Pagi hari yang cerah, Elena terbangun dari tidurnya Karna terpaan sinar matahari yang mengenai wajahnya melalui celah jendela kamarnya.
"Hoamm...jam berapa nih" Elena baru saja membuka matanya lalu dia melihat jam dinding.
Jam menunjukkan pukul 06.00, ia langsung bergegas masuk ke kamar mandi Karna hari ini harus sekolah.
Selesai mandi dan memakai seragam dia pun turun ke lantai bawah untuk sarapan. Sekedar info, Elena adalah anak kedua di keluarga nya, ia juga anak yang lumayan kaya, orang tua nya sibuk bekerja di luar kota dan kakak Elena tinggal di luar negeri. Ia di rumahnya bersama asisten rumah tangga kadang teman temannya menginap dirumah itu.
"ELENAA!!!" teriak salah satu temannya yang masuk ke dalam rumahnya untuk menjemput Elena.
"uhukk..uhuukk.." Elena pun tersedak saat minum Karna terkejut.
"Tuh kan udah dibilang jangan teriak" ucap teman Elena yang bernama Naila.
"Hehe maaf Lena.." ucap Siska si teman Elena itu.
"Haisshh..kamu ini bikin aku kaget aja" ucap Elena.
"Ya maap deh" ucap Siska sambil cemberut imut.
Untung temen kalau bukan kayaknya udah aku lemparin sepatu -batin Elena.
"Yaudah ayok berangkat sekarang" ucap Naila.
"AYOKKK" jawab serempak.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan rumah Elena dan berangkat menuju ke sekolah mereka.
Mereka satu mobil, kebetulan Elena sedang malas menyetir sendiri akhirnya dia nebeng ke temannya.
•
•
•
Kringgggggg~ bel istirahat akhirnya bunyi.
Semua murid berhamburan keluar kelas dan berebut bangku di kantin. Sedangkan Elena dan teman-teman nya menuju ke rooftop.
"Hey apa kalian tau nanti malam jam 20.00 ada balapan di jalan xx" ucap Siska sambil mengambil handphone nya dari saku.
"Really?!" Tanya Naila dengan nada yang penuh semangat 45.
"Kenapa kau tiba-tiba semangat gini?" Tanya Elena dengan wajah heran.
"Ya jelas semangat dong kan mereka ganteng ganteng Lena" jawab Naila dengan wajah yang memerah.
"Iya loh katanya yang balapan nanti anak geng Antares sama Galaksi" ucap Siska.
"KYAAAA HARUS NONTON NIH" teriak Naila yang histeris.
"Hadehh kalo soal cowok ganteng aja nomer satu" ucap Elena sambil roll eyes.
"Biarian wlee.." ejek Naila.
"Elena ntar dateng ya pliss..nanti aku jemput deh" ucap Siska yang sedang memohon kepada temanya itu.
"Huh..yaudah deh tapi gak lama lama ya" jawab Elena dengan rasa terpaksa.
"Oke bos" ucap Siska.
•
•
•
Malam hari telah tiba, Elena sedang bersiap-siap di kamarnya sedangkan temannya yang lain masih perjalanan menuju ke rumah Elena.
Dress warna hitam diatas lutut, Rambut panjang yang berwarna agak perak di gerai, riasan wajah yang tipis, lalu sepatu boot berwarna hitam dan tas selempang berwarna putih, Itulah tampilan Elena malam ini.
"Woahh cantik banget mbak" ucap Siska yang sedang menggoda temannya itu.
"Biasa aja kali" jawab Elena yang menahan tawa.
Mereka pun pergi ke tempat itu untuk menonton pertandingan balapan motor antar geng.
Geng Antares adalah genk anak motor yang terkenal di kota itu. Musuh mereka adalah geng galaksi. Mereka juga sering tawuran dan sebagainya, walaupun begitu mereka memiliki fans yang banyak terutama para wanita. banyak sekali wanita yang menyukai anak geng Antares maupun geng galaksi dengan alasan wajah mereka tampan semua dan juga kaya.
•
•
•
Di jalan xx sudah penuhi oleh penonton, kebanyakan para wanita yang menjadi penonton. Mereka, anggota geng Antares dan galaksi sudah bersiap di garis start dan ditengah tengah ada wanita seksi untuk memberi aba-aba mulainya pertandingan.
Balapan pun dimulai. Para penonton berteriak sangat kencang untuk menyemangati mereka. Jalan itu sangat sepi dan sudah tidak terpakai oleh Karna itu polisi tidak akan datang kesana dan semua orang pun tidak akan cemas soal polisi. Beberapa menit kemudian Balapan selesai dan siapakah pemenangnya? Tentu saja anggota geng Antares yang menang. Fans dari geng antares langsung berteriak histeris sedangkan geng galaksi merasa kesal dan marah. Tapi ya bagaimana lagi tadi pagi saja mereka sudah tawuran dan malam ini mereka tidak mungkin akan tawuran lagi. Balapan selesai begitu saja.
