Apa maksud dirimu yang berkata kasar? Aku sudah bilang beberapa kali kalau aku adalah anak yang egois. Kamu bahkan tak mendengarkan penjelasan ku. Kini apa yang akan kau lakukan?
Namaku? aku tidak punya nama ataupun rumah. Setiap orang yang berpapasan denganku akan memanggil diriku Malaikat atau Tenshi. Ah, kenapa juga aku harus cantik, itu sangat melelahkan untukku.
Aku berjalan menyusuri lorong waktu yang memuakkan. Satu persatu serpihan ingatan memenuhi seluruh kapasitas otakku. Ah, sial kenapa akhir-akhir ini banyak sekali ingatan yang menyedihkan. Kami-sama apakah anda tidak bisa mengubahnya sendiri? kenapa anda memaksakan kehendak anda kepada orang tidak berguna seperti saya?
Hah, percuma jika aku mengatakan semua pertanyaan yang berada dalam pikiranku. Anda sangatlah sibuk sehingga tidak akan pernah membalas ucapanku. Sudahlah, sebaiknya aku pergi untuk memperbaiki ingatan mereka.
"Nah siapa yang bernama Chiba Yoshida?".
Setelah lama mencari akhirnya aku menemukan laki-laki yang bernama Chiba. Hah, ngeselin banget tu orang. Ngapain dia ada di wilayah preman?
"Hey, cepat bunuh dia," kata seorang laki-laki tinggi kurus.
"Wah ada pertarungan yang menyenangkan nih! lumayan buat non-- what?," baru saja aku duduk aku melihat beberapa orang bertubuh besar memukuli Chiba Yoshida.
"Hey! apa yang kau lakukan dengannya? jika dia meninggal bagaimana aku harus menjelaskan ini kepada dewa?".
"Hey! Jangan memukul terlalu keras!," ucapku membentak.
"Hah! astaga pekerjaan ini membuatku frustasi, aku bahkan sudah lupa kalau aku ini tak kasat mata," aku mendongak melihat sesuatu berwarna emas bertabur diantara gelapnya malam.
Untuk beberapa saat tubuhku kaku, aku melihat waktu yang berada di dunia berhenti bergerak. Ah! ayolah apa yang akan terjadi sekarang? bagaimana dewa bisa mengatur dunia seperti bermain game.
Cahaya terang mengitari ku. Aku tidak tahu ini apa tapi, yang aku tahu cahaya ini membuat tubuhku perlahan-lahan terlihat "Woah, dewa benar-benar baik".
Prang...
Sebotol minuman terjatuh dan waktu kembali berputar. Aku duduk, menyaksikan mereka bertarung. Setelah semuanya orang terkapar aku melepar paket atas nama Chiba.
"Hup!," ucapku sambil melempar paket.
"Paket dari langit, selamat jalan," aku berlari menuju kerumunan orang.
"Uwaaa," ucapku saat melihat pemandangan yang luar biasa cantik.
"Kamu tertarik untuk kesan."
"Kyaa, ngapain kamu berbicara di telinga orang?" teriakku terkejut.
"Kamu mau pergi kesana? aku bisa membawamu tapi kamu harus membayar dengan sangat mahal karena tempat itu di tutup untuk publik".
Aku tergiur dengan perkataannya. Aku merogoh tas dan melihat ada segobok uang yang sangat banyak. "Hah? kenapa dewa memberiku uang? apakah dewa menginginkan sesuatu?" pikirku tak menyakinkan.
"Nah ini baru bagus," orang itu mengambil tasku dengan paksa. "Ayok kita pergi," sahutnya.
Aku mengikuti setiap langkah yang ia pijak. Dengan ditemani malam yang gelap nan suara hewan yang terdengar memabukkan. Aku tidak perduli bahwa aku adalah malaikat, untuk sesaat aku hanya ingin berubah menjadi manusia.
"Kita sampai," ucapnya membuatku kagum.
"Ini benar-benar tempat yang sangat cantik," jawabku semangat.
Sekarang aku berada di gunung dengan pemandangan yang sangat cantik. Hewan-hewan bersuara lembut, lampu-lampu yang terang menyinari desa-desa, langit yang gelapnya menonjolkan cahaya bintang dan bulan.
Dor
Tiba-tiba ada kembang api dari langit. "Sangat indah," pekikku.
"Benar kan? makanya biaya untuk datang kesini sangat mahal".
"Hey kalian," ucap pria bertubuh besar.
"Gawat, sekarang kota lari," ucapnya sambil berlari.
"Eh, kenapa?".
"Sudah ikut aku".
Hosh, hosh, hosh, ini gila kenapa tubuhku sangat lelah? ngapain orang itu masi mengejar kita. Ackh, dewa kebalikan aku ke wujud semula. Hah, aku pikir tubuh manusia itu hebat tapi nyatanya tidak.
Eh, aneh. Aku melihat banyak sekali bintang jatuh. Aku juga melihat semua orang kaku, ah mungkin ini karena ulah dewa. Aku berlari menuju arah tebing dan melompat.
"Wah," sepasang sayap telah tumbuh dari dalam diriku.
"Karena kamu sudah menyelesaikan semua tugas yang aku berikan, sesuai janjiku kamu akan menjadi malaikat", Ucap dewa.