aku kenanga. seorang mahasiswi di universitas Indonesia. aku suka kegiatan di luar ruangan, seperti berkemah ataupun mendaki gunung.
"hei... kenanga. gimana, mau ikut camping gak?"
dan gadis cantik dengan rambut hitam panjang ini adalah sahabatku. Salma, dia cukup tinggi dan kepribadiannya ceria dan ramah. dulunya dia tinggal di Kediri, tapi karena kampus jauh dari rumah, akhirnya dia tinggal di kosan Deket kampus, emang sih harga sewanya agak mahal.
Kenanga:"ikut dong. dan lagian ini kegiatan klub pecinta alam kita"
"bener tuh. oh, dan si Agil juga bakal ikut katanya"
dan ini Amel, Amelia sih sebenernya. dia gadis dengan rambut pendek berwarna coklat gelap, dia anak orang kaya sekaligus ketua klub pecinta alam. dia adalah gadis yang teliti dan selalu mencari kesempatan buat lolos dari pelajaran.
kenanga:"Agil?. tumben amat tuh anak"
Amelia:"kemarin dia di semprot habis-habisan Ama tuh dosen"
Salma:"dosen yang mana"
Amelia:"Salma. di semesta kampus ini, adakah dosen selain pak Eko yang terhormat dan berwibawa yang suka memborbardir jiwa dan raga seorang mahasiswa dengan berbagai kata-kata mutiara?!"
Kenanga:"omong kosong. bilang aja pak Eko, kenapa bilang gitu aja harus pakek pidato kepresidenan Dan rapat sidang DPR sih!. lagian pak Eko itu baik kok".
Salma:"oh. ini nih, siswi yang paling di sayangi pak Eko sudah angkat bicara"
Amelia:"wah.. mundur nih kita"
Kenanga:"apaan sih. dah, cukup bercandanya. terus gimana nih rencana berikutnya?"
kepribadian mereka emang agak mirip sih, terutama kalo dah bergabung kek gini, mereka susah buat di ajak bicara serius.
Amelia:"ya kita tinggal berangkat aja besok Sabtu dan pulangnya hari Senin. lagian kan kita gak akan bakal ada pelajaran Sampek Minggu depan".
Salma:"ok, gak masalah. urusan transportasi serahin ke gw"
Amelia:"nah, kalau kamu kenanga?"
kenanga:"aku juga gak keberatan kok. jadi oke ya?, kita berangkatnya lusa"
Amelia:"sip. kalau dah setuju semua kita bisa bubar"
.....
Sampek dirumah, badan ku rasanya remuk semua. padahal seharian cuman duduk-duduk aja, tapi otot rasanya abis bawa beban berat. aku melempar tas ke atas kasurku di lantai dua dan membaringkan tubuhku dengan lelah. setelah berbaring sekitar lima belas menitan aku pergi ke bawah dan melihat wanita dengan rambut hitam di sanggul, berpakaian rapi, berusia sekitar awal tiga puluhan yang duduk di sofa sambil memandangi laptopnya. Irma. dia adalah mama ku.
aku menghampiri dan memeluknya dari belakang. Mama menoleh sambil tersenyum ringan kepadaku.
Kenanga:"mah, kenapa masih kerja?. mamah kan baru pulang dari kantor. gak baik Lo, kerja terus"
Irma:"gak apa-apa kok. dan lagian ini juga cuman kerjaan ringan, bentar lagi juga selesai"
mama menjawab sambil tersenyum dan kembali ke kerjaan nya. aku melepaskan pelukanku dan berjalan ke dapur untuk membuat teh hangat.
setelah teh jadi, aku membawanya dan meletakkan nya di samping laptopnya.
Irma:"makasih sayang."
Kenanga:"oh ya mah, lusa aku dan temen-temen mau camping. boleh gak?"
Irma:"boleh kok. asal kamu hati-hati dan inget, di tempat-tempat seperti itu harus menjaga kesopanan".
Kenanga:"makasih ma".
mamaku memang yang terbaik. aku memeluk dan mencium pipinya dengan sayang. lagian tidak mudah menjadi orang tua tunggal yang mengurus dua anak.
Irma:"dan kamu harus pergi beli tenda baru. tenda mu yang biasa kamu pakek di bawa adikmu. katanya mau camping, pulangnya hari Minggu"
Kenanga:"ih. apaan sih Dion. seenaknya aja bawa barang-barang aku"
Dion adalah adikku dia duduk di kelas satu SMA. dia emang selalu seenaknya meminjam barang-barang milikku. dan lebih parah saat di balikin, tuh barang dah rusak.
ya udah lah. ntar aku ajak aja Salma buat belanja. lagian aku tau dimana kosanya. oke, waktunya tidur, oh, lupa aku kan belum mandi. selesai mandi aku berganti ke piyamanya berwarna biru dan memanjat ranjang untuk meringkuk di antara selimut dan sepray seperti sandwich daging.
