"Aku tidak menyangka hari ini akan tiba, hari di mana akhirnya aku memakai gaun putih sambil melewati altar pernikahan dan membawa seikat bunga mawar putih yang cantik" Seorang perempuan itu mengeluarkan ekspresi senang ketika melihat seorang lelaki tampan yang kini berdiri di depan nya sambil mengulurkan tangan dan menggandeng nya dengan lembut
"Hai teman hidup ku bersediakah kau menikah dengan ku dan hidup bersama ku hingga ajal menjemput" Ucap lelaki itu dengan sangat lembut dan menawan yang mampu membuat jutaan perempuan mengigit jari mereka
"Aku bersedia menjadi pendamping hidup mu untuk selamanya Tuan David" Perempuan itu tersipu malu saat menyebut nama pasangannya di depan semua orang .
Tak pernah terbayangkan mereka akan menikah dan sama sama bahagia dengan hubungan mereka berdua, padahal 1 tahun yang lalu mereka adalah musuh bebuyutan tak ada yang mau mengalah ego mereka benar benar meluap ketika saling bertemu.
DI SEBUAH UNIVERSITAS INGGRIS
"JENNIE...." Teriak seorang perempuan dari kursi penonton
"Hai Laila" Perempuan yang tadi berlari terengah-engah kini berhenti dan menghampiri teman karib nya. "Ada apa Laila ?" Tanya nya sambil melap keringat yang sedari tadi menetes dari kening nya
"Apa kau malam ini ada waktu ?" tanya Laila kepada Jennie yang sambil minum air
"Ehmm sepertinya tidak ! memang nya ada apa ?" tanya Jennie kembali
"Apa kau mau ikut ? aku malam ini akan mengadakan kencan buta, laki laki yang akan kencan buta dengan ku membawa satu teman pria nya mungkin kau bisa berkenalan dengan nya hehehe" Tawa Laila yang sebenarnya ingin mencarikan pacar buat Jennie
"Ah...kencan buta aku malas sekali sebenarnya tapi kalau kau sendirian itu akan berbahaya baiklah aku akan menemanimu lagian orang tua mu selalu berpesan untuk melindungi diri mu" Jelas Jennie
"Ehmmm >_< kau memang teman terbaikku, aku akan bersiap duluan kau make up lah yang cantik Ummah" Cium Laila yang langsung meninggalkan Jennie
Jennie yang sudah merasa cukup dengan latihan fisik nya sore hari kembali ke asrama lebih awal, di saat dia berjalan jalan sambil menikmati permen nya dia melihat pasangan di balik pohon yang besar.
"Ehm...sedang apa kedua orang itu ? ahh itu bukan urusan ku" Jennie mencoba tidak peduli dengan keadaan tersebut tetapi dia terkejut dengan satu teriakan dari seorang perempuan
"AAA..." Teriak perempuan tersebut
Jennie bergegas berlari menuju arah perempuan itu dan langsung menendang laki laki yang berada di sana, Jennie pikir laki laki itu akan melakukan hal yang tidak senonoh kepada perempuan yang berteriak tadi
"Hiyaaa" "BUK" Tendangan Jennie benar benar kuat sampai membuat laki laki itu terjatuh
"Akh..." Laki laki itu terlihat kesakitan dan terkejut
"Apa kau tidak apa apa ?" tanya Jennie yang khawatir
Tanpa Jenni ketahui ternyata ekspektasi tidak sesuai realita.
"PLAK" Suara tamparan yang keras mendarat di wajah Jennie
Jenni tidak terima dia merasa sudah berbuat baik dan menolong perempuan itu tapi dia malah mendapatkan tamparan di wajah. "HEY ! APA MAKSUD MU !" Ucap Jennie dengan emosi
"Kau sudah menggagalkan ku untuk menyatakan cinta kepada Senior David" Ucap perempuan itu sambil menangis tersedu-sedu
"Hah me-me-menyatakan cinta !" Seketika Jennie merasa menjadi orang bodoh
Melihat ada kesempatan laki laki yang bernama David itu berdiri dan merapikan pakaian nya lalu mendekati Jennie
"Ana...maaf kan aku, tapi kau lihat lah sendiri aku sudah memiliki dia, dia adalah perempuan yang ku sukai dan ku cintai selama ini aku mengejar nya mati matian karna itulah aku menolak mu" Jelas David sambil merangkul Jennie
Setelah mendengar nya perempuan yang bernama Ana tadi langsung lari dari hadapan mereka sambil menangis.
