Aku mempunyai sahabat laki-laki yang sangat cerewet, dia adalah sahabatku dari kecil sampai sekarang.
Dan dia adalah teman sebangku ku waktu masih disekolah dasar. Saat aku tidak memberikan contekan atau tidak mengajarinya, ia akan sangat marah padaku.
Walaupun begitu ia adalah sahabat terbaikku. Ia orang pertama yang selalu menolongku saat aku membutuhkan bantuan. Dan dia juga akan melakukan apapun untukku. Namanya Dimas.
Selain itu, Dimas juga tempat ku berbagi cerita, setiap ada masalah aku selalu menceritakan semua padanya. Dan dengan sabarnya ia selalu menjadi pendengar yang baik untukku.
"Dim, Angga selingkuhin aku. Dia udah selingkuh sama mantannya"
"Dia udah tega sama aku" ucapku seraya menangis dipelukannya.
Aku menangis sejadi-jadinya saat bercerita mengenai kelakuan pacarku padanya.
"Kamu tenang aja, satu tetes air mata kamu maka, seluruh penderitaan untuk mereka"
"Maksud kamu?" Tanyaku dengan polosnya.
"Tunggu aja, nanti juga tau" ucap Dimas seraya mengelus lembut rambutku.
Tiga hari kemudian, Angga pacarku datang kerumah. Ia menangis didepan ku dengan membawa beberapa lembar foto dan chat dari seseorang yang tidak ia kenal.
"Aku minta maaf sama kamu, aku janji ga bakalan bikin kamu sakit hati lagi"
"Tapi aku mohon, suruh dia untuk berhenti menerorku"
Angga berlutut di hadapanku. Aku tidak mengerti apa maksudnya, ia meminta maaf padaku.
Karena aku tidak mengerti, aku pun bertanya padanya apa yang terjadi.
"Kamu kenapa? Aku ga ngerti sama sekali, siapa yang udah neror kamu?" Tanyaku lalu membantunya berdiri.
"Dia udah bunuh mantan aku dan hari ini dia bilang akan ada yang bunuh aku"
"Dia?" Lirihku.
"Itu foto apa?" Tanyaku.
Angga memperlihatkan foto tersebut padaku, aku melihatnya dan itu adalah foto mantan pacarnya yang sudah tidak bernyawa. Difoto itu, kondisi mantan pacarnya dipenuhi darah. Aku benar-benar takut melihatnya.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak mengerti" ucapku lalu pergi dari hadapannya, karena aku melihat orang yang dia maksud telah datang.