"Kamu! ya kamu gadis norak cepatan kemari"
Alek pemuda yang terkenal dengan kenakalannya itu memanggil gadis yang selama beberapa hari ini sering dilihatnya.
Eli gadis yang sedang berjalan hendak pulang kerumah setelah lelah sekolah, menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan siapa orang yang dipanggil oleh pemuda asing itu.
Merasa tidak ada orang lain, akhirnya eli menunjuk hidungnya sendiri, "saya?" tanya eli dengan ekspresi bingung.
"Iya kamu, emang lo liat ada orang lain selain elo, bego"
balasnya dengan memutar matanya malas.
Eli dengan polosnya dan masih dengan ekspresi bingungnya perlahan menghampiri Alek pemuda yang belum dikenalnya.
"Ada apa ya mas?" tanyanya pada Alek.
"Kenalin nama gue Alek, jadi nama lo siapa?"
Eli langsung cengo mendengar pertanyaan Alek,
"ini cowok kok aneh banget tiba-tiba aja langsung ngajak kenalan tanpa basa-basi dan tak tahu malu", batin Eli.
"Heh bukannya jawab malah bengong, nama lo siapa?"
pertanyaan ini mengembalikan kesadaran Eli.
"Emm....buat apa tanya tanya nama aku?"
kata Eli acuh sambil melangkah hendak lalu.
Tapi tiba tiba tangannya ditarik Alek membuat Eli yang tidak menduganya langsung tertarik dan masuk kedalam pelukannya Alek.
"Lepaskan!!...cepat lepaskan aku, plak!!!"
Eli yang panik langsung berusaha mendorong dada Alek kemudian menampar wajahnya.
Dasar Alek si badboy, dia malah tersenyum dan meraba dadanya yang sempat disentuh oleh Eli saat mendorongnya tadi.
"Oh... sentuhan mu itu membuat sesuatu hidup, dan saat kau dalam dekapanku tadi umm...."
"Gila!! kamu g waras!!"
teriak Eli jijik dan penuh amarah, kemudian berlari untuk pulang.
Tapi lagi lagi langkahnya terhenti karena ada yang menarik tas sekolahnya.
Eli dengan geram berbalik lalu berteriak,
"apalagi?!! cepat kembalikan tas aku!!"
teriak Eli sambil berlari mengejar Alek.
"Ayo kejar aku buat aku jatuh cinta, baru tas ini aku kembaliin"
teriak Alek berlari sambil tertawa dengan ekspresi mempermainkan Eli.
"Gila!!...gila gila!!!, hu...hu....hu....kembaliin tas aku..."
akhirnya setelah lelah mengejar Alek, Eli menangis sambil terduduk di jalanan.
Alek yang melihat Eli berhenti mengejarnya dan menangis, akhirnya menghampirinya dan ikut duduk disamping Eli.
Alek segera memberikan tasnya kemudian mengecup kepala Eli, sambil berbisik
"Terimakasih sudah mau mengejarku dan kini *Aku Jatuh Cinta*"
Eli mengenang awal pertemuannya dengan Alek dan memaksanya untuk menerima cintanya.
"ha...ha...badboy kalau jatuh cinta aneh"
katanya sambil tertawa dalam pelukan badboy yang kini menjadi teman hidupnya.