Riri?..
Ya itu nama panggilan ku dari seseorang yang sampai sekarang membuat ku kagum akan kepribadian nya.
Hamdan.. Ya itu namanya.....
Sayangnya, aku mencintai nya dalam sepi. Satu bulan setelah mengenalnya.. Entah kenapa aku selalu telaten melangitkan namanya di sepertiga malam ku. Melantunkan doa yang ku tujukan pada Tuhan agar membuka hatinya supaya melihat cinta ku..
Aku selalu bertemankan sunyi.. Segala kesendirian dari sisi keluarga dan asmara.
Keluarga ku seolah olah tak menginginkan ku..
Tapi hari ini berbeda.. Aku sedang down dan sangat down, aku beranikan untuk mengirim chat ke dirinya yang ku cintai dalam diam..
"Hamdan.. Udah punya pacar? Gebetan? Atau gimana? Sungguh! Aku ingin cerita, dan menelfon mu, Boleh gak??"
"Boleh aja si" Balas nya.
"Engga aku lagi fokus kuliah dulu. Ga mikir hal itu" Lanjutnya..
Tanpa basa basi ku telfon dirinya..
Namun belum sampai lima menit. Telfon ku matikan..
Aku tak kuasa mau bercerita bebanku pada nya. Suara sesenggukan tangis membuat ku lemah dan tak ingin bicara.😔
Apalagi aku juga nerves banget. Kan aku curhat nya pada orang yang aku cintai..
"Ga jadi telfon?" Tanya nya..
"Engga dulu.. Aku lagi nangis.."
"Eh kenapa?"
"Cerita aja ga papa"
Dan alhasil aku pun bercerita yang ku tuangkan melalui ketikan panjang lalu ku kirim kan padanya.
Dan ya begitulah dia membalas pesanku dengan saran saran baik, yang bisa mengembalikan mood ku..
"Agak lega.. Makasih ya.."
"Iya sama sama Ri, semangat ya"
Keesokan harinya..
"Riri? Are you oky?" Dia mengirim pesan chat padaku.
Menanyakan keadaanku?! Apa tidak salah! Ugh.. Ya Tuhan hari ini aku bahagia..
"Yah beginilah.. Masih kalut dalam masalah" Jawab ku..
"Kalau ada apa apa dokter Hamdan siap dengerin cerita/keluhan mu, percayalah!! Masih banyak yang sayang sama kamu Ri"
Hah? Dokter? Dia bilang dirinya akan jadi dokter untukku?
Penyembuh sepi bagiku? Dia adalah tabib ku..
Bagaimana sih menggambar kan tangis haru dalam ketikan? Kini aku sedang merasakan nya!!
Aku sungguh senang dan sangat sangat senang!!
"Beneran Dokter Hamdan mau dengerin aku cerita?" Balas ku..
"Iya.. Dan kalau perlu apa apa juga tinggal bilang.."
"Makasih banget ya Dokter Hamdan"
Aku tak tau entah sampai kapan dia bersedia menjadi dokter ku. Bahkan aku berharap pada Tuhan agar seterusnya dia menjadi tabib bagiku...
Dokter Penyembuh Sepi.. Aku mencintai mu.. Tapi aku takut mengungkap kan nya padamu. Aku hanya bisa mengagumi mu dalam diam, dan berharap cepat bertemu dengan mu!!
Terimakasih!! Makasih!! Dokter Penyembuh Sepi..
Author : AndriPurbaningrum....