Tubuh ku ini sungguh sangat lelah, bayangkan saja hari ini aku harus bolak-balik pulang dan berangkat lagi ke kantor Samsat untuk mengurus pajak sepeda motor ku yang tanpa ku sadari sudah kadaluarsa.
Astaga, betapa teledor nya aku sampai melupakan hal sepenting itu. Mungkin aku terlalu sibuk dengan dunia halu ku. Aku memang sedang mengikuti sebuah forum dimana disana berisi orang-orang yang benar-benar suka ber halu ceria.
Tapi tadi siang aku menemukan hal yang aneh, aku sempat mencoba mencari jalan pintas, karena dari rumah ke kantor Samsat itu bisa lebih memakan waktu hampir satu jam, sedangkan aku sudah bolak balik dua kali.
Dan di jalan itu sangat sepi aku melihat tidak ada orang yang lewat disana, itu malah membuatku semakin leluasa melajukan motor matic berwarna biru kesayangan ku.
Tapi anehnya saat aku pulang dan akan melewati jalan itu lagi, aku tidak bisa menemukannya.
Aku menghela nafas dan coba melupakan hal yang mengganggu pikiran ku itu.
Tiba-tiba aku mendengar suara musik khas yang hanya kudengar di acara pernikahan-pernikahan adat. Sejenis gamelan kurasa, aku tidak tahu pasti.
Aku mengikuti arah musik itu berasal, aku begitu terkejut melihat di tempat itu sudah sangat ramai, banyak sekali orang berpakaian couple dan baju batik.
Aku memandang penampilanku.
"Astaga, aku pakai daster!" gumam ku tak percaya aku salah kostum.
Aku coba untuk menghindari kerumunan orang-orang, tapi anehnya ketika aku mencoba menjauh kenapa malah sepertinya mereka yang mendekati ku.
Aku tak habis pikir, aku bahkan melihat seorang pria tampan yang mirip dengan aktor favorit ku Akang Lee dong Wook mendekatiku.
"Hai, kenapa tidak bergabung dengan kami?" tanya nya.
Aku menunjuk diriku sendiri.
"Bicara padaku?" tanya ku yang aku rasa jika bercermin tampang ku akan kelihatan sangat cengoh.
"Iya kamu, memang ada siapa lagi disini?" tanya nya sambil tersenyum lalu mengulurkan tangannya padaku.
Aku membuka mulut ku ternganga, karena kaget.
"Awas kemasukan lalat mulut mu terbuka selebar itu!" tegur Lee dong Wook kw itu.
Aku dengan cepat menutup rapat mulut ku. Dia menggandeng ku menuju ke arah kerumunan.
Aku melihat tangan ku yang dia pegang.
"Astaga, maafin aku mas Oki. Kapan lagi coba di gandeng cowok ganteng!" gumam ku menyebut nama pacar ku dan minta maaf padanya.
Pria itu berhenti ketika ada iring-iringan melewati kami, aku membulat kan mata dan mulutku lagi.
"Itu pengantin wanita nya?" tanya ku.
Dan cowok di samping ku itu mengangguk.
"Iya!" jawab nya
Aku benar-benar takjub melihat pengantin wanita itu, dia benar-benar seperti bidadari, pakaiannya putih, rambutnya perak dengan mahkota kecil diatas kepalanya.
"Cantik nya!" gumam ku.
Seumur hidup aku benar-benar baru melihat wanita yang begitu sempurna seperti pengantin wanita di depan ku ini.
Wajah nya secantik Miss world yang kemarin itu lho yang dari Rusia. Dan body nya astaga, dia bisa saingan dengan Angelina Julie.
"Beruntung sekali pengantin pria nya ya!" ucap ku tanpa sadar.
Karena penasaran, aku pun bertanya pada cowok ganteng di depan ku itu.
"Eh iya aku belum tahu siapa namamu?" tanya ku.
Dia mengulurkan tangannya padaku.
"Azzura" katanya
Aku melongo, hah Azzura itu kan nama belakang ku. Aku baru akan mengucapkan namaku tapi dia menyelanya...
"Aku tahu, kamu Noer kan?" tanya nya.
Aku makin terkejut. Pria ini selain tampan apa dia juga bisa membaca pikiran. Aku sangat takut dia bisa membaca pikiran ku dan tahu kalo aku mengira dia adalah Lee dong Wook.
"Aku bukan Lee dong Wook!" ucap nya kemudian.
Hais, bagaimana bisa dia tahu apa yang aku pikirkan. Lamunan ku buyar ketika satu iringan lagi tiba.
"Apa itu pengantin prianya?" tanya ku pada Azzura.
Azzura mengangguk.
Aku penasaran setampan apa pria yang akan bersanding dengan wanita yang cantiknya seperti bidadari itu.
Dan ternyata...
Aku membulatkan mataku dengan sangat sempurna, pengantin pria itu adalah....
"Mas OKI!!!!!" teriak ku sambil memejamkan mataku karena aku sangat kesal.
Dan saat aku membuka mataku, aku sudah berada di atas kasur ku.
"Hah, untung cuma mimpi!" ucap ku mengelus dada.