Hai!!! Kenalin nama ku Loly, nama panjang ku LOL!!! Gak deng bercanda, nama lengkapku Patroli, eh bercanda lagi. Yah begitulah, aku memang suka bercanda, walau tentunya garing. Namun sadarkah kalian, jika terkadang kata-kata "Tertawa bukan berarti bahagia" adalah nyata? Yaps, aku salah satunya, aku suka sekali bercanda walaupun garing kek kerupuk udang, dan aku juga kerap kali tertawa hanya karena humor yang seharusnya tak terlalu lucu, namun itulah caraku menghibur diriku sendiri.
Di rumah aku selalu bermain dengan hewan peliharaan ku, karena apa? Karena aku tak memiliki teman, aku juga tak memiliki sahabat, namun imajinasi ku tinggi, aku dapat membuat sahabat hayalan ku sendiri, tak jarang jika orang-orang menganggap ku aneh karena sering bicara sendiri. Namun aku berusaha cuek.
Mama ku adalah seorang guru TK, dia tahu bagaimana cara memperlakukan anak dengan baik, tapi sebelum menjadi guru TK, mama masih belum tahu caranya mengasuh anak agar tak terkena mentalnya.
Dulu karena aku nakal dan selalu bermain dengan laki-laki, mama tak jarang memukulku, entah itu pakai gagang sapu, sapu lidi, pel-an, atau bahkan dengan tangannya sendiri, terkadang mama mengurungku seharian di kamar mandi, atau mungkin menarikku dengan kasar hingga pantat dan tanganku lecet. Dan itu berpengaruh padaku, karena nya aku menjadi trauma, aku selalu berfikir bahwa semua cewek itu sama, meskipun pada dasarnya aku pun cewek. Aku sempat bersahabat dengan seorang cewek, tapi, cewek itu mengkhianati ku. Aku sakit, tentu sakit. Namun aku selalu menahan rasa sakit itu. Beberapa kali aku memiliki sahabat atau mungkin teman perempuan, sampai akhirnya sama, sama-sama mengecewakan, dan dari sana lah, rasa percaya ku pada orang lain memudar, bahkan untuk percaya pada diri sendiri pun.
Aku pernah mencoba untuk kabur, namun nihil, mereka tetap menemukan ku, lagi-lagi aku harus menahan semua rasa sakit itu. Dan, jika mungkin orang lain gagal dalam hal pertemanan dan keluarga tapi mereka masih beruntung dalam hal percintaan, tidak jelas tidak, percintaan ku justru lebih parah, orang yang aku sayangi, dia adalah kekasih dari adik kelas ku sendiri.
"Lol, yuk balik" yaps siapa dia? dia adalah laki-laki yang gua sayangi yang kini berstatus sebagai teman laki-laki gua
"oke tunggu Van" namanya Devan
Terkadang gua selalu berfikir, orang-orang di sekitar gua itu banyak, tapi yang peduli sama gua cuma beberapa, sampai gua selalu merasa kalau gua selalu sendirian, sunyi.
"Gimana sahabat lu itu?" tanya Devan dengan menggenggam tangan ku
"Gimana apanya?" tanyanya
"Lu?" tanya dia
"Iya apa?"
"Udah nerima belum?" tanya Devan lagi
"Gua males pacaran Van, menjadi sahabat lebih baik" yaps karena yang aku sukai itu kamu Van
Yah, sahabat ku namanya Aldi, dia menyukai ku, dia meminta ku untuk menjadi pacarnya, namun yang aku lakukan adalah menolaknya dan memilih untuk tetap bersahabat. Bukan Aldi tak sesuai tipe ku, namun memang aku tak memiliki perasaan apapun. Aku lebih memilih untuk diam, menunggu sampai nanti Devan mengerti perasaan ku sendiri.