~ lord diary
aku sudah tak sanggup lagi menghadapi bullying dari mereka. aku tak tahu lagi bagaimana agar aku bisa tetap tegar berada disini.
setiap hari aku selalu ditindas dan harga diriku diinjak-injak. tapi aku harap hari ini akan berbeda, semoga saja.
" Dingdong " suara bel menandakan pulang sekolah.
* mengemasi barang dan berjalan keluar kelas
seorang anak bersama teman temannya menghalangi jalanku
" hey ada kacung lepas nih "
* seisi lorong menatapku
" mana "
" ini "
" hahaha ini bukan kacung lepas " tawa salah satu dari mereka.
" lalu? "
* seorang anak bernama Chris yang selalu membully-ku mendekatkan wajahnya ke wajahku
" kacungan........ "
* seisi lorong menertawaiku
aku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan dan aku berjalan menjauh.
" eits " menarik tanganku.
" kau mau kemana bung.... cepat bawakan ini! " mengacungkan tasnya kearahku.
* berhadapan
" baiklah Chris tapi tolong setelah ini jangan ganggu aku "
" ya ya ya kita lihat saja nanti, Luis "
* membawa tasnya dan yang lain mulai meninggalkan kami
kami pun pulang dengan naik bus yang sama, dengan tujuan yang sama, dengan sopir bus yang sama tapi dengan biaya yang berbeda karena selalu aku yang menanggung biayanya chris.
" hei seperti biasa ya. adik tiri! "
* aku memalingkan wajahku dan chris tampak emosi
....jledar
....... jledar
.....jledar
*Chris membenturkan kepalaku ke bus
" aku bilang seperti biasa Luis...! "
* mengangguk
aku tergeletak di tanah dan Christ meninggalkanku seolah tak terjadi apapun.
*setelah Chris cukup jauh
* tak.. tak suara seseorang turun dari bus
" dasar anak jaman sekarang. hei kau tak apa "
* mengangguk
" jangan bohong denganku anak muda "
* menatapku dengan sinis
" ayo ikut aku "
* orang itu membantuku berdiri
" hei pak supir masukan saja ke kasbon ya "
" hah kau ini, baiklah "
* sopir bus meninggalkan kami
" apa kau mau seperti ini seumur hidupmu nak "
* mengangkatku
" tentu saja tidak. jika saja aku bisa melawan tentunya aku akan membunuhnya "
" jadi intinya kau mau balas dendam "
" iya aku sangat ingin sekali membunuhnya "
* dia menatapku dengan sedikit kecewa, memegang pundaku dan menatap wajahku
" nak, Saat kamu memulai perjalanan balas dendam, mulailah dengan menggali dua kuburan: satu untuk musuhmu, dan satu untuk dirimu sendiri. "
* melepaskan pegangannya
" tapi jika kau memang mau melakukannya ambilah ini "
ia memberikan sebuah batu zamrud berwarna merah dengan tulisan asing (σκεφτείτε πρώτα)
" apa ini. jangan bilang kau menjual sovenir kakek tua "
" hahahaha tentu saja tidak. kau bilang akan balas dendam kan?. gunakanlah ini. "
* aku mengambilnya
" apa ini jimat "
" hahaha itu bukan saja jimat. tapi itu adalah monster pembunuh "
" monster? "
" ya. dan itu gratis jadi ambilah "
* ia berjalan meninggalkanku
" oh ya, jika mau kau gunakan kulum saja benda itu seperti permen dan bayangkan sesukamu " teriaknya dari jauh.
aku menatap batunya dan alangkah kagetnya diriku karena ia sudah ada di depanku lagi.
" apa kau paham "
* kaget
" tentu saja "
dia-pun meninggalkanku dan aku-pun balik badan menuju kerumah.
* masuk kamar dan melompat ke ranjangku
" apa benda ini benar-benar monster? "
* jledar
Chris masuk dan marah-marah kepadaku
" Luis dimana tasku. jangan bilang kau melupakannya "
" a a aku tidak sengaja christ "
* Chris mencekiku
" Luis bahkan sebagai kacung pun kau tidak becus bagaimana kau akan menentukan masa depanmu "
* sesak
" masa depan itu tidak dilihat dari sekarang kau yang menjadi apa chris. tapi apa yang kau lakukan saat ini "
" yaa dan saat ini kau sedang menjadi kacung kan?
dan lihat dirimu luis "
* aku memasukan batu itu kemulutku dan membayangkan tubuh Chris yang meledak dan hancur tercerai berai.
" mati... kau "
BOOOOMMM....
* sebuah ledakan besar meratakan sebuah rumah dan terlihat seseorang sedang menyaksikan kejadian itu.
" sudah terbalaskan bukan " tersenyum kotor.
tap
tap
tap
tap
* menjauh
" aku akan menyambutmu dengan baik nak. tentu saja setelah kau ditanyai olehnya. "
_______________