Hay ma? Gimana? Mama udah bangga belum sama lina? Bun anak kecil yg dulu sangat bunda sayang sekarang udah dewasa, Lina udah mandiri bun, Makasih udah selalu ada buat lina, Maaf juga kalau lina selalu nakal dan bandel sama mama. Ternyata lina sadar kalau yg benar2 sayang sama lina itu cuma mama, Ma tolong balik dong, Ini masih ada anak kecil mama yg ketinggalan disini, Ma? mama udah maaf-in aku kan.
"Lina makan yuk sayang," Ucap seorang perempuan berkisaran berumur 40 tahun-an.
"Nggak," Ucap Gadis kecil didepannya.
"Sayang ayo makan biar kamu nggak sakit," Ujar nya sembari mengelus kepala gadis kecil itu.
"AKU BILANG NGGAK YA ENGGAK," Gadis kecil itu membentak mamanya.
"Sayang kenapa nggak mau makan?," Tanya-nya sembari ikut duduk bersama ku.
"Melina mau-nya sama ayah, Pokoknya sama ayah titik," Ucap ku penuh dengan penekanan.
"Lina sayang, sama mamah ya, Ayah lagi keluar kota jadi nggak bisa nemenin lina," Bohongnya sembari menyapiku.
Aku yg tidak mood makan itu langsung menyampluk nasi yg mau disuapkan kemulut ku.
alhasil semua nasi yg berada disendok itu berhamburan dilantai.
"Bohong, mama bohong sama lina, Tadi lina lihat ayah dicafe sama anak cewek seusia lina," Ucap ku sedikit kesal.
"Mungkin itu cuma mirip sama ayah, Tapi itu bukan ayah sayang, ayah lagi keluar kota," Bohongnya lagi.
Sebenarnya ia tahu kalau ayah memang pergi dengan nya, yah dengannya, dengan istri baru nya beserta anak yg seusiaku, Kenapa mama selalu membohongiku, Aku sangat benci mama.