Merawat Dia Semalaman Ketika Dia Sakit
Padahal aku hanya ingin bertemu dengannya tapi kenapa sangat sulit? Apakah karena statusku yang rendah? Apakah karena kepribadian diriku yang baik dan ceria? Lantas kenapa aku tidak bisa bersamanya hanya sesaat?
Violet itu adalah nama yang diberikannya untukku. Seorang pria yang berhati baik yang telah membuatku jatuh cinta. Seorang yang tak pernah menilai buku dari sampulnya. Seorang yang rela sakit demi kebenaran.
"Kenapa wanita ini datang kesini? Sudah aku bilang kalau aku gak mau lagi bertemu dengannya," ucap seorang wanita cantik, ibu dari kak Jay.
"Tapi Tante izinkan Violet untuk melihat kak Jay sekali saja," ucapku memohon.
"Tidak! Aku tidak mau kamu bertemu dengan anakku lagi. Apa kamu tahu dia sudah mempunyai calon istri? Kamu mau membuat hubungan mereka hancur," jawab Tante dengan lantang.
Deg
Jantungku rasanya mau meledak. Aku tidak tahu kalau kak Jay memiliki calon istri. Hatiku rasanya hancur namun, memangnya siapa diriku? Seorang yang tak spesial buat kak Jay. Aku hanya bisa menerima apa yang aku miliki.
Seorang perempuan cantik menghampiri kami. Baru melihat saja kalian bisa tahu kalau dia sangat khawatir. "Tante apa yang terjadi dengan kak Jay? Aku baru saja dihubungi mama dan langsung bergegas ke sini".
Apakah itu calon istri kak Jay? Mereka benar-benar sangat cocok. Kakak itu sangat cantik, baik hati dan kalem. Kalau dibandingkan dengan diriku mungkin aku hanya manusia buangan.
"Ah! Ayolah Violet, jangan bandingkan kelemahan dirimu dengan kelebihan dari orang lain," batinku sambil menepuk-nepuk pipiku.
"Kenapa lagi? Mau buat masalah?," Tanya Tante ketus.
"Siapa Tante? Hikaru tidak pernah bertemu dengannya".
"Jangan berbicara dengan wanita itu Hikaru, dia ingin mengambil Jay darimu".
Yah, aku sih tidak berharap Tante bisa baik denganku, tapi aku berharap Tante tidak menjelekkan diriku kepada semua orang. Aku sangat kesal harus menerima fitnah yang Tante berikan. Aku sungguh lelah dengan orang-orang yang selalu menghinaku.
"Tente tolong biarkan Violet bertemu dengan kak Jay satu kali saja. Violet hanya mau memastikan keadaan kak Jay. Violet juga ingin mengatakan terimakasih secara langsung kepada kak Jay". Aku berharap ucapanku akan di dengar oleh Tante.
"Tante, aku ingin berbicara kepada Violet," ucapnya halus.
"Baiklah, coba kamu bilang kepada Violet untuk tidak menganggu Jay lagi".
"Baik Tante".
Hikaru membawaku ke depan ruangan yang agak jauh dari kamar kak Jay. Sorot matanya yang tajam siap mengintimidasi diriku. Ukh, rasanya sangat tidak nyaman, seperti predator mengintai mangsanya.
"Aku mengizinkan kamu untuk bertemu dengan Kak Jay, tapi ini untuk yang terakhir kalinya. Kami akan menikah 1 bulan lagi dan aku tidak ingin kamu menganggu pesta pernikahan kami," jawab Hikaru dengan nada sombong.
"Baiklah, aku berterimakasih karena kamu mau mengizinkan aku bertemu dengan kak Jay," jawabku dengan suara lembut.
Aku berlari menuju kamar kak Jay. Disana terkapar seorang laki-laki tampan. Seorang laki-laki yang tak mungkin diciptakan untukku.
Aku duduk di samping tempat tidurnya. Aku memegang tangannya sembari tersenyum lebar. "Kak, aku Violet. Apa kakak tidak mau bertemu denganku? Kak tolong sadarlah. Aku sangat ingin berbicara dengan kakak," air mataku mulai menetes.
Yah memang dari dulu aku selalu sendiri. Aku tidak merasa kesepian sama sekali. Namun ketika kau datang perlahan-lahan duniaku semakin cerah, aku bisa tahu keindahan dunia berkat dirimu.
Sekarang bagaimana? Apakah aku harus kembali lagi? Kembali dalam keputusan. Hah aku sangat bodoh, kakak pasti hanya menganggap diriku orang asing. Kenapa aku mengharapkan hal yang lebih besar?
"Untuk yang terakhir kalinya aku hanya ingin minta maaf dan terimakasih. Aku minta maaf jika aku pembawa sial untuk kehidupan kakak. Aku sangat berterimakasih karena kakak mau merawatku. Aku sangat senang bisa bertemu dengan kakak. Aku berharap kakak bisa bahagia dengan orang yang kakak cinta," ukh, rasanya sangat sakit, sesak, dan marah.
"Hey Violet, cepat pergi dari sini," ucap Tante.
Aku menghapus air mataku dan memantapkan hati untuk pergi. Namun, tangan besar kekar mencegah diriku untuk pergi. Hah, akhirnya kak Jay sudah bangun. Hanya melihat dirimu aku sangat bahagia.
"Kamu mau kemana Violet?" Jawabnya sambil menyuruhku duduk.
Aku memasang wajah bahagia dan senyuman lebar. "Aku banyak pekerjaan kak, jadi aku harus pergi sekarang". Tahan Violet, kamu kuat bukan? Jangan menangis. Kumohon jangan perlihatkan sisi lemah mu kepada kak Jay.
"Violet apa kamu tidak bisa menjagaku hanya untuk satu hari saja," jawab kak Jay.
"Jay! Apa yang kamu katakan? Disini ada Hikaru. Kamu mau berduaan dengan wanita itu?". Ukh, terlihat wajah Tante yang sangat merah.
"Tapi ma, untuk hari ini saja izinkan aku berdua dengan Violet".
"Kamu tahu apa yang kamu ucapkan? Mama tidak setuju dengan keputusanmu".
"Tante, biarkan saja. Toh ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka," benar, ini adalah pertemuan terakhir kita, namun aku sangat berharap memiliki banyak memori untuk saat-saat terakhir.
"Akh, baiklah," teriak Tante sambil membawa Hikaru pergi.
Aku duduk di kursi dan menundukkan kepala. Rasanya begitu canggung. Kak Jay menggenggam tanganku dengan halus. Sorot matanya terlihat sedih namun senyuman di bibirnya sangat lebar.
"Violet aku sangat lapar. Tolong suapi aku," ucap kak Jay manja.
Aku tersenyum dan mengambil bubur yang berada di nakas. Dengan keheningan dari kami aku menyuapi kak Jay dengan senyuman terbaik yang aku punya. "Apakah enak?" Tanyaku.
"Benar-benar enak. Sangat enak ketika kamu yang menyuapi". Tanpa sekta patah pun kak Jay memelukku. Ah, dia menangis dalam diam. Entahlah, tubuhku sangat lemas, untuk hari ini saja aku akan mengeluarkan semua air mataku.
"Aku mohon rawatlah aku meskipun hanya sehari saja," ucap kak Jay halus. Aku mengangguk dan merawat kak Jay. Yah meskipun hanya 1 hari aku akan selalu mengingat kenangan ini.
Aku memang cinta kepadamu. Tapi cinta kita terhalang oleh tembok kaca yang sangat besar. Hanya bisa melihat namun tak bisa memiliki.