"Gilakk emang si Evann cocok banget jadi anggota geng Antares!!" ucap si Naila penggila cogan di geng Antares.
"Iya woii,, apalagi si Andhika keren banget!!" Sahut Siska yang menyukai salah satu geng Galaksi.
"Perasaan biasa aja deh mereka" sahut Elena dengan santai.
"Elena keknya kamu perlu ke dokter mata deh" ucap Naila dengan tampang wajah polos tanpa dosa.
"Tau nih jelas jelas mereka keren si geng Galaksi" ucap Siska dengan nada yang agak kesal.
"Heh geng Antares juga keren kali" sahut Naila.
"Iya deh iya terserah kalian aja" sahut Elena yang terlihat pasrah dengan keadaan.
Iyapss begitulah teman teman Elena yang penggila cogan, sedangkan Elena sih tidak terlalu gila dengan cogan.
Hari semakin malam, mereka belum pulang Karna suatu masalah.
"WHATT BAN NYA KEMPIS?!!" teriak Siska yang begitu kencang hingga beberapa orang menatapnya.
"Ya ampun gimana nih" sahut Elena.
"Bentar deh aku telfon supir dulu" jawab Naila.
"Yaudah buruan" ucap Siska.
Huhh bosan nih...-batin Elena
Karna Elena merasa bosan dia jalan jalan disekitar sana, sedangkan Siska dan Naila menunggu supir untuk menjemput mereka. Jalan itu masih ramai Karna anak geng Antares masih disana sedangkan geng Galaksi sudah bubar sejak tadi.
Elena melihat ada sekumpulan orang yang sedang asik ngobrol dengan anak geng Antares. Karna Elena belum pernah bertemu mereka sekaligus penasaran akhirnya dia menyelip kesana.
Brukkk
"Awwhhh..siapa yang mendorong ku" gumam Elena yang terdorong kedepan hingga jatuh.
Mereka yang awalnya ramai ngobrol tiba-tiba menjadi diam Karna melihat Elena yang jatuh tepat di depan anak geng Antares. Elena tidak merasa malu malah dia merasa marah kepada orang yang telah mendorong nya. Sedangkan wanita lain menganggap Elena sedang cari perhatian.
"Hey beraninya kau mencari perhatian didepan mereka!!" Ucap salah satu wanita disana yang merasa iri, pasalnya saat Elena terjatuh anak geng Antares menatapnya.
"Yakkk!! Siapa juga yang cari perhatian!! Ada yang mendorong ku tadi sia*an!!" Bantah Elena dengan nada tinggi.
Semua orang pun terkejut dengan ucapan Elena. Karna Olivia terlihat kalem dari wajahnya dan apalagi dia berbicara seperti itu di depan geng Antares.
Tidak lama Elena pun pergi dari kerumunan itu Karna dia merasa kesal. Tapi seseorang tersenyum smirk melihat kepergian Elena.
"Menarik" gumam ketua geng Antares yang bernama Glen.
Glen yang awalnya duduk di motor, dia memakai helm nya lalu tancap gas. Anggota geng Antares juga mengikuti Glen dari belakang, seketika kumpulan itu pun bubar.
"Huh.. nyebelin banget sih" ucap Elena dengan wajah yang cemberut imut. Elena segera menghampiri teman teman nya tetapi tiba-tiba ada beberapa motor yang menghalangi jalannya.
"Hey kenapa kalian berhenti disini" tanya Elena yang merasa agak kesal.
Lalu seorang pria turun dari motor nya dan membuka helm nya. Sontak Elena pun merasa terkejut. Ia terkejut karna pria itu ternyata salah satu dari geng Antares yang ia temui tadi.
Pria itu berjalan ke arahnya, sedangkan Elena masih mematung Karna terkejut. Jarak mereka sudah dekat, pria itu memberi smirk kepada Elena dan saat itu juga Elena pun tersadar dari lamunannya. Pria itu mengangkat Elena ala bridal style, tak hanya dirinya yang terkejut bahkan anggota yang lain juga terkejut.
"Heyy turunkan aku!!" Ucap Elena sambil memukul punggung pria itu.
"Diam atau kau akan jatuh" ucap pria itu dengan suara yang dingin.
Ia pun langsung diam Karna merasa takut. Pria itu menurunkan Elena di motornya. Ia masih bingung apa yang pria itu lakukan. Dan ternyata pria itu ingin membonceng Elena.
