Nama ku Laura hari ini adalah hari pertama ku masuk ke sekolah baru, aku murid pindahan dari sekolah M kota X. Ayah dan ibu ku mendapat tugas kerja di kota H membuat kami harus pindah begitu juga dengan sekolah ku.
Aku duduk di kelas 2 SMK Q sekarang aku adalah anak satu²nya ayah dan ibu ku, di sekolah baru aku tidak memiliki teman itu karena aku menolak untuk mengenal mereka sebab aku punya trauma dengan masa lalu ku di sekolah ku yang sebelumnya, aku lebih sering menyendiri dan melakukan segalanya sendiri.
Itu berarti aku harus bisa dalam segala hal sendiri karena mengambil keputusan itu, dengan kerja keras dan usaha ku yang tak kenal lelah aku berhasil.
Banyak murid yang tak suka dengan sikap ku namun ada juga yang masih mendekati ku ingin menjadi teman ku, namun aku mengabaikan itu.
Saat itu hari pertama ku menginjakan kaki di sekolah baru ku, 4 orang murid bersekongkol membuat rencana jahat untuk ku karena tak suka dengan ku.
Waktu istirahat, aku sedang duduk makan siang di kantin sendirian, kemudian empat murid itu menghampiri ku dengan salah seorang menggebrak meja ku.
Bbbrrruuuaaaakk.....💢💥💥💥
" Heh lu murid baru, kita laper beliin makanan gih ! "(kata murid 1 dengan kasar)".
Aku menghentikan kegiatan makan ku kemudian membawa tatapan elang ku kepada mereka berempat menatap secara bergantian.
" Gue nolak ! "(kata ku dengan nada dingin dan tegas)".
" Waaah....wah...anak baru berani nglawan juga lu "(kata murid 3)".
Aku menatap mereka dan kemudian mengalihkan pandangan pada makanan ku lalu mulai makan lagi namun, kembali meja miliku di gebragnya lebih kuat.
Bbrruuuaakkk....💢💥💢💥💢💥
Aku kembali menghentikan kegiatan ku dan melirik tajam kembali ke arah murid yang menggebrag meja ku, terlihat juga beberapa murid di sana yang melihat takut dan gemetar mereka tidak berani mendekat hanya diam menyaksikan dari jauh.
" Heh...anak baru asal lu tau ya, gue yang berkuasa di sini jadi lu harus ikutin apa kata gue paham !, karena kalo nggak lu bakal rasain akibatnya ! "(ancam murid 1 sambil mengacungkan jari telunjuknya ke wajah ku)".
Ku letekan makananku di atas meja lalu berdiri menghadap murid yang sudah mengancamku itu dengan ekspresi wajah datar.
" Gue ngga takut, biar gue beri tau lo semua satu tempat buat potongan orang kaya lo berempat itu nggak pantes tau nampang di sini, pantesnya tu kalian di buang ke tempat sampah. "(kata ku menyindir)".
" Lo brani - beraninya lo....."(murid 1 mengangkat tangnnya)".
Ke empat murid itu melotot matanya hendak keluar karena mendengar ucapan ku, bahkan karena terpancing emosi murid 1 langsung mengangkat tangannya hendak menampar ku tapi, tidak mengenai sasaran karena tangan ku bergerak cepat menahan tangan kotor murid 1 itu dan menggenggamnya erat.
" Aaaa....sa sakit b390 lepas ! "(teriak murid 1 kesakitan)".
" Denger, gue udah biasa ngadepin orang kayak kalian, gue saranin kalian jangan pernah ganggu gue lagi atau kalian bakal nyesel, paham lo ! "(kata ku sedikit menekan kata di akhir)".
Ku hempaskan tangan murid 1 itu kasar hingga mundur beberapa langkah dan masih meringis kesakitan, sedangkan aku masih menatap tajam tanpa ekspresi.
" Aaaww..."(murid 1 mundur sambil memegangi pergelangan tangannya yang sakit)".
" Eh bos lo nggak papakan ? "(tanya murid 2 berdiri di belakang murid 1)".
" Udah nggak papa kita cabut sekarang "(perintah murid 1 matanya masih menatap ke arah ku)".
Ke 4 murid rese itu pun melangkah pergi dengan perasaan marah, sedangkan para murid yang berdiri masih ketakutan hanya melihat ke 4 murid itu di sepanjang langkahnya hingga sosok merek menghilang di tikungan.
☆▪︎☆▪︎☆
Aku berpikir mereka akan berhenti mengganggu ku saat itu namun, ternyata pikiran ku salah tentang mereka masih saja mencoba untuk melakukan hal buruk kepada ku tapi, sayangnya aku bisa mengatasinya dan yang lebih parahnya mereka justru malah terkena jebakan mereka sendiri.
Itu terus berlanjut di setiap harinya tapi, itu tidak masalah bagiku karena aku belajar dari paengalaman masa lalu ku, untuk bisa mengatasinya lagi di masa depan karena takdir kita tidak akan pernah tau, kapan ujian yang sama akan datang ? dan kita bisa mengatasinya atau tidak itu tergantung kita.
2 bulan telah berlalu, sudah tidak ada tanda - tanda kejahilan dari ke 4 murid itu lagi, mungkin karena merek sudah kehabisan cara bodoh mereka.
☆▪︎☆▪︎☆
1 minggu kemudian ada siswa baru yang masuk ke sekolah Q dia adalah murid pindahan sama seperti ku dan ia masuk satu kelas dengan ku.
Ia terlihat seperti anak yang polos dan juga lugu itu jelas terlihat di saat perkenalannya di depan kelas bahasanya sangat sopan dan selalu menundukkan kepalanya.
Dan di saat itu pula aku mendengar ke 4 murid iblis itu mulai merencanakan sesuatu, aku hanya diam mendengarkan sambil sesekali melirik ke arah murid baru itu sekilas.
" Hah...ke 4 murid itu benar - benar adalah sososk iblis "(kata ku dalam hati)".
Waktu istirahat masih di ruang kelas murid baru itu sedang membaca buku duduk di bangkunya, ke 4 murid itu menghampirinya.
" Heh murid baru, nih lo harus kerjain tugas gue kalo ngga gue patahin tangan lo "(kata murid 4 meletakan kasar buku tugasnya ke atas meja)".
Murid baru itu tersentak dan menunduk takut, aku yang melihatnya langsung menghampiri lalu mengambil buku tugas murid 4 itu dan kemudian memukulkan sekali ke atas kepalanya.
Blak....💥❗
" Lo kerjain sendiri ! atau kalo ngga gue patahin leher lo ! "(kata ku dingin sambil menyidorkan buku tugasnya)".
" Heh....lo...
" Pergi kalian, jangan ganggu dia lagi❗"(kata ku dingin)".
" Cih, awas lo ! "(kata murid 4 merebut buku ditangan ku kasar lalu melangkah pergi bersama 3 lainnya)".
Mataku jatuh menatap murid baru itu masih ketakutan.
" Terkadang melawan adalah hal yang baik di lakukan ketika kita sedang di injak, dari pada hanya diam "(kata ku lalu melangkah pergi)".
"...."(murid baru itu hanya diam dan mencoba memikirkan perkataan ku)".
☆▪︎SEKIAN▪︎☆
SAYA MOHON MAAF APA BILA MASIH ADA SALAH KATA DAN TULISAN.
[] Koa []🐇[]