Hari itu, hari yang tak pernah terbayangkan oleh ku sedetikpun. Berjumpa dengannya meski kini hanya samar di ingatan ku. Sudah cukup lama dan aku tak pernah lagi berharap pada kemungkinan yang tidak mungkin terjadi pada kita.
Melihat nya tersenyum, membuatku mengerti arti keindahan dunia. Ternyata Tuhan itu adil ya, tidak hanya memberikan keindahan pada senja dan pelangi yang berwarna, tapi ia juga memberikan keindahan lewat senyuman yang tak bisa untuk di lupakan.
Aku tidak tau namanya, tidak tau siapa dia sebenarnya... Yang aku tau hari itu hari dimana mata kita saling bertemu.
Tapi bukankah katanya jodoh itu tak akan kemana? Maka saat itu aku berharap pemilik senyuman itu adalah jodohku.
Astaga yang benar saja, bangun kay! bangun Kayla! Itu tidak akan pernah mungkin kan? Tidak... pasti tidak. Beginilah kalau sudah terlalu lama sendiri, sampai sampai mengimajinasikan yang tidak pernah mungkin terjadi.
#07 November 2014
••••••••••••••••••
Hai aku Kayla, yang tadi itu adalah diary ku saat aku masih remaja. Sekarang aku sudah menjadi ibu dengan satu anak.
Sangat lucu dan malu jika di ingat ingat. Saat itu memang saat yang tak pernah aku duga, karena pada akhirnya aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Bisa di bilang juga saat itu adalah saat pertemuan Pertama dengan nya. Sampai 3 tahun yang lalu saat yang benar benar tidak ku sangka datang, dan ini benar benar aku tidak menyangka nya.
3 tahun yang lalu aku bekerja di sebuah perusahaan yang memang aku idam idam kan. Dan sesuatu yang membuat ku terkejut adalah, aku kembali bertemu dengan pemilik senyuman dulu. Meski hanya samar, tapi ia mengakui bahwa kita sempat bertemu saat itu.
Menjadi teman kerja dan bertemu kembali dengannya mungkin sudah cukup bagiku, namun ternyata aku tidak sepenuhnya salah, karena ia juga menyukai ku pada saat pertemuan pertama itu.
Jangka waktu yang cukup lama memang untuk saling bertemu lagi, tapi entah mengapa saat bertemu untuk yang kesekian kalinya aku semakin yakin bahwa perasaan ini masih ada dan justru semakin dalam.
Singkat cerita nya aku tidak sendiri untuk merasakan hal ini, karena ia mengakui sampai detik itu ia juga mencintai ku.
Kini kami bersama sampai sekarang, dengan tali pernikahan yang tak pernah ku pikirkan akan datang secepat ini. Mempunyai satu anak dan hidup bahagia...
Ucapan, harapan, dan doa yang saat itu aku bilang nyatanya menjadi kenyataan. Lagi dan lagi Tuhan itu adil ya, bahwa jika kita di pertemukan pasti akan di satukan.
Pepatah itu benar adanya, bahwa jodoh itu tidak akan kemana. Karena saat Tuhan sudah mengizinkan pasti kita di pertemukan dengan jodoh kita, dan pasti juga harus sabar menunggu dan berdoa, karena siapa yang tau mungkin saja kamu sudah sempat bertemu dengan jodoh mu.
...........TAMAT.........