"Pegangan yang erat" ucap pria itu yang lagi lagi dengan nada dingin.
Elena hanya menuruti perkataan pria itu. Dia pegangan dengan erat. Lalu pria itu tancap gas dengan kencang hingga membuat Elena tidak sengaja memeluk nya. Karna ia merasa takut akhirnya dia tetap memeluk pria itu.
Geng anak motor Antares terlihat sedang melaju di jalan raya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Rambut Elena yang digerai terlihat berantakan kesana kemari Karna diterpa angin yang kencang. Pria itu yang bernama Glen tersenyum setelah melihat wajah wanita cantik yang ia bonceng dari kaca spion. Elena sempat merasa khawatir karna arah yang dituju Glen bukan ke arah rumahnya. Tapi disisi lain dia merasa senang karna ini pertama kalinya dia naik motor.
•
•
•
Setelah sampai ditujuan Glen turun dari motornya begitu pun Elena. Tapi sayangnya tempat itu bukanlah rumah Elena.
"Ini bukan rumahku" ucap Elena dengan suara lantang.
"Lalu?" sahut Glen sambil meletakkan helm nya diatas motor.
"Aku harus pulang lagian kenapa kau membawaku kesini" tanya Elena dengan rasa heran.
"Aku menculik mu" jawab Glen dengan nada santai.
Elena pun terkejut dengan jawaban Glen. Lalu Glen memerintahkan anggota nya untuk segera pergi menggunakan isyarat tangan.
"Apa kau sudah tidak waras?!!" Ucap Elena dengan kesal.
"Mungkin" sahut Glen dengan nada santai.
Pria yang bernama Glen itu membawa paksa Elena dengan cara menggendong nya ala karung beras.
"Turunkan aku!!" Ucapnya.
"Diam atau kau akan jatuh" lagi lagi Glen mengatakan itu.
Elena hanya bisa pasrah. Dia tidak melawan pria itu. Glen membawa wanita itu ke kamarnya. Ntah apa yang akan dia lakukan disana.
*
*
*
Glen menurunkan tubuh mungil Elena ke ranjang miliknya. Elena diposisi duduk di ranjang lalu Glen juga ikut duduk di depannya.
"Ke..kenapa kau membawaku kesini" tanya Elena dengan penuh ketakutan.
"Apa kau takut baby" bukanya menjawab Glen malah menggoda Elena sambil merapikan rambut Elena yang terlihat berantakan.
"Aku ingin pulang" ucap Elena sambil menundukkan kepalanya.
"Besok saja" jawab Glen. Lalu Glen mengangkat dagu Elena agar dia tidak menunduk lagi.
"Kenapa kau membawaku kesini" tanya Elena.
"Karna aku ingin" jawab Glen dengan nada santai tetapi mata nya menatap tajam ke arah Elena.
Glekk
Elena menelan salivanya Karna merasa merinding saat ikut menatap mata Glen. Dan mereka terjadi lah kontak mata.
Elena yang masih menatap mata pria didepannya itu, tiba-tiba pandangan nya teralihkan saat pria itu tersenyum tipis.
"Tidurlah disini malam ini, besok aku akan mengantarmu pulang" ucap Glen dengan nada lembut sambil mengusap pipi Elena.
"Ba..baiklah" jawab Elena dengan suara pelan.
Pria itu meninggalkan Elena sendiri di kamarnya. Glen pergi kedapur niatnya untuk mengambil kan minum kepada wanita itu. Glen berpikir mungkin Elena bingung atau takut kepada dirinya. Sedangkan Elena dia segera menghubungi teman temannya itu.
(Siska maaf tiba-tiba aku ada urusan mendadak jadi aku naik taksi di depan tadi) -Elena.
"Aku rasa aku cukup mengabarinya seperti ini" gumam Elena.
Karna Glen tak kunjung datang, ia pun melepas sepatunya dan meletakkan tasnya di meja dekat sana.
Beberapa menit kemudian Glen kembali dengan membawa minum untuk Elena dan beberapa camilan. Glen tau bahwa wanita suka camilan di malam hari.
"Untukmu" ucap Glen dengan singkat.
Elena hanya mengangguk dan meminum air itu.
"Siapa namamu" tanya Elena dengan sopan.
"Namaku Glen panggil saja itu" jawab Glen.
"Eumm..baiklah" ucap Elena.
"Lalu siapa namamu" tanya balik dari Glen.
"Elena" jawab Elena dengan tersenyum.
"Tidurlah disini" ucap Glen sambil merubah posisi nya ke posisi tidur.
"Tapi-"
"Apa kau takut?" Tanya Glen.
"Sedikit" jawab Elena dengan rasa ragu.