....
keesokan harinya, pagi-pagi aku bangun dan memesan taksi ke kosannya si Salma. Sampek di kosannya dia sudah siap untuk berangkat. cus... langsung gas aja gak pakek mikir lama.
aku dan Salma berencana belanja di salah satu mall terdekat. bukan cuman tenda, aku juga harus membeli jaket tebal dan lotion anti serangga.
gak kerasa sekarang jam 15:00. belanja memang cara tercepat buat isi waktu luang. Sampek rumah, aku membuka tas belanjaan dan mengecek apakah ada yang lupa. ok, semuanya lengkap. ahh... gak sabar banget, besok camping.
....
akhirnya hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. aku, Salma, Amelia, dan Agil berdiri di sebelah mini bus berwarna putih.
Salma:"gimana, ini mobil sewaan. harganya nego"
Agil:"mata duitan"
Sambil memasukkan tas-tas camping yang besar dan barang bawaan lainnya ke dalam mobil, Agil berkata dengan agak bercanda.
oh lupa, aku belum menceritakan soal temenku yang satu ini. namanya Agil, dia anak orang kaya juga, biasanya dia jarang ikut kegiatan klub semacam ini. dia anak yang baik, dan dengan rambut hitam di kuncir kuda itu, bulu mata yang panjang dan rapi, serta kulit putih bersih, bisa di bilang dia adalah yang tercantik di antara kami ber empat.
Salma:"ibu Agil. sekarang harga BBM semakin mahal, bukan kek air got yabg bisa nemu di pinggir jalan"
Amelia:"soal itu gampang. sekarang karena semua sudah siap, ayo berangkat!"
Salma:"seperti yang di harapkan dari anak pengusaha kaya"
kami berangkat dengan dengan Salma sebagai supirnya dan aku duduk di sebelahnya, sementara Agil dan Amelia mereka berdua duduk di belakang. kami perencana untuk berkemah di Bumi perkemahan Mandalawangi. butuh waktu sekitar dua jam atau lebih dalam perjalanan. kami berangkat sekitar pukul 13:23.
tapi setelah lebih dari tiga jam perjalanan, kami tidak kunjung sampai. tidak mungkin kan tersesat di tengah kota.
Agil:"kamu gak tersesat, kan?"
Salma:"mana mungkin. kalian juga lihat kan kalau jalannya bener?!"
Agil:"iya sih, tapi...."
Amelia:"eh.. awas ..... ada pohon!!!"
kami di kejutkan oleh teriakan Amelia yang tiba-tiba, refleks kami bertiga secara serempak menoleh ke depan. Salma langsung menginjak rem dengan keras, tapi sayang, karena roda mobil berada di tanah yang lembab, roda itu tergelincir dan tidak bisa mengerem dengan sempurna.
BANG.....
suara benturan keras terdengar bergema.
dengan kepala yang pusing setelah benturan, kami ber empat saling memandang dengan heran. yang benar saja, di tengah jalan raya ada pohon besar?.
Agil:" kalian gak apa-apa?"
Salma:"aku baik-baik saja"
Amelia:"aku juga"
aku hanya mengangguk dan mengatakan 'um'. aku masih bingung dengan apa yang terjadi. aku terperangkap dalam pikiranku sendiri sampai Agil membangunkan ku.
Agil:"kenanga. kepala kamu berdarah!"
Kenanga:"eh."
aku meraba dahiku dan menemukan bahwa itu agak basah, setelah aku melirik tangan yang aku gunakan untuk menyentuh dahi, Susana terdapat noda merah darah.
Kenanga:"gak apa-apa, ini hanya luka kecil"
Agil:"Tapin sebaiknya kita obati dulu lukanya, takutnya kalau nanti ada infeksi".
Salma:"sebaiknya kita turun dulu"
dengan persetujuan yang lain, kami turun dari mobil. sengat mengejutkan bahwa yang kami lihat bukanlah bangunan dan jalan beraspal, tapi pepohonan rindang yang padat dan tanah yang agak lembab di bawah kaki kami.
kami ber empat menatap pemandangan sekitar dengan bodoh. hanya satu pikiran yang ingin aku ucapkan 'apa-apaan ini'.
Salma:"dimana kita sekarang?"
