Clara pun memberanikan untuk menghubungi Nindi via video call yang tidak lama kemudian langsung di respon oleh Nindi.
"Halo Cla, yaampun apa kabar?" tanya Nindi.
"Baik Nindi, kamu bagaimana? baik juga?" balas Clara
"Baik hehe, oh ya kok saat pernikahan aku kamu gak kesini, kenapa?" tanya Nindi.
"Maaf ya Nin, aku dan Kak Candra harus pergi ke singapura untuk pengobatan, jadi aku gak bisa kesana" jawab Clara.
"Ehmm gitu ya, tapi sekarang kamu sudah baik-baik saja kan?" tanya Nindi lagi.
"I'm ok don't worry" jawab Clara dengan senyuman.
Tidak lama dari itu saat panggilan video call itu terus berlanjut, tiba-tiba saja Raja menghampiri Nindi sambil memeluknya dan mengecup bibir nya tepat di hadapan Clara yang tengah video call kala itu.
Hati Clara benar-benar hancur saat melihat moment indah itu. namun, ia masih tersenyum untuk menutupi rasa sakit nya. dan Raja yang gak sengaja melihat wajah Clara di layar handphone pun segera menjauh dari Nindi dengan rasa kaget nya.
"Bih, sini aku kenalin ke sahabat ku" ajak Nindi.
Dan dengan seketika, wajah Raja yang bahagia kini berubah menjadi syok dan penuh kebencian saat melihat wajah Clara kembali.
"Itu suamimu?, semoga kalian tetap bahagia selalu ya. kawan, tolong jaga Nindi baik-baik ya." ucap Clara sambil meneteskan air mata.
"Kenapa kamu nangis Cla, aku jadi ikut sedih" ucap Nindi yang ikut meneteskan air mata nya.
"Gak apa-apa kok" Balas Clara.
Raja pun hanya diam hingga akhirnya ia melihat sosok pria yang ia benci juga.
"Dek" panggil Candra tiba-tiba.
"Iya Kak, kenapa?" balas Clara lalu menyandarkan handphone nya ke tumpukan bantal.
Tidak lama dari itu, dilihat nya Candra yang kini tengah duduk di samping Clara dan menyuapi nya buah.
"Enak gak?" tanya Candra.
"Enak Kak" jawab Clara
Candra pun mengelus pipi Clara dengan senyuman lalu pergi lagi begitu saja setelah mendengar kata "Enak".
Dan Raja kembali di buat syok karena Pria yang selama ini di kira kekasih Clara pun ternyata Kakak nya.
"Maaf ya tadi Kak Candra biasalah hehe" ucap Clara sambil tertawa kecil.
"Hehe gak apa, yasudah kita sudahi dulu ya aku mau masak, dadah" ucap Nindi.
"Baiklah, sampai jumpa Nindi dan Raja" balas Clara.
Panggilan video call itu pun di akhiri. lalu Nindi menaruh handphone nya di atas meja dan pamit untuk memasak di dapur. dan saat Nindi tengah memasak, Raja langsung mengambil handphone Nindi dan menyalin nomor telphone Clara.
Hari hari pun terus berlanjut ....
Hingga suatu hari Raja dan Clara pun bertemu di sebuah taman tanpa sepengetahuan Nindi ataupun Candra.
"Clara" lirih Raja.
Clara pun hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya. karena ia sadar, kini Raja sudah menjadi suami orang dan bukan lagi Raja yang ia kenal dulu.
"Kenapa kamu menundukkan kepala mu?" tanya Raja.
"Aku tidak mungkin menatap kamu Raja, kini kamu sudah menjadi Suami sahabatku. aku sadar akan batasan ku" Jawab Clara.
Raja pun hanya terdiam, lalu ia mencoba memegang tangan Clara yang begitu kurus dengan wajah yang pucat.
"Kamu kurus sekali Cla, apa kamu kurang asupan gizi?" tanya Raja.
"Gak kok Raj, aku makan normal seperti biasa, cuma karena aku sakit saja mungkin makannya aku begini" ucap Clara sambil melepas tangan Raja.
"Kamu sakit apa Cla?" tanya Raja.
Namun Clara terus diam, hingga akhirnya Raja mendesak dan kian mendesak Clara. dan Clara pun menjawab pertanyaan Raja.
"Sebenarnya aku" ucap Clara sambil melepas topi dengan sambungan rambut palsu nya.
Terlihatlah rambut Clara kini botak, namun ia tersenyum dan memegang tangan Raja dengan gemetaran.
"Aku menderita leukimia sejak sma, dan obat yang sering aku minum dulu itu bukan vitamin tapi ya obat.. ah sudahlah gak perlu di bahas" ucap Clara sambil tertawa kecil.
Raja yang kaget pun segera memeluk tubuh Clara dan menangis sejadi-jadi nya. namun Clara mencoba menenangkan Raja. dan tanpa di sadari juga, dari kejauhan terlihat Candra dan Nindi yang tengah memperhatikan kedekatan mereka.
