"Jika saja..jika saja kau bisa menjadi milikku..aku pasti akan hidup bahagia..Len," ucap seorang wanita yang sudah berada di genggaman tangan Len dengan kondisi sekarat.
Tangan wanita itu yang dingin berusaha untuk menyentuh wajah Len dengan sekuat tenaga namun ketika sudah berhasil,ia hanya tersenyum manis dan air mata menetes sedikit demi sedikit dari matanya.
Len menggenggam erat tubuh wanita itu dan menangis terisak saat perlahan tubuh dari wanita tersebut hancur menjadi debu perlahan-lahan.
1 bulan yang lalu,tepatnya sebelum kejadian ini terjadi,keduanya sudah menjalin hubungan antar satu sama lain.Namun sayang,keduanya berasal dari dua bangsa yang berbeda.
Len Diabrotic,pria 21 tahun yang berasal dari bangsa manusia itu dikatakan sebagai manusia paling indah yang pernah terlahir.Rambut biru dengan mata seberkilau emasnya itu yang membuatnya dikenal demikian.
Di samping itu,wanita yang telah mati di genggaman tangannya tersebut adalah Alana Frisca. Wanita yang berasal dari bangsa elf ini sama seperti para manusia yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Len.Perawakannya yang begitu indah seakan mengalihkan perhatian Alana ketika kunjungan ke negara manusia untuk mengikat hubungan erat antara bangsa elf dan manusia.
Tapi sayangnya,karena ia adalah seorang putri dari raja elf,merupakan sebuah larangan baginya untuk menjalin hubungan dengan Len.Alana berusaha untuk menahan perasaannya itu tetap ada dalam hatinya saja namun ketika ia tahu kalau Len juga menyukainya,rasanya sangat sulit baginya untuk menahan perasaannya lebih lama lagi.
Hingga akhirnya ia melanggar larangan itu dan mulai menjalin hubungan Len secara diam-diam tentunya.Bisa bahaya kalau sang raja elf dan semuanya tahu kalau seorang putri terhormat dari raja yang agung itu jatuh cinta pada seorang manusia.
Sebenarnya dibalik larangan itu,tersimpan sebuah alasan akan mengapa larangan itu dibuat.Seorang elf akan sirna menjadi debu jika menjalin hubungan dengan manusia dalam jangka waktu sebulan.
Alana sendiri sudah tahu akan konsekuensinya tapi tetap tak menghiraukannya sampai akhirnya hal ini terjadi.
Ia terbaring lemah di genggaman tangan Len.Alana mengerahkan seluruh tenaganya kemudian menjelaskan semuanya lalu berkata..
"Maafkan aku,Len.Jika saja..jika saja kau bisa menjadi milikku,aku akan sangat bersyukur dan juga..bahagia.Namun sayang kisah kita harus..berakhir disini.Sekali lagi..maafkan aku ya?" Alana memegang pipi Len dengan tangan kanannya yang sudah dingin kemudian tersenyum manis tanpa berkata apa-apa lagi.
Ia lalu menghembuskan nafas terakhirnya dan perlahan tapi pasti,tubuhnya hancur menjadi debu dan akhirnya di tangan Len hanya bersisa debu dari tubuh Alana.
Len hanya bisa menangis menatap ke arah tangannya yang hanya memegang debu saja.Dia sangat menyesal,karenanya Alana harus mati.
"Aku akan menemukanmu di tempat dan waktu yang berbeda dan juga..akan memastikanmu tetap hidup..Alana.."
~THE END~