Agil:"aku tidak tahu. yang pasti kita tidak berada di Bumi perkemahan Mandalawangi"
Emilia:"gak ada sinyal"
Emilia mengangkat telepon genggam di tangannya dan berusaha untuk mencari sinyal. tapi usahanya hanya sia-sia.
Kenangan:"dalam situasi ini kita tidak boleh panik dan tetap berfikir jernih"
yang lain melihat sekeliling dan merasa bingung. di hutan dengan pohon yang serapat ini bagaimana mungkin mobil bisa masuk?. dan lebih anehnya kenapa mereka baru sadar sekarang.
Amelia: untuk saat ini kita akan mendirikan tenda di sini. tempat yang lain penuh dengan pepohonan yang rapat dan tidak cukup untuk mendirikan tenda"
itu benar sejauh yang kami lihat hanyalah pepohonan yang rapat dan tidak mungkin untuk mendirikan tenda. selain itu kita juga bisa beristirahat di dalam mobil.
melihat sejauh ini, ini adalah pilihan yang tepat. lagi pula hari sudah menjadi semakin gelap, dan tidak cocok untuk menjelajah di tempat yang belum di ketahui pada malam hari.
Agil:"oke. dan sebelum itu, Kenanga, kamu pergi mengambil P3K dulu. obati lukamu"
Kenanga:"um... aku akan membantu setelah selesai".
aku mengambil kotak P3K dari dalam ransel dan mengobati luka ku dengan disinfektan lalu menutup nya dengan plester.
selesai mengobati, aku berjalan dan membantu mendirikan tenda.
Amelia:"tadinya aku mau buat api unggun tapi sepertinya kayu di sekitar sini semuanya lembab dan kalau mau mencari di tempat lain pasti gak bakalan keburu".
Salma:"gak apa-apa. kita bisa pakek kompor portabel"
setelah semua nya di siapkan, kami makan dengan bekal seadanya yang kami bawa. duduk melingkar mengelilingi kompor Agil bertanya.
Agil:"menurutmu kenapa kita bisa sampai di sini?. apa kalian pikir ini kejadian Supra natural?"
Salma:"itu bisa saja terjadi, tapi mungkin juga ini adalah pergeseran spasial, atau lorong ruang yang berbeda".
Emilia:"pendapat yang realistis dari ilmuwan muda kita"
Kenanga:"nggak. menurutku itu bukan pendapat dari ilmuwan, tapi dari seorang otaku kelas berat"
kami tertawa bersama di tengah beningnya malam. hutan ini sangat rimbun dan gelap, kami tidak tahu bahaya macam apa yang ada di sini.
Agil:"apa kalian tidak takut?"
Amelia:"ya, kami takut, tapi dalam kondisi seperti ini sebaiknya kita tenang dan berfikir logis. jika kita panik mungkin justru kita akan menghadapi bahaya"
Kenanga:"itu benar. dan aku menyarankan kita berempat akan tidur di dalam mobil malam ini. kita tidak tahu bahaya macam apa yang akan kita jumpai jika tidur di luar".
Salma:"ohh... mobilku yang malang. bagian depannya rusak,. aku tidak tahu berapa biaya untuk memperbaikinya"
Agil:"yang perlu kamu khawatirkan sekarang apakah kamu bisa membawa mobil itu keluar hutan atau tidak?!".
Salma:"oh, aku benci mengakuinya, tapi kamu benar".
Amelia:"tidak apa, besok kita akan mencoba mencari jalan keluar."
Kenanga:"untuk saat ini sebaiknya kita istirahat dulu"
setelah mengatakan itu aku beranjak dari tempat duduk ku dan menuju mobil di ikuti oleh Amelia yang di belakang ku.
Salma:"yah, memiliki pemimpin seperti ini benar-benar bisa di harapkan".
Agil:"ya. mereka berdua memang cocok"
memasuki mobil, kami ber empat tidur di dalam, maunya sih begitu, tapi di tengah hutan yang tidak kami kenal ini gak mungkin bisa tidur.
Agil:hey, Kenanga, apa kamu sudah tidur?"
Agil yang tidur di kursi sebelahku bertanya dengan lembut. aku menjawab tanpa membuka mataku.
kenanga;"belum"
Salma:"kami juga belum"
bukan cuman aku tapi, sepertinya duanya tidak akan bisa tidur malam ini.
jadi kerena semuanya belum bisa tidur, kami memutuskan untuk mengobrol hal-hal yang tidak penting, sekaligus menghilangkan ke khawatiran yang ada di hati kami.
hingga sekitar tengah malam, terjadi hal yang tidak pernah kami harapkan. ditengah malam yang sunyi dengan suara burung hantu di kejauhan membuat suasana yang menakutkan. entah karena perasaan ku atau apa, aku merasa bahwa suhu udara telah menurun beberapa derajat lebih dingin.
tanpa sadar, Agil memelukku dengan erat dan berbisik dengan lirih.
