Cerita derita yang menyakitkan
Di saat aku berumur 4 tahun aku duduk di bawah pohon yang daunnya berjatuhan di depanku,dan tiba-tiba ada anak lelaki yang bernama Refa dia menanyakan kepadaku dia bilang,ada apa denganmu? dan aku sontak terkejut,dia menanya lagi dia menanyakan siapa namamu,dan aku menjawab,Alvira dia bilang namanya adalah,Refa dia turun dari batang pohon di pinggir sebelah kiriku,dia bertanya kembali,kenapa denganmu pertanyaan itu terulang kembali, dan aku bilang,ada masalah yang terus timbul dalam keluargaku,kakakku Rafel membunuh ibu dan ayahku karena dia terlalu marah,dan aku melihatnya dia sedang menusuk jantung ibu dan ayahku,dia melihatku dan dia berkata kenapa Vira?,aku memang tidak berani untuk berkata apa yang ingin aku katakan jika aku sedang melihat yang tidak pernah aku lihat,itu yang aku katakan dia bicara,itu memang menyakitkan bagi kita yang tidak pernah melihat sesuatu yang kita tidak pernah lihat,tapi percayalah jika memang kita yang melihat itu.Saat itu aku lega dan 4 tahun pun berlalu,kami berdua sudah kuliah dan umur dia 23 dan umurku lebih muda darinya 21 tahun,di saat itu aku berpikir bagaimana cerita hidup kami saat sudah tua nanti,tapi saat tanggal 5 januari 2014,dia berulang tahun dan aku membuat kejutan untuk dia,tapi sayangnya ada yang mengabarkan bahwa dia,masuk rumah sakit,saat itu aku terkejut dan aku bergegas ke RS,aku masuk ruangan IGD,dia terbaring di atas kasur,dia tersenyum sambil melihat kepada ku,dan saat sudah oprasi aku di perbolehkan masuk,aku menangis saat itu aku terkejut saat dokter bilang padaku,saat masih kecil dia mempunyai penyakit saat itu,tapi dia tidak bilang padaku bahwa dia mempunyai penyakit,dan dia bilang,jangan bersedih aku tidak apa-apa,jangan terus seperti ini karena,kau bisa menyakiti dirimu sendiri,itu yang dia katakan padaku,dan dia bilang lagi padaku,tetaplah tegar,tetaplah kuat agar tidak pernah kau mensedihkan orang tuamu dia atas sana.Dan dia tersenyum sambil menutup matanya perlahat-lahan,dan sontak aku memanggil dokter dengan keras,dan dia datang setelah itu dia bilang,tuan Refa tidak bisa di selamatkan lagi,aku tidak percaya dia bilang seperti itu aku baru menyadarinya,saat kecil dia selalu batuk saat,bermain dia bilang,aku tidak apa jangan khawatir,dia tersenyum sambil menutup mulutnya aku tidak tahu apa yang dia derita saat itu,aku baru mengetahuinya saat dia di RS,aku tidak bisa melihat senyumnya lagi dan saat ada masalah aku tidak bisa bilang pada siapapun itu,maaf jika aku merepotkanmu,maaf jika aku membuat penyakitmu semakin parah,maaf jika aku tidak pernah membantumu untuk menghilangkan penyakitmu,maaf jika aku tidak pernah membuatmu senang,jika kau benci padaku itu memang wajar tapi,jangan pernah kau merasa kau bersalah karena aku yang harus merasa bersalah.6 tahu berlalu,aku kini berumur 32 tahun aku sudah sukses saat itu dan,aku sudah meraih cita-citaku menjadi seorang dokter,tapi saat dulu cita-ciraku bukan menjadi dokter,cita-citaku adalah menjadi astronot,tapi saat Refa meninggal aku mengubah cita-citaku menjadi dokter,karena aku ingin menyelamatkan orang yang sakit,dia adalah orang yang tegar,kuat,berprestasi,pintar,sungguh tidak pernah aku melihat orang yang seperti dia,aku beruntung mempunyai sahabat seperti dia,sungguh aku saat itu tidak mengetahui apa yang dia derita!kalian tahu apa yang aku buat,aku hanya ingin mengingat masalalu yang indah tapi,aku malah mengingat masa sedih yang aku ingat,apakah aku memang orang yang tidak pernah membuat semua orang senang? kalian,apa kalian juga sama seperti aku yang tidak pernah mambahagiakan mereka