sore hari yang indah dengan gemericik hujan, aku merebahkan tubuh ku di atas kasur yang empuk, sambil melihat gebetanku dari dimensi lain, siapa lagi kalau bukan... tsukishima kei...
" KYAAA! TSUKI LOPE SEKEBON! "
teriak ku dari dalam kamar yang hanya di lapisi pembatas triplek, ibuku yang memang sedang sibuk mengurus genteng bocor memarahiku habis habisan karena aku tidak membantunya yang sibuk, berlari ke sana ke mari.
" BILA! KELUAR KAMU! NGAMAR TERUS! TSUKI OGAH SAMA KAMU YANG MALES MALESAN KAYAK BEGITU "
teriak ibuku dari luar kamarku, aku terlonjak kaget hampir saja hape ku jatuh di muka.
" untung bukan nokia, kalo nokia udah bonyok muka ku "
ucap ku sambil terkekeh geli. ibuku kembali berteriak lagi padaku, dan segeralah aku keluar takut takut pintu kamar ku hancur lagi.
" BILA! "
aku keluar dengan segala jurus, yup benar sekali lari ala naruto... khekehekhe...
" apa bu? "
ucapku tepat di hadapannya, ibuku yang sedang menaiki tangga terlonjak kaget dan alhasil insiden jatoh pun terjadi
" KYAA! "
BRUK...
ibuku jatuh tepat di badanku, dan tangga yang ibuku pijak jatuh di lantai dengan suara yang sangat nyaring.
" sakit"
lirih ku sebelum kesadaranku menghilang.
♛┈⛧┈┈•༶ IBU BILA POV' S
aku terjatuh tepat di tubuh anak perempuan ku yang malas, aku kaget saat ia aku timpai dengan tubuhku yang aduhai.
perlahan aku bangun dari tubuh anakku dan melihatnya dengan tatapan marah.
" BILA! KAMU ITU ——"
ucapan ku terhenti ketika melihat dia terkapar lemas, dengan tubuh yang sedikit gepeng, ah tidak aku bercanda tubuhnya memang gepeng dari awal. dia tepos kekurangan gizi tidak seperti aku yang semok dan montok ini.
oke maafkan aku kita balik ke topik.
dengan panik aku menggendong tubuhnya dan menidurkan di sofa merah yang sudah berlubang karena tikus.
" BILA! BANGUN KAMU! BILA! BILAAAA! "
teriak ku berkali kali sambil menabok pipinya yang tirus, ia bahkan tak merespon ku dengan masih panik aku berlari mencari suamiku....
" MASSSS! BILAAA MASSS! "
aku berlari kalang kabut mencari suamiku yang juga sibuk membenarkan genteng di depan.
POV BERSAMBUNG.....
BACK TO BILA.
aku terbangun dengan kepala yang sangat pusing bukan main, tubuh ibuku sangat semok membuatku tak kuat menahannya.
" aduh.. duh duh.. pusing banget "
aku memegang kepalaku sambil berteriak teriak tak jelas
" HEI SUDAH SADAR KAMU! "
aku terkejut mendengar seseorang memanggilku tak santai, ia berkaca mata dengan tubuh tinggi, rambut kuning seperti bayi bule dan muka songong andalannya.
" iya si-"
aku menutup mulutku tak percaya di.. a.. dia tsuki.. tsukishima.... aku menjerit dalam hati ini kah yang namanya halu akut?!
aku menabok muka ku berkali kali, tak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini
" hei tsuki apa dia baik baik saja? "
seseorang yang aku kenal dan salah satu husbu ku datang dia adalah Kageyama.
" Ya Allah ya Tuhanku... jika ini memang benar surga maka aku akan betah di sini "
aku tersenyum senyum seperti orang gila sambil memandangi langit langit sebuah aula latihan aku rasa.
" tsuki dia gila atau bagaimana? "
" aku tidak tau, pergi sana raja lapangan "
" berhenti memanggilku seperti itu "
Kageyama pergi dengan muka kesal seperti biasa dan tsukishima mentertawakan dia dengan senang.
aku yang masih tersenyum senyum tidak sadar jika tsuki masih memperhatikan ku dengan tatapan meremehkan andalannya.
" Heh "
aku mengerjap dan menoleh ke arahnya melihat ketampanannya yang subhanallah... tiada tara.
" iya kenapa? "
tanyaku berbinar binar, dia menatap ku jijik.
" hei kalau sudah selesai, pungut semua bolanya "
aku menatap dia bingung, bola? apa maksudnya? aku melihat tangannya yang menunjuk belakangku,
" ahh.. bola voli?"
aku mengangguk angguk seperti orang tidak waras, dan beberapa menit kemudian aku berteriak tak karuan.