Agil:"ini menakutkan"
Kenanga:"ya"
ini benar-benar menakutkan. di kejauhan di antara pohon-pohon samar-samar aku melihat seperti ada pakaian putih yang berkelebat cepat. aku berusaha sebisa mungkin untuk menutup mataku.
Amelia:"apa kamu melihatnya?"
aku terkejut mendengar pertanyaan Amel. apakah dia juga melihat nya tadi?. jika itu benar ini berarti yang aku lihat sebelumnya adalah kenyataan. memikirkan hal itu bulu kudukku merinding tak terkendali.
Kenanga:"apa kamu juga?"
Amelia:"ya. wanita bergaun putih itu"
jantungku berdetak semakin cepat dan keringat dingin mengalir di punggungku. aku menutup mataku dengan erat. keadaan kembali sunyi, bahkan lebih sunyi dari pada yang tadi.
tok... tok...
ketukan di jendela sebelah kiri mobil seperti bom yang membangunkan kami bertiga. ketukan pelan di jendela kaca di malam yang sangat sunyi, terdengar sangat keras. kami bertiga melirik ke sebelah kiri dengan ketakutan. tapi tidak ada apa pun di sana.
hanya tenang dan kesunyian yang ada. kami menarik nafas lega.
BANG......
tamparan keras di kaca depan mobil berhasil mengejutkan kami bertiga. secara refleks kami berteriak sekencang mungkin. yang kami lihat adalah wajah pucat putih dengan kulit yang mulai mengelupas dan membusuk seperti mayat yang telah tenggelam selama berhari-hari. di antara rambut panjangnya yang berantakan terdapat bola mata melotot berwarna abu-abu pucat.
tidak lama hantu itu tidak tahu kemana. dengan tubuh yang gemetar aku memeluk Anggi dengan erat. kondisi Anggi sangat buruk, wajahnya pucat dan dia meneteskan banyak air mata. mungkin karena shock, Agil tidak bisa mengeluarkan tangisannya.
kondisi kedua orang di belakang tidak jauh lebih baik dariku. aku melihat tuh mereka bergetar dan keringat membasahi dahi mereka, tapi setidaknya kondisinya lebih baik dari Anggi.
Salma:"a,a,ap, apa itu tadi?"
Amelia:"a,aku tidak tahu"
suara mereka bergetar dan hampir menangis. jika bukan dalam keadaan seperti ini mungkin aku akan tertawa.
Kenanga:"a,a,, Anggi. tenanglah"
dengan tangan pucat dan gemetar aku mencoba untuk menenangkan Anggi. akhirnya matanya yang tidak bernyawa kembali sadar dan dengan ketakutan dia berkata.
Anggi:"aku, aku sangat takut"
Salma:" ini, ini ,ini benar-benar menakutkan. aku merasa bahwa jantungku akan hancur"
sebelum kepanikan kami mereda, tiba tiba tercium bau anyir darah yang sangat pekat. perlahan darah merah kehitaman mengalir di bagian luar kaca mobil kami. takut, sangat menakutkan.
di tengah ketakutan kami, ketukan demi ketukan menghujani kaca mobil. yang terlihat di luar hanyalah kegelapan yang tidak ada apa-apanya.
Suara ketukan itu seperti berasal dari udara kosong.
BRAK...
kaca mobil sebelah kiri dihantam dengan keras den perlahan retak. kaca mobil terus di hantam tanpa tahu apa yang mengenainya. saat kaca mobil sudah pecah seutuhnya, aroma darah yang jauh lebih kental tercium. semua orang berteriak dengan histeris bahkan Anggi sudah pingsan dan tidak tahu bagaimana keadaannya.
perlahan, dari kaca yang pecah ada tangan putih pucat dengan kulit terkelupas dan tampak menjijikkan. tangan itu menjangkau leherku. aku berusaha keras untuk melepaskan cengkeraman mahluk itu.
saat aku menyentuh kulit mahkluk itu, aku merasa bahwa kulitnya lembab dan dingin dengan sedikit berlendir. di bagian yang aku pegang baik kulit dan dagingnya terlepas seperti daging busuk. bau yang menyengat menyerbu hidungku. tapi tidak ada waktu untuk memikirkan nya.