"He...hey tunggu dulu ! aku di jadikan kambing hitam" Jennie yang tau siapa itu David merasa sudah di rugikan
"Tidak ... perempuan perempuan di Universitas pasti akan memusuhi ku mulai saat ini" Ucap Jennie dalam hati
"Terimakasih nona atas bantuan nya tendangan mu tadi aku tidak akan mempermasalahkan nya" Ucap David dengan santai nya
"KAUUU" "PLAK" Satu tamparan kembali melayang tepat di wajah tampan sang pangeran Universitas itu
"Hey apa yang kau lakukan ?" Tanya David yang terkejut dengan tingkah laku Jennie
"GARA GARA KAU MULAI SEKARANG AKU AKAN DI MUSUHI OLEH PEREMPUAN PEREMPUAN DI UNIVERSITAS AKH.... Bagaimana ini ? Bagaimana aku akan melindungi diri ku sendiri huuu ibu aku begitu menyedihkan" Ucap Jennie dengan emosi yang meluap luap dan seketika langsung menciut kembali mengingat betapa ganas nya Fans David.
"Tenang saja... bagai mana kalau kau menjadi pacar sungguhan ku, aku akan melindungi diri mu" Sahut David dengan santai sambil merangkul pinggang Jennie
"Hump mimpi saja ! Ini hanya tipu muslihat mu, mana mungkin kau menyukai perempuan biasa seperti diri ku ini. Sudahlah semoga kita tidak bertemu lagi kedepannya" Jennie meninggalkan David begitu saja
"Jennie, mana mungkin aku sembarangan jatuh cinta ! Kau benar benar perempuan yang ingin ku miliki dan ku nikahi, aku sudah terpesona dengan mu saat pertama kali bertemu dengan mu tapi sepertinya kau sudah melupakan nya. Huh.... menyedihkan sekali" Ucap David dalam hati nya
Pertemuan nya dengan Jennie mengingat kan nya akan pertama kali mengenal Jennie.
"Hey apa yang kalian lakukan ?" Tanya David yang sudah terkepung dengan beberapa preman di sebuah gang
"Berikan kami uang dan juga benda benda berharga mu Hump" seorang preman yang langsung merampas tas David
Waktu itu David hanya mahasiswa tahun pertama kuliah dan hanya laki laki biasa yang cupu tidak terkenal di kalangan perempuan, di saat saat masa genting nya itu Jennie yang usianya lebih muda 2 tahun tak sengaja melewati gang yang sama dan melihat David sedang di cegat oleh beberapa orang preman.
Jennie sama sekali tidak takut dengan preman tersebut karna dia sudah berlatih ilmu bela diri dari kecil kebetulan Jennie baru pulang dari sekolah dan baru selesai bermain Baseball, sambil membawa tongkat di tangan nya Jenni mendekati mereka dengan sombongnya.
"ckckck sudah tua masih saja menindas anak muda benar benar memalukan" Tanpa basa basi Jennie langsung menghajar para preman tersebut dengan tongkat nya
"BUK ! BUK ! BUK ! BUK ! BUK !" suara hantaman yang begitu keras dari Jennie
"Ampun nona ampun....Kami tidak akan menganggu lagi" Ucap para preman tersebut
"Hey....kembali kan tas nya" Ucap Jennie memerintah seperti bos mereka
"In...in...ini" Para preman itu gemetar dengan hebat dan langsung lari setelah mengembalikan tas nya
"Hump berani nya keroyokan ! Kak ini tas mu,berhati hatilah lain kali aku tidak akan berjumpa dengan mu setiap saat bukan ! ini hanya kebetulan tidak mungkin juga aku akan menyelamatkan mu terus kau harus berlatih ilmu bela diri biar bisa melindungi diri mu sendiri ! Tidak usah berterimakasih aku pergi dulu bye" Ucap Jennie yang kembali memakan permen sambil mendengarkan musik menuju pulang.
Dari saat itulah sebenarnya David sudah jatuh cinta dengan Jennie dan berjuang mati matian berlatih ilmu diri, merubah penampilan dan belajar keras ternyata setelah beberapa tahun mereka bertemu kembali Jennie lupa dengan dirinya.
Karna di ingatan Jennie laki laki yang dia selamatkan dulu adalah laki laki yang kurus, memakai sebuah kacamata dan baju longgar seperti bapak bapak. Bukan laki laki yang gagah perkasa tanpa kacamata dan berpakaian modis seperti David.