" APA?! HA?! BOLA? VOLI?! AKU AKU DIMANA?! "
semua yang ada di aula latihan saat itu kaget mendengar teriakan ku, mereka melihatku dengan bingung termasuk lelaki yang tadi menyuruh ku memungut seluruh bola.
" hei apa dia baik baik saja? " - Hinata
" entah tidak tahu " - atsumu
" hei jangan ajak bicara temanku! pergi kau
atsumu " - Kageyama
"( merangkul Hinata + menjulurkan lidah ) " - atsumu
" ( melihat geram + acang acang melempar bola)"- Kageyama
" 🙃 oh aku di perebutkan 2 orang bodoh di sini " - Hinata
" ( menarik lengan Hinata) " - osamu.
" OSAMU! " - atsumu dan Kageyama.
balik padaku aku sedang terkekeh seperti orang gila di sana, sambil bersimpuh di lantai aula.
" hei kau tidak papa? "
seseorang datang padaku, dia adalah tokoh yang paling aku sukai gadis manis berkaca mata dengan rambut hitam nya. iya tentu saja namanya....
aku lupa namanya? 😫 intinya dia menawan itu saja.
aku mengangguk sambil tersenyum seperi orang bodoh.
" haha.. aku tidak papa... aku oke "
aku membentuk lingkaran di jariku. dia mengangguk padaku.
" baiklah, ayo kita pungut bolanya "
dia menarik tanganku dan aku langsung terangkat begitu saja. aku masih tersenyum senyum bodoh.
" ya Tuhan... aku.. tidak percaya tempat ini... hahaha jangan bangun kan aku ya Tuhan "
ucap ku lirih sambil tersenyum tak karuan, seseorang gadis yang lain juga menghampiri ku dia berambut pendek dengan rambut oranye dan kuncir rambut anggur. aku tersenyum lagi aku benar benar lupa namanya siapa.
" hei apa kau tidak papa? "
aku tersenyum, aku mengangguk aku tidak tau namanya siapa. itulah yang aku pikirkan saat ini karena terlalu mebucin tsukishima sampai aku sendiri lupa dengan yang lain.
" hahha aku baik baik saja aku tidak papa "
aku mengangguk sambil tersenyum.
" ya sudah ayok pungut semua bolanya "
ucapan dari gadis berkaca mata itu padaku dan gadis satunya, aku kesal sekali aku tidak bisa mengingat siapa nama mereka.
gadis yang berambut pendek tadi mengangguk dan segera memungut semua bolanya, begitupun aku aku segera berlari dan mengambil seluruh bolanya.
aku terlampau fokus, sampai tidak sadar ada bola nyasar mengenai kepalaku.
DOAK.
aku terjatuh lagi dan pingsan, kemudian...
༶•┈┈⛧┈♛ Ibu bila pov
aku mencipratkan air kelapa ke muka anak gadisku yang pemalas, karena dengar dengar di internet dengan mencipratkan air ke muka orang pingsan bisa membuatnya kembali tersadar.
" BILA! BANGUN! "
aku berteriak keras memanggil nama nya, dan kagetnya aku dia membuka matanya dengan perlahan.
༶•┈┈⛧┈♛ back to bila.
aku membuka mataku perlahan, mengerjap ngerjapkan mataku dengan tak santai. aku lihat sekeliling ku sudah tak ada lagi tsukishima dan lainnya.
yang aku lihat sekarang hanyalah ibuku dengan sebuah air yang berada di baskom. dan aku yang tertidur di sofa.
" ibu "
aku berbicara dramatis, seperti orang kesakitan, namun apa yang aku dapat dari ibuku.. hmm.. sebuah tamparan yang indah. .
" MAKANNYA! JANGAN NGAGETIN ORANG TUA! JADI KE JATUHAN SAMA IBU KAN APALAGI PINGSAN! "
ibuku menabok badanku tak santai. aku mengaduh kesakitan.
" ah.. ibu sakit, iya iya maaf kan gak sengaja "
aku mendengus sambil cemberut, ibuku melihat ku tak santai.
" gak sengaja katanya, kasian kan uang ibu jadi kebuang buat beli air kelapa, hujan lagi "
ibuku memaki maki aku, aku hanya diam tak menjawab.
" bakal aku hafalin nama mereka satu satu, siapa tau aku balik lagi ke sana iya kan "
ucap ku dalam hati sambil tersenyum senyum.
......
bersambung...
pengen tau kelanjutan nya enggak nih?! .
kalo mau yok coment di bawah.... khekhkh