Raja hewan bernama Rajana dan Ratu hewan bernama Ratuna.
Pada saat itu, Rajana berkeliling hutan untuk mencari mangsa buruan, kebetulan, Ratuna juga sedang membantu hewan lain untuk mencari makan.
Rajana yang melihat itu terdiam, mengapa sang Ratuna, si ratu hutan mau membantu hewan lain?
Lupa akan tujuan utama nya, Rajana mengikuti Ratuna.
"Hei! Semut, bantu lah dia, jangan kau diam disitu."
Ratuna menyapa seekor semut yang tengah bersantai itu, sang semut pun melirik malas pada Ratuna, menurut nya, Ratuna terlalu mengatur-ngatur diri nya.
Rajana yang kesal dengan semut, langsung menghampiri dan membunuh nya. Ratuna kaget, dengan tingkah gegabah yang dilakukan Rajana.
"Kenapa kau membunuh nya Raja!?"
"Karena aku tidak suka dia Ratu! Dia sudah tidak sopan terhadapmu, dan dia pantas dibunuh!"
"Apa kau tau, bahwa membunuh binatang kecil yang hanya tidak bersopan santun aja dosa Rajana!"
"Saya tau Ratu! Namun tidak akan ada dosa bagi Raja untuk membunuh siapapun juga!"
"Maka dari itu, mulai detik ini, jika Raja membunuh seseorang, akan menjadi dosa!" langit seakan mendukung, ia membuat petir dan mengulang perkataan Ratuna.
"Ratu, saya minta maaf, jangan hukum saya Ratu!!!"
"Hei! Bangun! Jangan bermimpi di siang bolong seperti ini."
Ternyata hanya mimpi, untung tidak beneran, kalau bener, aku gak tau harus kayak gimana lagi.
"Awas kesambet, melamun terus!"
"Ratu! Jangan kutuk aku ya?" rengek sang Rajana.
"Emang kapan aku kutuk kamu? Terus kamu ngelakuin apa? Sampai aku kutuk kamu?" Ratuna bingung, mengapa suami nya tiba tiba berbicara seperti itu, bukankah, selama ini suami nya yang berkuasa?
"Ta-tadi aku mimpi Ratuna... Mimpi yang sangat buruk."
"Mimpi apa? Coba ceritakan kepada ku."
"Tadi itu kamu tiba tiba kutuk aku di sana, karena aku bunuh seekor semut."
"Lagian sih, ngapain disana kamu bunuh semut?"
"A-aku gak sengaja Ratuna." Rajana berucap sambil tertunduk, ia tak berani menatap Ratuna.
"Kalau disana gak sengaja, itu peringatan, agar kamu gak membunuh binatang di hidup mu. Sudahlah, itu hanya mimpi saja, jangan bawa beban." Ratuna menenangkan suami nya, ia tahu suami nya sangat shock atas mimpi itu.
"Hewan kecil seperti mereka juga punya kehidupan, sama seperti kita yang hewan kalangan atas."
"Iya Ratuna."
Rajana selalu berhati-hati akan ucapan dan perilaku nya setelah mendapat mimpi itu, ia selalu teringat ucapan istri nya yaitu Ratuna.
"Hewan kecil seperti mereka juga punya kehidupan, sama seperti kita yang hewan kalangan atas."
Mereka berdua akhirnya dikarunia seorang anak, seorang anak singa dengan jenis kelamin laki-laki.
"Tampan ya."
"Iya, sama seperti ku!" bangga sang Raja singa.
Mereka hidup bersama hingga sang bayi singa itu berumur 2 tahun.
"Yank, aku pergi dulu ya!"
"Iya Yank, hati-hati ya?!"
Sang Raja Singa pun akhirnya pergi, ia meninggalkan sang istri bersama bayi nya dirumah. Raja Singa berburu ikan segar beberapa potong, akhirnya, setelah selesai, sang Raja Singa, segera pergi menuju gua tempat ia tinggal.
Tanpa disangka-sangka, ia tak menemukan istri nya, ia hanya menemukan anak nya tergeletak lemas di bawah tanah.
Melihat hal itu, amarah seketika membeludak dalam diri nya. Ia meraung keras, membuat semua hewan yang ada di hutan itu ketakutan akan suara nya.
Ia sudah tahu, bahwa sang istri dibunuh oleh Raja Serigala. Membuat amarah nya semakin besar, karena ia merasa tak mempunyai masalah apapun dengan sang Raja Serigala.
Dengan segala amarah yang membeludak, ia pergi ke tempat dimana Raja Serigala, karena termakan emosi, Raja Singa seakan melupakan kehadiran anak nya yang terbaring lemah.
Pertarungan tak terelakkan pun terjadi, 2hari 3malam mereka berdua berperang.
Kemenangan diraih oleh sang Raja Singa, ia kembali dengan kaki belakang yang patah, para hewan yang melihat nya kembali seperti itu, hanya mengintip dan tidak berani membantu.
Sampai di tempat nya, ia melihat, anak nya telah tiada, ia sangat menyesal, karena telah mempedulikan amarah nya, bukan anak nya.
"Hidup seorang hewan tidak beda jauh dari hidup manusia."
"Hewan juga punya rasa seperti manusia pada umumnya."
Begitu lah akhir dari cerpen ini, singkat ya? iya lah, nama nya juga cerita pendekk...
Penyesalan memang akan selalu datang di akhir, jadi jangan berkata menyesal jikalau sudah terjadi, karena semua tak bisa diulang kembali.
Jangan lupa tinggalkan jejak like and koment nya❤️