MALAM HARI DI SEBUAH CAFE
"Hey Chen aku di sini" Panggil Laila dengan ramah
"Ramah sekali panggilan mu kepada pria ini hump tadi sore kau memanggilku dengan keras aku benar benar iri" Ucap Jennie yang sedikit kesal
"Ehhh ituu maafkan aku Jennie kau selalu memakai headphone mu dan tidak pernah mendengarkan ku ketika aku memanggil mu dengan pelan hehehe" tawa canggung Laila
"Hey Laila apa sudah lama menunggu ?" Tanya Chen laki laki tertampan nomor 2 setelah David dan masih satu geng dengan David
"Tidak, silahkan duduk dan pesan lah beberapa makanan" Tawar Laila dengan lembut
"Terimakasih, ouh kenalkan ini adalah teman yang ku maksud" Chen memperkenalkan David kepada mereka berdua dan betapa syok nya mereka berdua saat melihat David
"Se-se-senior David" Ucap Laila dengan terkejut
"KAU" Teriak Jennie " Ups ! I'm Sorry" Ucap Jennie yang langsung menundukkan kepalanya setelah di lihat orang sekitar
"Jangan terlalu kaget begitu hahaha.... sebenarnya senior David juga Kaka kandung ku" Ucap Chen yang membuat mereka semakin terkejut
"Pantas saja kalian terlihat sangat mirip dan sama sama tampan" Sahut Laila
"Hey cantik kita berdua bertemu lagi" Sapa David kepada Jennie
"Apakah kalian saling kenal ?" Tanya Chen kepada sang Kaka yang selama ini tidak pernah dekat dengan perempuan begitu akrab
"Tentu..." Sebelum Jennie menyelesaikan bicaranya kepada Chen pembicaraan nya sudah di potong oleh David
"Tentu saja kami saling kenal dia adalah Kaka ipar mu di masa depan" Ucap David dengan senyum polos nya
"HAH !!!" Chen merasa dunia sebentar lagi akan kiamat mendengar Kaka nya berkata seperti itu
"Seperti nya sebentar lagi matahari akan terbit dari barat" Ucap Laila yang merasakan kagum
Setelah kencan buta Laila dan Chen, di waktu waktu tertentu David akan mencuri waktu mendekati Jennie dan merayu nya. Jennie selalu menghindar dan tidak mau ada hubungan dengan laki laki luar biasa itu.
Hingga suatu hari David mencoba menyatakan cinta nya kepada Jennie dengan sungguh-sungguh.
"Aku mohon Jennie terimalah tawaran kencan ku, aku akan membelikan mu apa pun yang kau mau" Ucap David sambil menahan Jennie dengan kedua tangan nya memojokkan Jennie ke suatu dinding
"David ! Sudah ku katakan berapa kali aku tidak mau menjadi perempuan mu" Ucap Jennie dengan tatapan serius nya
"Jennie...betapa sakit nya hati ku saat kau mengatakan itu ! maka aku terpaksa harus melakukan sesuatu kepada mu" David langsung mencium Jennie secara paksa.
Jennie memberontak beberapa saat dan merasa tidak terima tapi semakin lama Jennie tidak dapat mengendalikan dirinya, dirinya di kendalikan oleh David secara perlahan.
"Jennie...sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu aku akan mengejar mu sampai kau luluh dan jatuh cinta pada ku" Ucap David dengan serius sambil menatap Jennie
Melihat aura yang luar biasa keluar dari dalam diri David Jennie merasa terpesona seketika dengan diri nya.
dengan pipinya yang merah merona setelah di cium David Jennie berbicara sambil menundukkan kepala nya.
"Ehmm...aku akan memperboleh kan diri mu untuk mengejar ku karna aku sudah berjanji pada diri ku sendiri, aku akan menikah dengan laki laki yang mendapatkan ciuman pertama ku" Ucap Jennie dengan malu
"Ciuman Pertama !" David terkejut di dalam hati nya. "Jennie..." David kembali mencium bibir hangat yang lembut milik Jennie
Selama setahun pengejaran cinta David akhirnya membuahkan hasil Jennie mau menerima David dengan utuh karna kesabaran David menghadapi dirinya.
"Apakah Nona Jennie bersedia menikah dengan Tuan David dan hidup bersama dalam keadaan senang maupun susah" Ucap Sang pendeta
"Saya bersedia" Sahut Jennie
"Apakah Tuan David bersedia menikah dengan Nona Jennie dan hidup bersama dalam keadaan senang maupun susah serta melindungi Nona Jennie" Ucap Sang pendeta
"Saya bersedia" Sahut David
"Baiklah dengan ini kalian sah menjadi suami istri silahkan mempelai pria mencium mempelai wanitanya"
Sebelum David mencium Jennie, Jennie lebih dulu melakukan nya kepada David membuat orang orang bersorak kagum.
"Jennie...kau mulai nakal" Ucap David yang merasa malu dan memperlihatkan wajah merah merona nya
"Hahaha...David I Love U" Sahut Jennie dengan senang
"I Love U too..." David dengan lembut mencium Jennie kembali dengan lembut yang sudah sah menjadi istri nya.