Aku adalah dua bersaudara. Kembar, namun kami sangat berbeda. Namaku Bella dan kakakku, Betty. Mulai kecil kami selalu mendapatkan barang yang sama dari orang tua kami, hingga kami mulai dewasa dan mereka mulai merasakan perbedaan kami.
Betty kakakku adalah seorang kutu buku sejati. Seorang introvert yang sama sekali tak mempunyai teman. Sedangkan aku, Bella. Aku sangat membenci kesunyian. Aku sangat senang mempunyai banyak teman dan satu hal lagi. Aku sangat senang menjadi seorang yang populer.
Ya, aku selalu haus menjadi perhatian. Aku haus untuk menjadi populer.
Setiap hari kuhabiskan waktuku untuk membuat beberapa konten. Aku tak peduli itu konten bodoh, tak bermanfaat atau apapun pendapat mereka. Aku tetap melangkah, karena aku tahu semakin bodoh konten yang aku buat, mereka akan suka.
Hari berganti hari, semua berlalu begitu saja. Aku semakin populer. Namaku semakin melambung. Bahkan beberapa orang mengajukan penawaran iklan padaku.
Tapi malam itu telah mengubah segalanya. Malam itu ketika kami sekeluarga makan bersama, ayah dan ibu mulai membandingkan tingkah kami.
Aku yang selalu tampil cantik, modis, ceria bahkan kini telah mempunyai sedikit pendapatan menjadi sebuah bandingan bagi kakakku.
Betty kakakku mulai merasa kesal. Ia pun mulai memoles dirinya dan melakukan hal-hal konyol dalam rekaman vidionya. Aku bahkan menegurnya. "Tolonglah, jangan membuatku malu dengan vidio konyolmu."
Tapi dia mengacuhkanku. Emosinya meluap-luap, ambisinya membuktikan pada kedua orangtuaku, bahwa dia bisa lebih baik dariku.
Dan vidio-vidio konyolnya benar-benar menjadikannya populer. Bahkan kepopulerannya telah melampauiku.
OMG! Bahkan beberapa artis memakai vidionya sebagai duet. Dan tentu saja kepopulerannya membuat aku merasa iri. Ya, aku iri. Aku hanya manusia, bukan seorang malaikat yang bisa menahan diri untuk tidak merasakan iri hati.
Aku membuat sebuah akun baru dan mulai menjelek-jelekannya. Tapi ternyata hujatanku semakin membuat populer dia.
Bahkan ada seseorang yang menirukan gerakannya dengan begitu lucu dan menjijikan. Ah- betapa populernya dia.
Tapi karena Betty adalah seorang yang introvert. Ternyata ia tak bisa menerima sebuah gurauan dan menjadi sangat marah.
Aku berusaha menenangkannya, aku katakan dunia maya memang seperti itu. Betty hanya diam, memendam perasaan marahnya dan mencari alamat rumahnya.
Suatu malam, dia pergi dan membunuh sang peniru. Betty benar-benar kalap. Dan berakhir di penjara.
Alur kehidupan seseorang tidaklah sama. Tak perlu berusaha menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri. Karena setiap pribadi diciptakan unik oleh Yang Maha Kuasa.