Aroma petrikur tidak pernah bersahabat dengan penghidu Joana. Tiap-tiap dirinya mengirup udara, sekelebat potongan memori yang menjejali pikirannya hanyalah suasana pemakaman.
Masih dikenangnya dengan jelas, tatkala mayat orangtuanya dikebumikan, hujan juga tengah turun. Entah ikut bersedih dengannya, atau sejatinya hanya mengingatkan gadis itu dengan dinginnya dunia.
Saat tengah bernostalgia, pundaknya tidak sengaja berbenturan pelan dengan bahu seseorang. Terasa kekar. Bisa Joana tebak pemilik lengan tentulah seorang pemuda dengan badan yang bugar.
Namun gadis itu cukup terkejut mendapati pemuda itu hanyalah pribadi yang lumayan jangkung namun lebih terlihat seperti pemuda mungil. Entah karena jemari pemuda itu yang terlihat lebih pendek dari jari lentik Joana ataupun fakta bahwa tinggi Joana tepat di bawah telinga sang pemuda.
"Oh, astaga." rungu Joana disapa lembut suara menenangkan milik si pemuda. "Maafkan aku."
Joana refleks tersenyum dan menggeleng pelan, "Tidak masalah."
"Bagaimana ini? Hoodiemu ikutan basah karenaku." nadanya yang khawatir benar-benar membuat Joana hampir terhanyut saat mendengarnya.
"Benar-benar tidak masalah, tuan.."
"Jeremy." kali ini pemuda itu menampilkan senyum yang menawan. "Namaku Jeremy. Namamu?"
"Joana."
"Joana. Salam kenal, Joana." Jeremy, pemuda berwajah tampan yang kharismatik itu kini mengulurkan tangan.
Joana balas menjabat tangan Jeremy. "Iya, salam kenal."
Setelah tautan tangan terlepas, Jeremy melirik arlojinya yang basah dan kembali menatap Joana. "Oh, sepertinya aku harus pergi sekarang. Semoga kita bisa bertemu lagi, Joana."
Joana tersenyum dan mengangguk.
Jeremy membalikkan badan dan bergegas menerobos hujan. Joana terus melihat siluet punggung pemuda itu sampai menghilang di tikungan jalan.
Kini gadis itu mengalihkan pandang pada lengan atas hoodienya yang basah.
Ah, kenangan saat hujan kini bertambah satu: Jeremy.
End.
Udah lama banget aku ga bikin drabble. Terakhir kali nulis drabble di blog. Dia emang jenisannya sengaja dibikin agak gantung gitu, biar pembaca bisa nentuin sendiri lanjutannya mau gimana.