Hai!... Nama ku seung ji ya disini aku akan menceritakan kisah cintaku yang tidak pernah bisa bersama. Ya ini akan sangat singkat karena semuanya hanya sesuatu yang aku ulang terus menerus.
Cerita nya dimulai saat aku berada di bangku SMP saat itu aku tidak memiliki satu teman pun. Yap aku memang tidak baik dalam bergaul, aku lebih memilih untuk menyendiri ketimbang bermain dengan orang lain. Tetapi pagi itu berbeda, aku melihat seseorang sedang duduk di depan kelas ku. Rambut nya yang pendek tidak terlalu pendek mungkin sebahu, pony lucu nya, bibir pink nya, seragam yang ia pakai, hingga sepatu yang ia kenakan.
Aku sangat terpesona dengan kecantikan nya. Aku berjalan ke arah kelas ku dengan menundukan kepala ku, supaya tidak dilihat oleh siswi itu. Tetapi saat aku mulai masuk kelas tiba - tiba dia menarik tas ku dan aku hampir saja jatuh. Dia bertanya...
... :" Apakah benar ini kelas kim seung ji?"
Aku menjawab dengan suara pelan "Iya benar ini kelas nya dan saya kim seung ji"
Siswi itu lekas meraih tangan ku dan kita pun bersalaman. Aku sedikit merasa aneh karena tangan nya begitu dingin dan sedikit pucat, tetapi aku tidak masalah dengan itu. Siswi itu berkata...
...:" Hai kenalkan aku park dal eum, salam kenal"
Lalu sebuah senyuman hangat terukir di wajah nya yang indah itu. Aku membalas senyuman nya dan memperkenal kan diriku juga pada nya.
Semakin hari aku dan dal eum semakin dekat. Kita bercerita satu sama lain, tertawa, hingga menangis bersama.
Dan saat liburan sekolah aku dan dal eum berlibur ke danau dekat tempat tinggal ku. Kita bermain bersama.
"Dal eum lihat aku membawa kamera yang aku temukan dari rumah ku!"
"Wah mana aku lihat, wah ini bagus sekali"
"Benar, dal eum ayo kita berfoto"
1
2
3
Cekrekk!!
Yap indah bukan kita selalu melakukan hal yang sama hingga sekolah kembali masuk. Kita pun akhirnya sekelas. Hari demi hari semuanya indah seperti yang aku bayangkan. Hingga akhirnya aku tidak menyadari bahwa sebuah rasa muncul dengan seiringnya waktu. Yap aku menyukai dal eum.
Aku mulai memperhatikan nya dengan detail. Kadang aku mengajak nya ke rumah ku. Dan aku juga diajak nya ke rumah nya. Itu hari hari yang indah. Setiap kenangan aku abadikan di buku harian ku yang penuh dengan foto kita berdua.
Hingga suatu hari aku menyadari bahwa dal eum ternyata adalah hantu. Tertulis dalam jurnal sekolah bahwa ada kejadian dimana satu orang murid nya bunuh diri karena sering di bully oleh teman nya. Murid itu ditemukan tergantung di atas tiang bendera. Dan siswi itu bernama park dal eum. Aku terkejut setengah mati, karena selama ini teman yang selalu ada untuk ku adalah dal eum. Satu satunya yang mengerti diriku.
Hingga aku mempertanyakan nya pada dal eum.
"Dal eum apakah ini kau?" Kata ku sembari memberikan jurnal sekolah itu. Dal eum terkejut dan terjatuh.
"I.. iya itu aku, park dal eum. Siswi yang bunuh diri di sekolah" jawab nya dengan nada tersedu sedu.
Seketika aku merasa kasian saat dia menangis, karena dia juga meninggal karena di bully. Akhirnya aku menerimanya apa adanya.
Lantas bagaimana perasaan ku? Yap aku masih menyukainya.
Berhari - hari berbulan - bulan aku dan dal eum semakin dekat. Hingga aku penasaran dengan rasa nya berciuman dan aku menanyakan nya pada dal eum. Ternyata dal eum juga belum pernah merasakan nya. Lalu aku mengajak dal eum berciuman. Aku mulai memajukan wajah ku dengan wajah dal eum. Aku menutup mataku dan merasakan benda lembut, dingin, dan nyaman ini. Dal eum segera melepas nya karena itu terasa aneh.
Hari hari bulan bulan...
Terus seperti itu. Dal eum seperti nya juga mulai menyukaiku. Terkadang dia juga mencium ku saat tidur, mengintip ku saat mandi atau berganti baju, menciumi aromaku. Aku tau itu sedikit berlebihan tetapi dia tak akan bercerita pada siapa siapa.
Hingga aku memberanikan diri ku untuk menyatakan
perasaan ku.
"Dal eum aku menyukaimu. Kita memang berbeda tapi aku tetap menyukaimu"
"Tetapi seung ji kita tidak akan pernah bersama bahkan untuk selamanya. Dan sekarang sudah waktunya aku pergi maafkan aku.."
"Tapi dal eum jangan pergi walaupun kita tidak bersma setidak nya kau tidak pergi"
Dal eum mulai memudar, "maafkan aku seung ji" kata terakhir dal eum sebelum dia menghilang.
Aku sempat terpuruk tetapi aku yakin dal eum masih memperhatikan ku sekarang. Aku berusaha dengan giat belajar dan belajar. Hingga tidak sengaja aku bertemu dengan seorang gadis yang mirip sekali dengan dal eum. Dan saat itu aku berada di kls 2 SMA. Gadis itu duduk di depan kelas ku dan menanyakan ku. Seperti pengalaman yang terulang hanya saja dengan orang yang nyata dan berbeda nama. Gadis itu bernama park dal sim. Sedikit mirip tapi aku tidak peduli dengan itu.
Akhirnya aku dan dal sim pacaran hingga sekarang.benarkan dal sim?
"Yap benar sekali" seorang gadis manis mencubit ku dengan gemas.
Terima kasih sudah mau menerima cerita ku. Semoga kalian terhibur dengan kisah cinta ku.
tunggu cerpen lainnya dari ku.!!
Kamsahamida!!!