepat.
"Sepertinya akan ada sesuatu" lirih Zeno khawatir.
"Zeno sini kamu mau yang mana" ucap Ryan memanggil dari seberang sekolah
Ryan sudah duluan keseberang, dan menghampiri pedagang kaki lima sambil membeli makanan pesanannya.
"Aku tidak mau! Kau beli saja untuk mu sendiri" ucap Zeno sedikit teriak dari depan sekolah sambil menunggu Ryan.
"Zeenno, bisakah kemari sebentar" ucap Ryan sedikit teriak memanggil Zeno.
"Ck" lirih Zeno.
Zeno pun menuruti apa yang dikatakan Ryan, dia menyebrang ke arah pedagang kaki lima dan Ryan, saat Zeno sudah setengah jalan tiba-tiba Zeno terjatuh di tengah jalan. Semua orang panik melihat Zeno yang jatuh ditengah jalan begitu pula dengan Ryanm, semua berteriak memanggil Zeno untuk cepat berdiri dan menepi ke seberang jalan, tanpa disadari ada sebuah truk yang melaju dengan cepat ke arah Zeno, sontak semua orang panik dan berteriak agar Zeno cepat bangkit dan menepi.
"Aduhhh" lirih Zeno
"Kenapa kepalaku rasanya berat sekali dan, apa ini" ucap Zeno sambil memegang hidungnya yang berdarah, sampai mengenai bibir nya.
"Hah! Darraaah? Bagaimana mungkin?" ucap Zeno sambil memegang kepalanya.
Sambil memegang kepalanya Zeno berdiri dengan linglung, tanpa sadar truk sudah mulai dekat dan terdengar bunyi klakson truk. Mendengar klakson tersebut, Zeno menghadap kearah truk tersebut dan sontak mata Zeno membola sempurna.
"Zeeennooooo!!! Aaawwaaaassss!!" teriak Ryan yang datang sambil berlari, dan mendorong kuat Zeno hingga Zeno terhempas ke arah masuk sekolah.
Bruuuuaaaakkkkk
Suara tabrakan yang nyaring didengar orang sekitar, truk itu menabrak Ryan, yang membuat Ryan jatuh dan terguling ke arah pohon jalanan dan mengalami pendarahan hebat dibagian kepalanya.
"Hah?! Apaaa, tidak mungkin" ucap lirih Zeno yang menatap Ryan yang terbaring di jalanan penuh dengan darah.
"Rrrryyyyyaaaaaannn!!!" teriak Zeno sambil berlari sempoyongan kearah Ryan.
Zeno membawa tubuh Ryan kedalam dekapannya, sambil menepuk pelan pipi Ryan, berusaha untuk menyadarkan teman itu.
"Rrrryyyyaaannn baaangguuunnn!" teriak Zeno ke arah wajah Ryan.
"Rrryyyyaaaannn! Kau jangan seperti ini bangun Rrryyaaans baaangguuunnn... Rryyyyaaannn sadaaarlah" tanpa Zeno sadar cairan bening keluar dari kelopak mata Zeno, melihat temannya dekatnya, yang seperti sekarang membuat rasa sesak dihati Zeno.
"Ryyyaaaannnn hiikkssss, baaaangguuun Ryyaan hiikkss, jaangan tinggalin Zeno Ryaann, please hiikks..hikks" ucap Zeno menangis terisak sambil memeluk teman baiknya.
"Zeno sayang sama Ryan" lirih Zeno ditelinga Ryan dan tanpa sadar Zeno pingsan.
Flashback off
~~~~~
Bbyyyuuuurrrr
Suara air yang tiba-tiba membasahi tubuh Zeno yang sedang tertidur pulas di taman sekolah.
"Hahahaaahaha" terdengar suara tawaan 3 siswa di belakang Zeno.
"Apa lagi mau kalian hah" ucap Zeno dengan tenang namun ada rasa kesal dalam hatinya.
"Heh! lu belagu amat sih, makin lama makin menjadi ya lu" ujar Aldo salah satu pembully dari 3 siswa yang menyiram Zeno.
"Hah? Bukannya kalian yang makin lama makin menjadi jadi" ucap Zeno santai dengan sedikit tertawa.
Buuugghhh
Satu pukulan melayang ke pipi Zeno, pelakunya adalah Reza, Reza adalah ketua pembully disekolah nya. Disekolah, mereka yang selalu membully anak anak lemah seperti Zeno.
"Dasar pembunuh, gak usah banyak gaya lu" ujar Reza.
Braaakkk
Zeno terjatuh akibat tendangan dari teman pembullynya satu lagi, dia adalah Yogi.Yogi adalah adeknya Zeno, dikeluarga Zeno. Zeno lah yang selalu disalahkan, Zeno adalah kakak tiri Yogi, saat kecil Zeno selalu dapat perlakuan yang tidak baik dari ayahnya, tetapi tidak dengan ibunya, ibunya Zeno sudah lama meninggalkan dirinya begitu juga dengan Yogi dan ayah mereka berdua.
~~~~~
Flashback on
Saat usia Zeno 3 tahun
Kematian ibunya Zeno dan Yogi diakibatkan kecelakaan, saat kecelakaan terjadi, mobil yang dikendarai ayahnya Yogi, Zeno dan ibu mereka mengalami rem blong akhirnya mobil mereka terjatuh ke jurang yang mereka lewati dari jalan tol. Saat terakhir, ibunya berpesan kepada Zeno.
"Zeenooo, nanti kalau ibu udah gak ada kamu jaga Yogi baik-baik ya sayang" ucap ibu mereka
"Ibuuu... Jaaangaaan bilang begitu buuuu..."ucap Zeno saat berusia 3 tahun.
" Maafinn ibu ya sayang, gak bisa lihat kamu tumbuh besar, kamu jaga adik kamu ya, ibu akan selalu ngawasi kamu dari sini kok"ucap terakhir sang ibu.
"iyaaa bu Zeno janji, ibu yang tenang ya buuu, Zeno sayang ibu" ucap Zeno yang mulai kehilangan kesadaran.
Flashback off
~~~~~
"Aaakkkhhh!" teriak Zeno.
"Hahahahahah" Aldo, Reza, dan Yogi tertawa terbahak-bahak melihat Zeno jatuh.
35 menit kemudian ~~~
"Hah badanku sakit semua lagi" ucap Zeno sambil memijat bahunya yang pegal.
Tanpa dia sadari sebuah mobil melaju dengan cepat.
"Deeekkk aaawwwaaasss" ucap seseorang.
Brruuuuuaaaakkkkk
Mobil itu menabrak Zeno dan membuat Zeno terpelanting jauh, dan membuat pendarahan di bagian perut Zeno.Semua warga setempat langsung berbondong-bondong ke arah Zeno.
"Huh kenapa pandangan ku kabur dan apa yang mereka katakan, kenapa aku mati rasa begini apakah aku akan pergi sekarang? Heah, sepertinya aku akan bertemu ibu dan Ryan disana, yah bertemu mereka, setidaknya aku tidak boleh menyesal lagi" ucap Zeno dalam hatinya.
Pandangan Zeno mulai kabur dan Zeno perlahan-lahan kehilangan kesadaran, bahkan tidak lagi terdengar suara-suara warga yang berusaha menyadarkannya. Dan Zeno pun menghembuskan nafas terakhir nya, dan matanya tertutup dan saat itu terakhir merasakan detak jantung nya.
Zeno:"Setidaknya aku tidak merasakan sakit lagi sekarang"
•…•
UvU
~~~~~
Tamat.