"Kenapa mereka berpelukan si Kak?, maksud nya apa ini?" tanya Nindi dengan emosi.
"Sebenarnya Raja dan Clara adalah pasangan kekasih Dek. namun Raja salah paham pada Clara dan mengira aku kekasih nya, hingga akhirnya Clara memutuskan untuk pergi ke singapura untuk menjalankan pengobatannya." tutur Candra sambil tersenyum melihat Clara dan Raja.
"Apa?, kekasih!." teriak Nindi yang kaget.
Sontak itu membuat Clara dan Raja langsung melepas pelukan dan menjauh, Clara memakai topi nya kembali dan melihat ke arah lain dimana ada Nindi dan Candra.
"Nindi!, Raja tolong jelaskan pada Nindi aku gak mau ehm.." ucap Clara tidak tenang.
"Kamu tenang saja" ucap Raja lalu menghampiri Nindi dan Candra.
Sesampainya di hadapan mereka berdua, Nindi yang kepalang emosi pun mendorong Clara sampai tersungkur.
"Apa si Bih, kamu gak boleh gitu" ucap Raja.
"Kamu yang apa!, kenapa kamu gak jujur kalau selama ini kalian punya hubungan?. dan kamu!, kenapa kamu tega menyembunyikan semua ini dari aku Cla!" bentak Nindi.
"Nin, gak usah marah-marah begitu. kan tadi kamu sudah janji jika sudah mengetahui kebenarannya kamu gak akan marah" ucap Candra.
Namun perkataan Candra tidak di gubris oleh Nindi. hingga akhirnya Clara bangun di bantu oleh Candra.
"Nin, tolong dengarkan aku" ucap Clara.
"Apa!?" balas Nindi dengan bentakkan.
"Ehm.. maaf aku gak bermaksud menyakitimu, tapi memang begitu kenyataanya. tapi aku ikhlas jika kini Raja sudah bersama kamu. karena aku hanya ingin menghabiskan waktuku sehari saja dengan Raja sebelum aku pergi." ucap Clara.
"Untuk apa?, dia Suami ku dan aku berhak atas nya sepenuhnya" ucap Nindi yang kecewa.
"Kamu kan tau aku sakit apa Nin, tolong maafkan Raja dan aku. dan ini bukan salah Raja, aku yang memaksa untuk bertemu diam-diam dan aku cuma mau waktu Raja sebentar" ucap Clara lagi
Dan hal itu membuat Nindi kesal lalu menampar Clara. lalu Raja pun hendak membentak Nindi namun di tahan oleh Clara.
"Jangan Raj, ehm.. Kak, ayo pulang" ucap Clara sambil memegang hidung nya yang kini berdarah.
Candra pun mengajak Clara pergi sambil menggendong nya, dan Nindi yang melihat hal itu pun kembali melihat tangan nya dan emosi yang kian membara menjadi hilang seketika.
"Apa yang aku lakukan" ucap Nindi.
Raja pun memeluk Nindi dan menenangkanya.hingga sore pun tiba,kabar buruk pun sampai di telinga Nindi dan Raja bahwa kini Clara sudah meninggal dunia.
Lalu Nindi dan Raja pun ke rumah Clara yang sudah di penuhi orang ramai, dan Candra hanya tersenyum saat Nindi dan Raja berkunjung.
"Aku kira kalian gak akan datang" ucap Candra dengan tegar.
"Gak Kak, kamu lagi prank kita kan Kak?" tanya Nindi.
"Gak Dek, sebenarnya hari ini adalah hari terakhir Clara melihat dunia, karena vonis Dokter hanya bilang bahwa Clara bisa bertahan beberapa bulan saja. makannya ia mencari dan terus mencari Raja dan sampai nekat ingin bertemu sambil menahan banyak rasa malu pada kamu" tutur Candra.
Nindi pun menangis karena merasa bersalah sekali, namun Raja hanya diam dan menatap Clara yang terbaring dengan kain kapan yang sudah menyelimuti nya.
"Clara juga menitipkan pesan singkat untuk kalian, tolong di baca" ucap Candra sambil memberikan surat.
Raja dan Nindi pun membaca nya da menangis saat mengetahui isi surat itu.
"Dear kesayangan ku"
Raja, kini aku sudah menjawab pertanyaanmu saat kuliah dulu, aku kena leukimia ya benar dugaanmu. dan kamu juga kecewa di hari ultahku karena salah paham dan mengira Kak Candra kekasihku kan?, hehe sebenarnya aku mau menjelaskan tapi kamu sudah pergi. hingga aku mencari mu namun aku kaget saat kamu ternyata sudah menikah dengan sahabatku. tapi walau begitu aku sangat malu dan gak tau diri masih saja ingin bertemu kamu. maafkan aku Nindi, aku gak bermaksud begitu. aku hanya ingin sehari saja bersama Raja karena dokter memvonis aku hidup tidak lama lagi. namun yasudahlah hehe.. Aku cuma mau bilang itu dan tolong saling menjaga hati satu sama lain yak, aku pergi.
Surat itu pun berlalu dan cerita pun tamat..