"Sudah malam tidurlah" Glen menarik paksa tubuh Elena. Dan Akhirnya tubuh Elena terjatuh tepat disamping tubuh Glen.
Deg-Deg
Jantung Elena tiba-tiba berdegup kencang, mungkin karena jarak mereka terlalu dekat. Nafas hangat Glen terasa di pucuk poni Elena. Sebenarnya Glen mendengar suara detakan jantung Elena yang cepat hanya saja dia pura pura tidak tau.
Ya ampun jantung ku kenapa sih -batin Elena.
"Selamat tidur" ucap Glen dengan suara yang agak serak dan Glen merangkul wanita yang ada disampingnya itu.
Perlahan Elena terlelap begitupun Glen. Glen menepuk punggung Elena secara perlahan itulah yang membuat Elena merasa nyaman dan akhirnya tertidur.
•
•
•
Keesokan paginya, Glen terbangun lebih dulu sedangkan Elena masih tidur di pelukannya.
"Sangat manis" gumam Glen sambil mengecup bibir ranum Elena.
Karna kecupan itu Elena pun terbangun dan perlahan membuka matanya. Glen yang melihat Elena mulai bangun hanya tersenyum.
"Sekarang jam berapa" tanya Elena dengan suara khas baru bangun.
"Masih jam 07.00" jawab Glen dengan santai.
Elena langsung terkejut karna mendengar ini sudah jam 7. Akhirnya Elena ke posisi duduk dan segera mengambil handphone nya yang berada di tas.
"Hari ini sekolah?" Tanya Glen.
"Iya tapi ini udah telat" jawab Elena yang sedang mengabari temanya lewat chat.
"Yaudah gak usah masuk hari ini" ucap Glen dengan santai sambil memeluk pinggang Elena dari belakang.
"Aku ini murid rajin loh masa bolos" jawab Elena dengan wajah cemberut nya.
Glen hanya terkekeh melihat wajah imut wanita yang dipeluknya itu.
"Aku yang ijinin, sekolah itu milik keluarga ku" ucap Glen.
"Yaudah deh terserah" ucap Elena yang terlihat pasrah dengan keadaannya.
sedangkan Glen terlihat tersenyum puas saat Elena menuruti perkataannya.
"Anterin pulang kan katanya hari ini bakal dianter pulang" ucap Elena.
"Oke..mandi dulu sana" jawab Glen.
"Aku gak bawa baju" ucap Elena.
"Pakai baju ku" ucap Glen.
"Eumm..okey" jawab Elena.
•
•
Selesai mandi dan sarapan. Glen menepati janjinya yaitu mengantar Elena pulang kerumahnya. Ini kedua kalinya Elena di bonceng naik motor.
*
Hari semakin berlalu dan bulan sudah berganti.
Elena semakin terbiasa dengan Glen. hampir setiap hari ia menginap di rumah Glen. Elena juga akrab dengan Anggota geng Antares yang lain tapi Elena sadar bahwa Glen yang kini jadi kekasih nya terkadang posesif.
"Glen turunin aku gak!" Ucap Elena yang sedang di angkat kekasihnya ala bridal style.
"Aku mau culik kamu sayang" jawab Glen dengan santai dan tetap berjalan cool.
"Udah kesekian kalinya loh kamu nyulik aku! Ya ampun aku ini ada acara OSIS di sekolah." Rengek Elena yang agak kesal kepada Glen.
"Aku tidak peduli" jawab Glen dengan singkat.
Akhirnya Glen menurunkan kekasih nya itu tepat di koridor sekolah.
Mendadak Glen mendekat kan wajahnya ke Elena. Seketika Elena merasa pipi nya memanas, lalu ia menutup matanya Karna jarak wajah mereka sangat dekat hingga nafas Glen terasa. Beberapa saat kemudian ada sebuah benda kenyal menyentuh bibir Elena.
Elena berusaha memberontak tapi Glen mencegah usaha Elena. Glen mengunci pergerakan kekasihnya itu di dinding lalu menahan kedua tangan Elena di atas.
Perlahan ciuman posesif itu berubah menjadi menjadi agresif dan liar, membuat Elena tidak bisa menyeimbangi gerakan tersebut. Glen melepaskan ciuman tersebut setelah beberapa saat kemudian, Elena mengambil udara sebanyak mungkin Karna tadi ia sempat kehabisan nafas.
"I love you babe" bisik pria bernama Glen itu.
"Love you too" jawab Elena dengan muka yang memerah seperti kepiting rebus.
Glen pun terkekeh melihat wajah pacar nya itu yang memerah dan malu malu kucing.
-Tamat-
Note: Jangan lupa like dan komen ya ♡