aku mencakar dan mencengkeram tangan mahkluk itu dengan panik dan hiruk pikuk. serpihan daging dan kulit yang membusuk menodai tangan dan wajah ku.
dadaku mulai sesak dan kesadaran ku mulai menjadi kabur, baru pada saat itulah, aku menyaksikan dengan ngeri. mahkluk itu mulai menyanyi dengan suara tenang dan lembut, tapi justru itulah yang menambah kengerian malam. di belakang mahkluk itu terdapat banyak mahkluk yang sangat mengerikan, dengan berbagai bentuk dan kondisi. ada yang anak-anak, ada yang dewasa, tapi kesamaan mereka adalah bahwa tubuh mereka tidak lengkap. ada yang tanpa kaki dan tangan, ada yang menjinjing kepalanya dengan jeroan dan organ dalam yang berantakan, serta darah merah yang menutupi seluruh tubuhnya.
aku menyaksikan dengan kesadaran ku yang tersisa bahwa mahkluk itu perlahan mengulurkan tangannya yang lain dan meraih matakanan ku. menancapkan kukunya dan perlahan mencongkel keluar dari rongga nya.
sakit. sangat menyakitkan, tapi tidak ada kekuatan untuk berteriak atau melawan. aku sudah tidak tahu bagaimana keadaan Amelia dan yang lainnya.
akhirnya kesadaran terakhirku buyar dan tidak sadarkan diri.
.......
saat perlahan aku membuka mataku, aku di silaukan oleh cahaya putih terang. aku terbangun dan berteriak dengan keringat dingin.
Irma:"sayang... sayang. akhirnya kamu sudah sadar"
mama menangis dan memelukku dengan erat. semua ketakutan dan kesedihanku langsung mengalir keluar dan tanpa sadar aku menangis terisak-isak di pelukan mamah ku.
aku mencoba menenangkan diriku dan perlahan melepaskan diri dari pelukan mamah ku. memperhatikan sekeliling dan menyadari bahwa ini berada di rumah sakit, dengan infus yang masih menancap di lengan ku.
Kenanga:"ma. apa yang terjadi?"
Irma:"kalian mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju lokasi camping. mobil yang kalian tumpangi di tabrak oleh pengemudi yang ugal-ugalan."
tunggu. ditabrak oleh pengendara ugal-ugalan?. aku tiba-tiba masuk ke dalam hutan?. lalu, bagaimana dengan Amel dan yang lainnya.
Kenanga:"lalu bagaimana dengan teman-teman ku?"
Irma:"mereka baik-baik saja. mereka mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh. dan sepertimu mereka sudah koma selama lima hari".
lima hari?. bagaimana mungkin?, jelas-jelas aku hanya tersesat selama satu malam di tengah hutan. apakah itu hanya mimpi?. tapi itu begitu realistis.
mungkin aku harus menanyakannya kepada mereka.
Kenanga:"lalu bagaimana mereka sekarang?"
Irma:"mereka juga baru saja sadar dari koma. mungkin satu Minggu lagi akan di izinkan untuk keluar"
syukurlah jika mereka juga baik-baik saja.
.....
setelah satu Minggu kami dapat bertemu kembali di sebuah restoran. bahkan dokter cukup terkejut dengan pemulihan kami yang sangat cepat. kami berempat membicarakan apa yang terjadi, ternyata kami semua memiliki mimpi yang sama. atau itulah menurut pendapat kami.
Anggi:"itu adalah pengalaman yang sangat menakutkan. bahkan sampai sekarang aku seperti merasa bahwa ada orang yang mengawasi ku"
Salma:"setelah kamu mengucapkannya, akhir-akhir ini aku juga merasakan hal yang sama"
Amelia:"apa kalian juga merasakannya?"
Kenanga:"ya. bahkan kadang-kadang aku melihat ada anak kecil yang berlarian di koridor rumah sakit dengan wajah pucat"
Amelia:"sudahlah jangan di bahas lagi. lebih penting, aku dengar bahwa Salma, kamu akan kembali ke kampung halaman ya?"
Salma:"tidak. kerena kondisiku saat ini, orang tuaku lebih memilih merawat ku di sini"
Kenanga:"baiklah. sebaiknya kita pulang sekarang"
Amelia:"ok. sampai jumpa di kampus Minggu depan"
kami saling mengucapkan selamat tinggal dan pulang ke rumah masing-masing. kejadian ini hanya kami simpan di antara kami berempat.
------------------SELESAI---------
OH. tunggu, tunggu. ini sebenarnya adalah awal dari KISAH EMPAT PEMBURU HANTU 👻👻👻👻