Annisa Kirana adalah seorang gadis sederhana tinggal di dekat sebuah danau dengan rumah yang sangat sederhana.
Annisa adalah Putri tunggal anak pasangan Hadi dan Isnari. Kedua orang tua Annisa mempunyai sebuah toko yang menjual berbagai macam alat pancing.
Setiap pagi Anisa selalu membantu kedua orang tuanya untuk membuka toko dan membereskan semua peralatan memancing sebelum dia berangkat sekolah.
Anisa masih duduk di bangku SMP, usianya 2 bulan yang lalu baru kenapa 14 tahun. Anisa adalah gadis yang rajin. Bahkan sepulang sekolah dia selalu menyempatkan diri untuk membantu ayah dan ibunya menjaga toko.
Anisa juga mempunyai suara yang cukup bagus untuk gadis seusianya. Dia sering bersenandung dan bernyanyi ketika sedang menjaga toko peralatan memancing milik ayahnya.
Kedua orang tua Annisa sangat berharap Annisa bisa berprestasi di sekolahnya dan bisa menjadi seorang dokter seperti yang dicita-citakan oleh kedua orang tuanya.
Annisa memang termasuk anak yang pandai dia selalu mendapat peringkat 5 besar di kelasnya.
Suatu hari datanglah beberapa orang yang sedang berlibur dan akan memancing di danau itu. Mereka membeli beberapa peralatan memancing di toko milik Ayah Anisa.
Dan pada saat itu ada siaran langsung di televisi yang berada di dalam toko sedang menayangkan life music group sabyan gambus. Annisa yang sangat menyukai grup musik itu pun ikut bernyanyi.
Salah seorang pembeli peralatan memancing merekam suara Anisa dan memvideokan nya waktu dia bernyanyi karena dia merasa suara Anisa sangat bagus dan paras Anisa juga cantik.
Anisa dan kedua orang tuanya bahkan tidak tahu bahwa pembeli itu merekamnya.
Beberapa hari kemudian Anisa dibuat bingung karena di sekolahnya sedang membicarakan nya. Beberapa teman yang awalnya menjauhinya bahkan sekarang mendadak mendekatinya.
"Hai Annisa kita ke kantin bareng yuk?" ajak Ayu yang sebelumnya tidak pernah sedekat ini pada Annisa.
Rupanya di kantin tak kalah heboh orang yang sedang membicarakan nya. Annisa belum menyadari sampai temannya Ruri datang dan memperlihatkan video saat dia bernyanyi dan seseorang sedang merekam video itu dan mengunggahnya ke media sosial.
Anisa benar-benar menjadi trending, bahkan yang sudah menonton video Anisa sudah sampai lebih dari 20 juta viewers.
"Wah kamu akan jadi terkenal Annisa. Selamat ya!" ucap Ruri.
Anisa malah cengok menanggapi reaksi dari Ruri yang memberikannya selamat. Anisa hanya tersenyum ketika teman-temannya mendatanginya satu persatu dan meminta tanda tangan serta foto dirinya.
Sesampainya Di rumah Anisa tak kalah terkejut karena dia kedatangan beberapa orang wartawan dari media cetak dan beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka adalah management artis.
Hadi dan Isnari juga sangat bingung tetapi datanglah tante dari Anisa yaitu adik dari isnari yang bernama Mela, dia sangat antusias untuk mengajak keponakannya itu ke kota agar menjadi terkenal.
"Tidak, Annisa harus fokus pada sekolahnya!" tegas Hadi.
"Kakak ipar, lihatlah hidup kita dan lihatlah rumah yang sangat reot ini. Annisa akan terkenal di kota. Annisa punya kemampuan, jangan menyia-nyiakan kemampuan Annisa!" bujuk Mela.
Sementara Anisa sedang sangat bingung dengan kontrak-kontrak pekerjaan di hadapannya yang nilai nominalnya lebih dari 7 digit.
Seumur hidupnya dia tidak pernah melihat nominal angka sebanyak itu.
Setelah berdiskusi dan menimbang-nimbang sekarang Anisa pun masih kelas 2 SMP maka Hadi mengijinkannya untuk ikut Mela ke kota.
Dan seperti yang sudah diduga karir Anisa begitu melesat berkembang dengan sangat pesat. Annisa si gadis penjaga toko alat memancing kini sudah menjadi seorang idola.
Tapi tapi Anisa tidaklah senang, selain tidak bisa bersama dengan kedua orang tuanya. Dia juga tidak bisa bermain dengan teman-temannya seperti saat dia tinggal di dekat danau dan bersama dengan kedua orang tuanya.
Prestasi di sekolah elit nya pun sangat buruk karena dia hanya masuk dalam 3 hari dalam seminggu. Annisa saat ini sangat Dilema dia ingin kembali ke kehidupan lamanya lagi meskipun sekarang dia bergelimang harta dan popularitas dia merasa hatinya tidak bahagia.
Tapi baru saja dia ingin mengutarakan hal itu kepada bibinya Mela, Mela sudah melemparkan beberapa kontrak yang telah Annisa tandatangani dan jika Anisa melanggar semua kontrak itu maka dia harus mengganti rugi dengan yang sangat besar jumlahnya.
"Sekarang pilihannya ada di tanganmu mau kamu lanjutkan dan menjadi idola besar, setelah kamu punya uang banyak kamu bahkan bisa kuliah ke luar negeri! atau mundur di sini dan kamu tidak menjadi apa-apa?" tanya Mela.